Persona Intikalia

19 Apr 2011

Momen Terakhir

Aku dan Alice adalah teman sejak kecil. Rumah kami hanya berjarak beberapa rumah saja. Kami sangat akrab. Hingga suatu saat kami pernah berjanji untuk menjadi suami istri kelak nanti jika saatnya tiba. Ya, kami satu TK, SD, SMP, bahkan satu SMA, meskipun tidak satu kelas. Setiap pulang sekolah, aku dan dia selalu bersama. Terkadang aku yang menunggunya di gerbang, terkadang dia yang menungguku. Saat-saat menunggu adalah saat yang paling membuatku bosan. Ketika dia datang menghampiriku, semua rasa itu hilang, seperti kemarau panjang yang diguyur hujan seharian.

Ternyata, kebersamaan kami serasa semakin dekat saja untuk berakhir. Bagaimana tidak, graduasi sudah semakin dekat. UNAS pun telah berlalu kemarin hari. Saat-saat inilah yang membuatku semakin khawatir aku tidak lagi bisa bersamanya. Ya, jurusan yang kami pilih berbeda, kampusnya pun juga beda, dan parahnya lagi, kotanya pun juga beda. Aku semakin paranoid ketika melihat dia tersenyum lebar kepadaku saat kemarin sehabis UNAS, kami pulang bersama. Rasanya, banyak hal yang aku tidak siap jika itu hilang perlahan-lahan, bahkan lebih cepat dari yang kubayangkan.

Tak disangka, dia, Alice, datang ke rumahku. Memang sih hal itu adalah hal yang sangat biasa terjadi. Anehnya, kali ini ia memakai baju yang bagus dan sepertinya mengajakku keluar. Kencan, mungkin itu nama yang bisa disebut, tapi aku tak boleh terlalu optimis. Aku pun menemuinya, dan berkata, "Wah kau cantik sekali hari ini, emang mau ke mana?". "Ayo ikut aku, John, aku punya surprise buat kamu", jelasnya. "Surprise apa?", tanyaku. "Rahasia", sembunyinya. Oke oke lah, aku ganti baju dulu. Setelah itu kami berdua keluar, entah ke mana, terserah Alice saja.

Ah ternyata, ia mengajakku ke game center tempat game ngedance kesukaannya, meskipun aku juga suka itu sih. Ya, dia masih terlihat lincah seperti dulu ketika kami gandrung dengan game itu. Keringat kami pun bercucuran tak terasa. Aku melihatnya mengusap dahinya dengan sebuah tisu. Aku hanya menatapnya saja. Dia, secara tak langsung, aku menyadarinya, dia memang begitu cantik dan memesona. Melihatku yang terus menatapnya, dia menjulurkan tisu dan menawariku. Aku menjawab, "Ga mau ah, kalo kamu yang ngusap, aku mau", nadaku sambil sedikit menggoda. Tak lama kemudian dia benar-benar mengusap dahiku. Oh indahnya ...

Ketika pulang dari game center tersebut, kami naik angkutan umum. Ia duduk di sebelahku. Anehnya, dia tertidur di pudakku, sepertinya dia sangat kelelahan sehabis main game ngedance tadi. Biarlah, aku melihat wajahnya yang sungguh menyihir diriku dan membuatku hampir saja gila. Memang wanita diciptakan untuk memenuhi kekosongan hati para pria, aku sadar itu. Ku perhatikan helaian rambutnya yang bak sutra. Hatiku pun berdegup kencang, namun aku harus menahannya. Ia pun bangun, ia menatapku, aku tak bisa berkedip dan berucap. Kukira dia akan marah padaku, eh ... dia malah tersenyum indah, benar-benar kau penyihir hatiku.

Sesampainya di depan perumahan kami turun dari angkutan umum tersebut. Aku mengantarkannya hingga di depan rumahnya. Sebelum ia masuk rumahnya, dia mengajakku tos ala kita. Tos!!! Genggaman tanganku pun menghantam lembut genggaman tangannya. Setelah itu kami termenung sejenak. Kami sangat sadar bahwa ini adalah momen terakhir kami bisa sebahagia ini bermain bersama. Dengan lekas, dia memelukku dan aku hanya bisa membeku. Setelah ia melepas pelukannya, ia memandangi wajahku dan seakan memberikan kesempatanku untuk menciumnya. Namun, aku malah menyuruhnya untuk segera masuk ke rumahnya. Oh ... aku terlalu sulit untuk melakukan hal itu. Bukankah kami sudah berjanji untuk menjadi suami istri kelak. Aku yakin aku akan mendapatkan yang lebih nikmat dan halal dari ini.

NB: cerita ini benar benar benar benar benar fiktif belaka, jangan meniru adegan dalam cerita ini, karena akan menyebabkan efek samping yang berkelanjutan, haha :D

21 komentar:

  1. emang kalau meniru efek sampingnya apa gan?

    BalasHapus
  2. aih aih....bener khan dugaanku kemaren, si John pasti lagi naksir cewek...hehhehe cuit2...^_^. Btw emang bener yak 'wanita diciptakan utk memenuhi kekosongan hati para pria' wkwkkwk.....*senyum pnh kemenangan...

    BalasHapus
  3. hahahaaa, pesan terakhirnya lucu sekali.
    beruntungla mereka yang masih bisa menahan diri, dari godaaan nafsunya sendiri.

    BalasHapus
  4. menunggu emang mbosenin, tapi menunggu seseorang yang disukain.. dijamin bosennya ilang setelah ketemu

    BalasHapus
  5. saya setuju sama gaphe!!!! hehehe

    BalasHapus
  6. hehhehe cerita fiktif lagi

    BalasHapus
  7. pandai berimajinasi.... q suka itu

    BalasHapus
  8. membaca dari postingan sebelumnya kalo ada peragaan kata ciumnya pasti boongan wakakak. udah ketebak dari awal juga kalo ini cuma cerita fiktif tp makasih udah menghibur ;D
    kenapa ga bikin cerpen aja kan udah ada bakat tuh hehe

    BalasHapus
  9. hahaha... ada ga ya yg nyata, janjian dari kecil mau jadi suami istri.. haha

    BalasHapus
  10. @Adryan Nurdien: lagi? maksudnya?

    @joe: banyak banget gan efek sampingnya :P

    @tiwi: hahah ... itu sudah jelas mbak :)

    @domain .com gratis: ya memang harus mempunyai pesan lah sebuah cerita itu dibuat :)

    @Gaphe: betul banget om :D

    @Noeel-Loebis: haha :)

    @Rahman Raden: haha, bukankah kamu juga bisa berimajinasi sendiri?

    @yayack: ya ini kan termasuk cerpen :)

    @affie9: ada kug ... temanku ada yang kayak gitu :)

    BalasHapus
  11. Alhamdulillah, berkali-kali komen di om Jhon ga bisa, sekarang dah bisa. Diapain om. Dari kompi saya atau dari css blog omnya...

    BalasHapus
  12. kayaknya dari kompi atau koneksi mbak deh :)

    BalasHapus
  13. ya dirimu mulai koleng lagi.. buat cerita2 lagi.. hahah..

    BalasHapus
  14. @YeN: begitulah :P

    @Adryan Nurdien: haha ... itu kan buat mengisi kekosongan entri :)

    BalasHapus
  15. menggambarkan dirimu yang sebenarnya

    BalasHapus
  16. haha ... kelihatannya sih iya :P

    BalasHapus