Persona Intikalia

2 Sep 2012

Berencanalah Seperlunya

Kamu pernah berencana? Pasti pernah dong. Apa kamu yakin dengan rencana-rencana yang kamu buat akan tercapai mulus? Seyakin seperti apa pun, pasti rencanamu tidak akan sama persis 100%. Pernah bikin rencana A, B, C, atau bahkan sampe rencana Z? Tentu biasanya kan kita menyiapkan hingga rencana C. Dan lucunya yang jalan malah rencana C, rencana terjelek. Pengalaman melaksanakan banyak kegiatan, mentok biasanya yang jalan adalah rencana B, bahkan pernah sampe rencana yang tidak direncanakan sebelumnya. Gimana itu? Rencana yang dibuat hanya H minus satu jam.

Kenapa saya membahas ini. Sebenarnya tadi pagi, saya sempat berpikir sejenak tentang masa depan. Ternyata rumit. Banyak if then if then yang bertingkat, yang semakin rumit ketika otak mengajukan/menemukan kemungkinan problema yang muncul di sela-sela itu. Ya, memang kalo dipikirkan, masa depan memang nampak rumit sekali dan tak jarang membuat banyak orang menjadi pesimis. Maka anjuran untuk memendekkan angan-angan pun sering dianjurkan. Bukan berarti memendekkan angan-angan dan hanya dia tanpa melakukan aksi apa pun. Terlalu berangan-angan, sering berangan-angan akan melalaikan kita dari step yang harus kita lampaui untuk mencapai angan-angan (baca: cita-cita) kita.

Berencanalah seperlunya, jika tidak diperlukan sebuah rencana untuk melakukan sesuatu, lakukan sesuatu itu tanpa rencana, karena membuat rencana itu membutuhkan waktu.

16 komentar:

  1. typo "dan hanya diam tanpa melakukan aksi"
    @@

    #apakahtulisaniniakibatdariwarwithel

    BalasHapus
  2. tapi dalam hal tertentu kita juga harus berencana loh :)

    BalasHapus
  3. rencanakan sesuatu saat masih bisa direncanakan. karena bila saatnya beraksi datang, apapun yang terjadi, siap atau tidak, kau harus beraksi bukan berencana.

    kalo udah H minus satu jam mah langsung action jon. rencana kilat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. dan itu pun masih dihitung rencana

      Hapus
    2. iya, soalnya masih minus

      eh tapi bukannya pada dasarnya semua itu direncanakan? yang membedakan cuma lama perencanaannya. ada yang 1 hari, 1 jam, atau 1 detik.

      bahkan ada yang bilang "tidak berencana artinya sama dengan berencana untuk gagal" --tergantung konteks

      Hapus
    3. bwahahah ... H minus 1 detik? :P

      boleh juga tuh rencana

      Hapus
    4. agh paham ga sih km?

      Hapus
  4. ada benernya, kebanyakan rencanaku justru meleset dari kenyataan-ya yg jatuhnya jd jengkel sendiri. menurutku jgn trlalu sering berencana, mending lgsg to the point aja alias ga usah kebanyakan mikir. Yah...seperti penutupmu itu lah. Yg pasti pikiran harus tenang, dan hatipun mantap...lancar deh urusan...insya Allah :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya jeng emang gitu :D

      terbukti bikin acara dulu2 juga rencana pada jalan, malah rencana yang H minus sekian baru jalan

      Hapus
  5. wekeke, klo terlalu dipikirin jatuhnya emank jadi ribet..
    coba dulu aku mikir ribet gitu mungkin udah nyerah duluan :D
    untung aja aku biarin gitu aja, eh malah dapet :D

    BalasHapus