Persona Intikalia

8 Nov 2012

Mata Pecinta

Akhirnya saya menyempatkan diri untuk mampir di dashboard dan menulis entri lagi setelah berkecimpung dengan kesibukan yang sekarang saya lakoni di dunia nyata. Tulisan kali ini sedikit curhat tentang apa yang terjadi tadi pagi saat aku mengobrol dengan ibuku di ruang tamu. Seperti biasanya, akhir-akhir ini jika aku mengobrol dengan ibuku maka bahasannya tidak jauh-jauh dari urusan masa depan. Apa itu? Pasti kamu tahu lah.

Ibu: Emang "dia" (maaf namanya dirahasiakan, tapi sepertinya sudah banyak yang tahu yah) cantik yah?
Aku: Loh ibu kan udah pernah liat fotonya?
Ibu: Iya sih, tapi kan foto beda sama kenyataannya. Cantik ga?
Aku: Kan ibu udah liat LIVE pake Video Call saat itu? Masa' ibu ga tahu?
Ibu: Tapi kan beda sama aslinya.
Aku: Ya, kalo menurutku sih cantik bu.
Ibu: Ooohhh.
Aku: Aku kan juga pernah ke rumahnya langsung, liat langsung dan cantik tuh.
Ibu: Ooohhh.

Sepertinya ibuku belum percaya bahwa anaknya tiba-tiba berubah jadi begini. Dulu anaknya (saya) rumahan banget, ga pernah keluar kota atau keluar jalan-jalan ke mana gitu kayak anak lainnya. Eh sekarang tiba-tiba kayak gini. Ibuku juga masih belum percaya dengan apa yang baru saja terjadi beberapa bulan ini. Sepertinya itu seperti mimpi dan terkesan cepat.

Mengingat kejadian tadi pagi aku teringat oleh sebuah kisah di masa Raja Harun ar-Rasyid dulu. Ada pemuda yang sangat tergila-gila dengan seorang gadis. Pemuda itu (kalo ga salah inget sih) bernama Khuzair. Amatlah masyhur syair-syair Khuzair dalam memuji gadis itu. Seakan-akan gadis itu bagai bidadari yang turun dari langit. Semua orang yang mendengar syair-syair Khuzair, membayangkan betapa jelita perempuan yang dicintai oleh Khuzair. Gadis itu bernama Azzah.

Suatu saat terjadilah paceklik di desa tempat Azzah tinggal. Sehingga banyak penduduk desa tersebut yang meminta bantuan sembako ke Raja Harun ar-Rasyid. Hingga saat giliran Azzah, kemudian Raja bertanya. Kira-kira percakapannya seperti ini.

Raja: Siapakah namamu?
Azzah: Azzah.
Raja: Azzah? Azzah yang selama ini dipuji-puji oleh Khuzair (Raja kaget)
Azzah: iya.
Raja: Sungguh aku membayangkan Azzah itu bagai bidadari yang turun dari langit, tapi ternyata dugaanku salah. Engkau biasa saja, tidak seperti yang dikatakan dalam syair-syair Khuzair.
Azzah: Karena Raja tidak melihatku dengan mata milik Khuzair.

Dari cerita di atas dapat disimpulkan betapa banyak orang yang jatuh cinta dan ia pun seakan-akan tidak melihat cela pada yang dicintainya. Dan itu normal. Hehe. Dulu, di blog ini aku juga pernah menulis sebuah entri yang judulnya CANTIK. Dan di entri tersebut, aku menulis "Hanya orang yang putus asa yang mengatakan cantik itu relatif". Apakah ini bertolak belakang dengan cerita di atas? Tentu tidak. Cantik itu tetap tidak relatif. Namun, mata lah yang relatif. Dengan mata siapa dia melihatnya. Jika dengan mata yang mencintainya, tentu dia akan terlihat sangat cantik bagai bidadari yang turun dari langit.

Jadi, jika ingin terlihat cantik, maka bertanyalah pada orang yang mencintaimu. Hehe. Dijamin dia akan bilang cantik. Kalo ga bilang cantik, berarti matanya masih belum ditutupi oleh besarnya kecintaan pada dirimu. Percayalah. Wekeke. Tapi aku sih beda. Kalo orang lain (misal ibuku) tanya tentang dirinya, aku jawab cantik. Tapi kalo dia sendiri yang tanya ke aku, aku bilang jelek. Curang banget yah? Hehe. Entahlah. Aku sedang jatuh cinta nih. Dan belum dapet obatnya. Apa obatnya orang yang sedang jatuh cinta? Aku pernah mendengar sebuah hadits yang berbunyi "tidak ada obat yang paling manjur untuk yang saling mencintai kecuali menikah".

Dan kalian pun akan bertanya padaku, "kapan nikah?" Mending aku kabur dulu sebelum ditanyain begitu. Wekekek. #kaboooorrrrr. Oh ya sebelum kabur, ibuku sempat bertanya padaku, "berapa ukuran kakinya?"

26 komentar:

  1. wahahahaha.
    emang bner juga bro.
    ntu relatif, tapi kalo di tanya langsung ya nggak mungkin bilang cantik,
    kalo sms ya bilang cantik lah, tapi coba ditanya langsung :p

    btw, kwe ndwe cewek to bro?
    aq kalah kie, asemb T.T

    BalasHapus
  2. EL datang main ke rumah yah....

    BalasHapus
  3. kau bidadari jatuh dr surga tpt di hatiku oh yeah #nyanyi
    yg d tanya kok ukuran kaki ya? ukuran jari gtu hihi

    BalasHapus
  4. aku ga bertanya; kapan kamu menikah?

    aku cuma mengulang haditsnya; "tidak ada obat yang paling manjur untuk yang saling mencintai kecuali menikah". -_-

    BalasHapus
  5. Buktikan kalo itu bener2 cinta. Nikah gih! *dikeplak pake duit sejuta*

    BalasHapus
  6. kalo mau nikah, undang undang ya, hehe

    BalasHapus
  7. Emang siapa namanya mas? :P
    Nek aku og akeh yang ngonekke ayu ya, berarti banyak yang cinta sama aku ya *huek

    BalasHapus
  8. jadi tanggal berapa? hehehe aku ganti pertanyaan kapan nikahnya tuh

    BalasHapus
  9. ah jadi iri nih :P
    semoga lancar terus, nanti kalo ngadain pesta di surabaya undang2 ya..

    itu pasti nanya ukuran buat beli hantaran lamarannya hohoho

    BalasHapus
  10. aku pengen ikut ketawa kok yang diatas udah banyak yang ketawa ha ha :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. perasaan yang ketawa cuma 1 doang om :P

      Hapus
  11. ada orang yang tidak mencintaiku, tapi mengatakan aku cantik. hmmm #mikir

    BalasHapus
    Balasan
    1. ada 2 kemungkinan
      1. mbak emang cantik di mata orang banyak :D
      2. orang itu ada maunya, entah itu mau minta duit atau minta tolong ... wekekek :P

      Hapus
  12. hehehe, jadi kapan nikah?
    ikutan nanyain deh..
    usianya sudah kepala berapa sih mas #kepoin dweh :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. secepatnya, insyaAlloh
      usia? rahasia dong

      Hapus