Persona Intikalia

10 Nov 2015

Sakit Itu Mahal

Pagi ini saya dan suami bersama-sama pergi ke dokter. Kami memang lagi kompak penyakitan, haha. Tapi penyakit kami berbeda. Saya sakit batuk pilek yang bikin saya sesak nafas dan dada kiri saya nyeri sekedar untuk bernafas. Sedangkan suami terkena penyakit sejenis cacar.

Saya memang bukan tipe orang yang dikit-dikit pergi ke dokter ketika sakit. Kalau bisa disembuhkan sendiri lebih baik gak ke dokter. Tapi penyakit suami kali ini bukan penyakit yang bisa ditangani sendiri. Jadi supaya gak salah langkah lebih baik pergi ke dokter. Cacar air lanjutan yang diderita suami tergolong Herpes Zooster. Herpes Zooster berbeda dengan Herpes Genitalis yang biasanya menyerang orang yang suka gonta-ganti pasangan. Herpes Zooster disebabkan oleh virus yang sama dengan cacar air. Biasanya menyerang orang yang sudah tua atau sistem imunnya sedang menurun.

Saya merasa agak lega ketika kami pergi ke dokter dan mendengar penjelasan sang dokter. Penyakit ini bukan penyakit mematikan. Cuma tetep aja harus segera ditangani sebelum jadi infeksi lebih parah.

Sedangkan penyakit saya ternyata sudah terlanjur parah. Batuk pilek saya yang kali ini adalah yang kedua kalinya dalam sebulan. Saat batuk pilek yang pertama berhasil sembuh tanpa harus ke dokter. Tapi yang kedua ini terpaksa harus ke dokter karena saya gak tahan sakit di dada kanan yang saya derita tiap kali saya bernafas agak panjang sedikit. Selama beberapa hari saya gak bisa bernafas lega. Bahkan sekedar mengangkat tangan ke atas saja rasanya sakit banget.

Saat diperiksa dokter saya sempat sesak lagi karena saya harus tiduran telentang di tempat periksa. Beberapa hari ini saya memang gak bisa tidur telentang karena sesak. Biasanya saya tidur miring ke kanan supaya gak sesak.

Belum lagi ternyata Aisyah juga matanya belekan gara-gara beberapa hari yang lalu dibawa bersepeda motor oleh eyangnya. Jadilah pengeluaran hari ini lebih banyak untuk ke dokter ketimbang buat makan. Sakit itu memang mahal. Padahal kalau sedang sehat uang empat ratus ribu udah untuk segala macam. Tapi dari pada kami sakit gak sembuh-sembuh lebih baik periksa ke dokter. Toh penyakit yang kami derita tergolong penyakit yang gak bisa disembuhkan dengan mudah. Jadi kami memang harus berusaha berobat ke dokter.

Qodarulloh, setelah minum obat dari dokter saya merasa lebih sehat. Sedangkan suami saya masih belum kelihatan perubahan drastis. Saya merasa sudah jauh lebih baik dari sebelumnya. Sesak nafas yang saya derita sudah hilang. Dahak pun sudah mudah dikeluarkan. Hanya saja memang ada banyak pantangan makanan.

Selam masih batuk saya gak bisa food combining. Dokter menyarankan saya untuk gak makan buah, gorengan, dan minuman atau makanan dingin. Kalau pun pengen makan buah yang diperbolehkan hanya buah apel, pir, dan pepaya. Itu pun kalau maka buah tersebut masih bikin batuk gak boleh juga. Jadi saya cari aman dengan gak mengkonsumsi buah sama sekali.

Semoga saja penyakit kami segera sembuh dan bisa menjalani aktifitas kami seperti biasa. Sakit itu mahal, maka dari itu jangan sakit kalau gak punya duit, haha *ketawa miris*.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar