Persona Intikalia

3 Mar 2016

Generasi Muda yang Anti Mainstream

Anti mainstream. Ya, sering kali kamu dengar istilah itu. Banyak sekali yang bilang kita harus anti mainstream. Tapi, yang lebih membingungkan lagi ketika semua orang jadi anti mainstream, jadi yang mainstream pun malah jadi anti mainstream yang sesungguhnya secara harfiah. Membingungkan? Saya rasa tidak. Ini semacam hukum kebalikan saja.

Dulu, seseorang dikatakan anti mainstream karena dia telah berkecimpung di dunia online, di mana saat itu banyak sekali orang yang masih buta dengan internet. Namun, saat ini, di mana hampir semua orang sudah main internet, maka yang jadi anti mainstream adalah orang yang tidak menggunakan internet. Sekiranya itulah contoh untuk memahami pernyataan saya di paragraf yang pertama.

Sebagai generasi muda masa kini, terkadang kita menginginkan hal yang beda dengan yang lainnya. Namun, pernahkah kita menyadari bahwa yang berpikir seperti ini sudah banyak, mereka berpikir ingin berbeda dengan yang lainnya sambil membawa slogan "be your self!". Justru yang ketika kita ingin beda, maka sebenarnya kita sama dengan lainnya yang kepengen beda juga. Haha, pasti bingung yah.

Jadi, bagaimana cara menjadi generasi muda masa kini yang anti mainstream? Gampang, lupakan perkataan orang lain. Kamu punya hati nurani yang akan menuntunmu untuk melakukan banyak kebaikan. Karena bisa jadi sesuatu yang banyak dilakukan oleh orang lain itu bukanlah kebaikan, atau setidaknya terjatuh dalam hal sia-sia. Sebagai generasi muda, kita harus melakukan sesuatu yang bermanfaat, setidaknya untuk diri kita sendiri. Syukur-syukur bisa bermanfaat untuk orang lain.

Bagaimana cara menjadi generasi muda yang bermanfaat? Caranya mudah. Hal yang pertama harus kamu lakukan adalah jangan buang sampah sembarangan. Remeh? Tidak, buktinya banyak pemuda yang masih susah untuk tidak buang sampah sembarangan. Hal ini kelihatan sepele, tapi efeknya sangat besar. Generasi muda yang anti mainstream adalah pemuda yang membuang sampah pada tempatnya di saat banyak pemuda lainnya yang buang sampah sembarangan.


Mungkin jika ada tempat sampah di sekitarmu, akan sangat mudah menerapkan buang sampah pada tempatnya. Namun, apakah kamu akan bersikap sama ketika kamu tidak menemui tempat sampah? Apa yang kamu lakukan? Tentu saja sebagai generasi muda yang anti mainstream, masukkan sampah itu dalam saku bajumu atau tas yang sedang kamu bawa. Jika menemui tempat sampah, buang sampah tersebut ke dalam tempat sampah. Jika kamu merasa risih dengan memasukkan sampah di sakumu, berarti kamu masih mainstream dengan kebanyakan orang lainnya.

Jika itu sudah kamu lakukan, langkah kedua adalah sebisa mungkin untuk tidak berbohong. Berbohong ini adalah hal yang mudah sekali dilakukan. Bahkan karena satu kebohongan, kamu bisa melakukan kebohongan lainnya dengan mudah. Hingga kamu terbiasa berbohong. Mengatakan hal yang sejujurnya tidak mudah, kadang pahit rasanya. Namun, sebagai generasi muda yang anti mainstream, kamu harus mulai berbicara jujur mulai dari dirimu sendiri. Lalu secara otomatis sekitarmu akan menirumu. Kamu tidak akan bisa mengubah orang lain sebelum mengubah dirimu sendiri.

Salam anti mainstream!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar