Persona Intikalia

22 Mar 2012

Apakah Tomcat Menyebabkan Kematian?

Tomcat. Hewan kecil ini sempat menghebohkan banyak orang. Mungkin sempat ada yang bertanya apakah tomcat menyebabkan kematian? Jawabnya adalah tidak. Media memang terkadang mem-blow up sebuah berita yang biasa saja agar ada hal yang diperbincangkan setiap harinya. Pengalaman saya dengan tomcat sebenarnya adalah kemarin malam. Saat itu seusai jaga praktikum di lab B401 Jurusan Teknik Elektro ITS, ada seekor tomcat yang tiba-tiba ditemukan di ruang dosen. Apa yang kami lakukan ketika melihat itu? Bunuh! Ya, kami langsung membunuhnya. Saat beberapa jam setelah itu aku keluar lab untuk ke toilet. Aku melihat ada seekor tomcat lagi di dekat pintu. Apa yang aku lakukan? Hm ... aku membiarkannya saja. Setelah aku balik dari toilet, aku cek lagi ternyata tomcatnya hilang, kemungkinan sih sudah diringkus oleh gerombolan semut atau kalau tidak ya cecak yang memakannya.

Tomcat tidak seseram yang dikabarkan di media. Dia hanya binatang kecil sepanjang ga sampe satu sentimeter. Ada dua temanku yang kena tomcat. Yang satu, sudah tahun lalu. Di media dikabarkan kalo kena tomcat bekasnya ga bisa hilang. Tapi faktanya bisa hilang, meskipun butuh waktu lama. Satu lagi temanku (seniorku) juga kena tomcat beberapa minggu yang lalu sebelum tomcat ramai dibicarakan. Efek yang paling kelihatan kena tomcat ini adalah kulit yang terkena virus(atau apalah, aku ga paham)-nya tomcat biasanya teksturnya seperti kulit yang habis kenyos sama knalpot (di dalamnya ada kayak cairan gitu, seperti kalo lecet yang berair). Bagaimana rasanya? Nyerikah? Jawabnya, tidak nyeri. Yang dirasa hanyalah rasa gatal saja. Namun ingat, meskipun gatal jangan digaruk, karena nanti bisa menjalar ke mana-mana.

Temanku yang kena bilang, biarkan saja nanti juga sembuh sendiri. Tapi ada yang menyarankan untuk memberinya salep. Saya ga tahu, karena saya ga kena tomcat. Agar tidak ketularan kena tomcat, yang harus diperhatikan adalah jangan pernah berbagi handuk, pinjem bajunya, atau apalah yang bisa menyebabkan menular layaknya penyakit kulit biasanya. Tidak harus lebay karena tomcat. Takdir itu di tangan-Nya, jika memang ditakdirkan kena tomcat ya pasti kena. Yang harus kita lakukan hanya berprasangka baik pada-Nya dan tidak lebay. Setiap penyakit pasti ada obatnya. Kalo HIV/AIDS, emang ada obatnya? Haha, kalo itu mah emang pengecualian. Itu salah satu bentuk peringatan dari Dia, agar manusia ga jajan sembarangan. Mungkin sedikit info tentang tomcat ini bisa membantu kamu untuk keluar dari paranoid karena tomcat.

26 komentar:

  1. owhh baguslah Iska gk kena tomcat :D

    BalasHapus
  2. Tomcat emank gk mematikan tp beracun.., & media pun memberitakan hal yg sama... :)

    BalasHapus
  3. serem juga sih kalau lihat kulit yg terkena tomcat

    BalasHapus
  4. Itu racun mas, jenisnya asam sehingga membakar kulit. Ya seperti kulit yang terbakar wujudnya, tapi rasanya seperti iritasi kulit bulu. Saya pernah merasakan waktu masuk pedalaman kalimantan. Kalo orang disana dikasi perasan air tembakau dan cengkeh (pake puntung rokok) udah reda itu, tapi masih ada bekasnya. Bekasnya Hilang kok dalam beberapa minggu. Yang serem sih kata orang sana itu racunnya emang bisa dipake buat baluran senjata berburu (sumpit), selain kodok beracun. Itu sih kalo masuk ke aliran darah kali ya, kalo kena kulit doang dan jumlahnya ga banyak ya gitu deh...

    Ups, commentnya kepanjangan... maaf ya mas...

    BalasHapus
  5. heboh tomcat..tp lom pernah nampak bentuknya spt apa. trus liat dampak stlh digigit itu yg bikin ngeri wlw ga menyebabkan kematian

    BalasHapus
  6. yup, terkadang berita yg awalnya mungkin hanya unk memperingatkan ujung2nya jd lebay... yg paling penting kan harusnya g perlu panik dulu...

    BalasHapus
  7. Kalau Eyang baru ajah kena belum sembuh, di kasih salep acyclovir mas :D

    BalasHapus
  8. tomcat yang lagi naik daun itu yah?? :D

    BalasHapus
  9. Hebohnya berita Tomcat. Ternyata sudah ada yang di serang. Mungkin Surabaya yang di tempat kumuh dan sering terkena banjir sehingga Tomcat bisa mewabah.

    BalasHapus
  10. @arqu3fiq: kata siapa? justru yang kena wabah itu di dekat mall Pakuwon LOL

    @jiah al jafara: kug tahu?

    @Niar: ouw ... makasih atas infonya

    @Inge: betul mbak :D

    @mimi: emang mau lihat bentuknya?

    @Harmony: it's okay

    @Lidya: ga serem2 amat sih :D

    BalasHapus
  11. bener john, takdirkan bukan di tangan tomcat..
    btw,, namanya keren juga ya tomcat...xixixixi

    BalasHapus
  12. hahah ... tomcat and jerrymouse :D

    BalasHapus
  13. saya gak setuju tuh... bukan pengecualian...
    ada obatnya tapi belum ditemukan (^ ^

    BalasHapus
  14. setau saya yang berbahaya cairan yang ada dalam tubuh tomcat tersebut,hehe^^

    BalasHapus
  15. @Sam Rinaldy: haha ... belum ditemukan? sampai kapan? LOL

    @iwan: hem.. :D

    BalasHapus
  16. namanya Tomcat, keren ya, tapi berbahaya.
    apakah mereka brutal karena ekosistem rusak?
    Oya.Ada Award dari Saya.^_^
    Cube Award (Lihat No. 23) dan Friendship Award
    Award ini bertujuan untuk menyambung silaturahim dan tentu saja sebagai bentuk penghargaan karena kita sudah menjadi
    Sahabat di Dunia Blog. Silahkan untuk diambil Awardnya disini
    ARR'S AWARD
    Mohon Maaf Pemberitahuannya telat.
    Terima Kasih

    BalasHapus
  17. aku ga suka bunuh binatang yg ga mengancam.... kenapa tomcatnya ga ditangkap lalu dijadikan kelinci percobaan lab kamu :D

    BalasHapus
  18. @Arr Rian: hahah ... komenmu banyak sekali :D

    @R10: lab ku lab telematika yo ... bukan lab biologi LOL

    BalasHapus
  19. kenapa gak sekalian aja ya namanya tom hanks :D

    BalasHapus
  20. wekeke .. kalo namanya tom hanks nanti malam main pilem :D

    BalasHapus
  21. hahah bener juhn,,
    katanya wabah tomcat ini udah nyebar nyampe jakarta, mudah-mudahan gak nyampe ke kampungku john
    #amin

    BalasHapus
  22. wah sampe Jakarta? siapa yang bawa tuh tomcat?

    BalasHapus
  23. yang penting hati hati aja. .

    BalasHapus