Persona Intikalia

18 Des 2015

Perkataan yang Dianggap Remeh

Ada beberapa perkataan yang dampaknya besar dan fatal namun sering dianggap remeh. Mungkin ada yang nyeletuk "Halah kayak gitu aja, lebay banget,  itukan perkataan yang remeh,  masa bisa sampe segitunya". Padahal manusia itu dipegang dari ucapannya. Percaya ga kalo kebanyakan pembohong itu tidak akan pernah dipercaya lagi seandainya di momen berikutnya dia berkata jujur. Padahal bohong sekali, tapi akan dicap pembohong selamanya. Karena terkadang untuk menutupi sebuah kebohongan, seseorang harus berbohong untuk kedua kalinya.

Di dalam aturan Islam, ada perkataan yang terlihat remeh, namun bukan hal yang remeh. Mau contohnya? Ketika kamu menikah, maka sebagai laki-laki kamu jangan pernah mengucapkan kata "cerai" di depan istrimu walau dalam hati hanya berniat main-main. Karena sekali kamu mengatakan cerai, maka sudah jatuh talak satu. Posisimu saat itu sudah benar-benar cerai. Padahal niatnya hanya becanda. Namun, dalam cerai tidak ada kata becanda. Remeh 'kan? Tapi itu akibatnya fatal. Untuk itu jadi laki-laki itu susah banget buat ngontrol mulut ini agar tidak keseleo ngucapin ucapan yang fatal seperti itu.

Selain kata "cerai", jangan pernah bermain-main dengan kata "saya nikahkan kamu dengan anak saya". Walau niatnya bercanda, jika si cowok bilang "saya terima nikahnya", langsung statusnya bisa sah jika ada saksi dua orang laki-laki. Jadi sebagai seorang muslim memang harus benar-benar menjaga ucapan. Tidak ada kata becanda dalam hukum.

Tak hanya itu sih, masih ada perkataan yang dianggap remeh namun hakikatnya fatal. Dalam Islam, memberikan ucapan selamat kepada umat beragama lain yang sedang merayakan hari raya itu haram hukumnya. Mengapa haram? Pasti yang liberal bakal bilang saya ekstremis nih, hehe. Mungkin di dalam agama selain Islam, mengucapkan selamat ke agama lain tidaklah masalah. Namun, sangat berbeda dalam Islam. Walaupun sekedar remeh temeh, tetap saja ucapan itu tidak boleh. Kan agamanya beda, jadi tentu punya aturan yang berbeda pula. Akan sangat aneh jika dipaksakan untuk sama aturannya. Sayangnya tidak semua orang memaklumi hal itu.

Saya juga tidak akan pernah mengucapkan selamat kepada teman saya yang nonmuslim saat mereka merayakan hari raya mereka. Walaupun mereka adalah teman dekat saya. Ini adalah wilayah prinsip. Setiap orang berhak untuk mempertahankan prinsipnya. Namun, bukan berarti saya tidak berbuat baik kepada mereka. Ada tataran sama-sama manusianya yang tetap harus diperhatikan. Berbuat baik sesama manusia juga diajarkan oleh Islam. Ada bab khusus tentang muammalah dengan nonmuslim dan dibahas sangat rinci.

Jika kamu masih susah memahami tulisan saya yang di atas, saya akan beri contoh yang gampang untuk dicoba. Kamu punya teman cewek? Cewek adalah makhluk yang sensitif dan lebay. Coba katakan sesuatu yang kamu anggap remeh tapi fatal di mata cewek. Apa contohnya? Katakan "kamu kug akan gemukan dikit yah". Itu saja cukup. Coba lihat responnya. Padahal itu adalah perkataan yang sangat remeh di mata laki-laki, namun fatal di mata perempuan. Begitulah :)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar