Persona Intikalia

10 Okt 2011

Review Japanese Movie: Confessions (2010)

Confession adalah sebuah judul movie yang bergenre triler. Movie garapan Jepang ini cukup membuatku terbelalak melihatnya. Ini semua berawal dari review film Asia yang dilakukan oleh Huda Tula dan kemudian direview lagi oleh Tiara. Tentu aku jadi penasaran, apa sih istimewanya film ini sampe banyak yang membicarakan ini. Akhirnya aku unduh di IDWS. Unduhan pertama gagal karena part2 filenya rusak. Untung aja ada link lainnya yang bisa diunduh. Kualitas yang aku unduh lumayan, kayaknya HD 750px.

Oke, aku akan mulai mereview film ini. Cerita berawal dari penuturan seorang guru yang bernama Moriguchi. Moriguchi ini adalah seorang guru di sebuah sekolah yang juga tempat sekolah anaknya. Anaknya perempuan, yang akhirnya meninggal karena dibunuh oleh dua teman sekelasnya. Moriguchi menyebut mereka dengan A dan B. Di awal cerita, Moriguchi sudah melakukan tekanan mental terhadap dua orang siswa yang membunuh anaknya tersebut dengan menyebarkan rumor bahwa dia sudah mencampur darahnya yang mengandung HIV ke dalam susu yang A dan B minum.

Mengapa Moriguchi melakukan tekanan mental? Ternyata, di Jepang, anak di bawah umur (18 tahun) mendapatkan perlindungan meskipun sudah membunuh. Karena itu, Moriguchi melakukan balas dendam dengan halus. Karena rumor ini, A, yang bernama Shuuya, yang merupakan anak jenius sempat terlihat stres. Apalagi dengan B, yang bernama Naoki, juga stres dan gila hingga suatu saat membunuh ibunya sendiri yang berusaha membunuh Naoki karena tidak kuat melihat Naoki yang stres seperti itu. Ternyata tak hanya berhenti di situ saja. Semakin menit, rahasia di balik ini semua mulai terungkap.

Film ini mempunyai gaya penceritaan yang cukup unik bagiku. Ada bagian-bagian di mana tokoh-tokoh penting dalam cerita ini menceritakan penokohan dan wataknya. Skene yang aku ingat, pertama si Moriguchi; kedua Mizuki, lebih akrab dipanggil Mozuki, seorang anak perempuan yang menaruh prihatin pada A alias Shuya yang nantinya juga meninggal di tangan Shuya; ketiga si Naoki yang bercerita; dan terakhir si Shuuya sendiri.

Mizuki Kitahara (Ai Hashimoto)

Setelah aku lihat hingga akhir, aku baru mendapatkan benang merah dari penyebab ini semua. Penyebabnya hanya satu, yaitu Shuuya, si anak jenius yang ditinggal oleh ibunya. Shuuya ingin menunjukkan pada ibunya agar ibunya tahu bahwa Shuuya telah melakukan banyak hal yang membanggakan. Ketika ibunya tidak peduli sama sekali dengan itu, Shuuya berbuat hal ekstrem yang ingin memancing perhatian ibunya. Namun, tetap saja, ibu Shuuya tak peduli dengan itu. Shuuya tak berhenti di sana, banyak hal yang ia lakukan bahkan sampai pembunuhan, hanya ingin ibunya tahu.

Di akhir cerita, Shuuya berencana mengebom satu sekolah. Namun, Moriguchi tahu itu dari blognya. Dengan cepat Moriguchi memindahkan bom itu ke kantor tempat ibu Shuuya berada. Bodohnya, si Shuuya tetap saja melakukan pemboman itu. Itu kaget mengapa tidak terjadi ledakan di sekolahnya. Si Moriguchi menelepon Shuuya dan mengabarkan bahwa bomnya sudah ia pindahkan. Shuuya berakhir depresi berat karena ia telah mengebom ibunya sendiri yang notabene ingin ia temui untuk memberitahu apa-apa yang ia raih selama ini.

Pengalamanku melihat film Jepang, jarang sekali film Jepang yang memiliki ending yang bagus. Kebanyakan endingnya suram dan menggantung. Itu sudah membuatku terbiasa dan menerima ending yang seperti ini. Film ini sungguh berkesan bagiku. Aku menontonnya jam setengah sebelas malam hingga jam setengah satu dini hari dan dalam posisi masih di kampus. Ekstrem bukan? Itu adalah hal yang biasa bagiku. Yang cukup berkesan adalah wajah si Mizuki yang cantik yang bernama asli Ai Hashimoto.

27 komentar:

  1. ayo mbak nonton
    pasti seru :D

    BalasHapus
  2. Emang wajah cantik penting untuk menyegarkan suasana ya John? #sokgakngerti

    BalasHapus
  3. penuturannya emang unik ya Bang, dari awal kita udah tahu siapa pembunuhnya, tapi semakin jauh cerita, potonga-potongannya saling melengkapi, udah mana suka ada adegan slow motion-nya lagi, cantiiik :D pas adegan pembunuhan Mizuki juga slow motion >,<

    aku malah suka aktingnya si Naoki, depresinya dapet banget

    BalasHapus
  4. ini bener2 film gila emang. saya juga udah nonton, eh keduluan ngeeviewnya nih. Nonton "OldBoy" juga nggak? Itu ga kalah bagus lo dari yg ini.

    BalasHapus
  5. @Fiction's World: iya pek, suka banget aku slow motion nya :D

    @Akmal Fahrurizal: kamu review dong OldBoy nya, nanti aku unduh kalo aku tertarik dengannya :)

    BalasHapus
  6. wah, saya kurang tahu filmnya sob...hehe

    BalasHapus
  7. Wowo...keren..pengen nonton...
    aku suka banget film jepang...apalagi berbau thriller...mau mau

    BalasHapus
  8. kirain itu Yui lho,hahha..mirip..
    sepertinya seru ya..

    BalasHapus
  9. Kasihlah kita link downloadnya bro?

    BalasHapus
  10. @Said Arsyad: saya dulunya juga ga tahu
    diunduh lalu dilihat, pasti akan tahu :D

    @arr rian: wah sama dong

    @EnnyLaw: ya bukan lah
    tapi cantik juga kan?
    kalo seru mah, jangan ditanya

    @terroRIEZ: yah nanti aku kasih lah :)

    BalasHapus
  11. mizuki kok ga mirip miyabi :p

    BalasHapus
  12. mirip dari mananya?
    ga mirip ah
    kalo mirip miyabi mah bukan mizuki
    tapi ada artis lain yang mirip miyabi yang main di Cupid no Itazura

    BalasHapus
  13. OOT, iya kali 1) emg blogku agak berat 2) emg koneksinya agak lemot, soalnya klo di standar warnet blogku udah pas kok loadingnya...
    Btw, film-film Indonesia tidak kalah juga dg film Asia&Jepang (dr artis, cerita, dan aktingnya) #bukan sinetron lo ya, tapi buat nambahin wawasan boleh juga nonton2...

    BalasHapus
  14. iya juga sih
    tapi genre nya Indonesia itu monoton

    BalasHapus
  15. aku simpulkan kalo [L]ain suka yang jepang2 yah :)

    BalasHapus
  16. maaaaaaaaaantab kaya tetangga sy cakepnya hehe

    BalasHapus
  17. wah kalo ada org yg blm nonton ini trus liat review ini kayanya kesel loh ending nya dikasi tau. itu kan surprise nya disitu hihi. untung aku baru beres nonton. pas banget ada foto ai hasimoto hehe.

    BalasHapus
  18. hahah ... kan aku bilangnya review, jadi maklum lah dikasih tahu akhirnya LOL

    BalasHapus
  19. hehehe, film ini memang bagus..

    BalasHapus
  20. emang, tapi sedikit sadis :P
    dan membingungkan alurnya

    BalasHapus
  21. Sepuluh jempol deh buat film ini...aku gx suka bgt mizukinya end

    BalasHapus
  22. SPOILER

    min itu kenapa sih pas terakhir2nya si Shuuya hidungnya berdarah?
    aku ga ngerti

    BalasHapus