Persona Intikalia

7 Mar 2016

Menulis dengan Tenang

Sudah lama rasanya tidak menulis dengan tenang. Dulu saat pertama kali ngeblog, sekitar tahun 2009, saya sering sekali menghabiskan waktu untuk menyusun kata demi menghasilkan tulisan yang bagus. Walaupun faktanya memang awal-awal ngeblog tulisan saya masih sangat terasa kaku. Tapi, jutsru tulisan seperti itulah yang kini saya kangeni. Menulis dengan tenang, dibaca lagi berulang-ulang, dan yang jelas tidak ada deadline. Menulis ya menulis saja. Tidak seperti yang telah berlalu setahun ini. Saya menulis dengan deadline. Kadang asyik, kadang memuakkan. Haha.

Kini, kontrak menulis dengan deadline sudah berakhir. Bulan ini saya akan menulis dengan santai kayak di pantai. Yang dibahas di blog ini pun akan sangat jarang berbau promosi. Saya sudah tidak dibayar lagi, kecuali oleh beberapa pihak saja. Tidak seperti sepuluh bulan lalu yang dibayar secara masif dan terstruktur. Haha. Apa sih.

Sebenarnya saya lebih suka menulis di blog ini. Menulis apa saja yang saya mau. Mau curhat, mau nulis geje, ga masalah. Tidak seperti di blog-blog saya yang lain yang harus ada tema yang sesuai. Meskipun saya juga punya blog satu lagi yang agak ngocolnya dengan blog ini, Luvah.org. Tapi blog itu masih sangat hijau dan template-nya masih pake template bawaan. Alhasil kurang memberikan mood menulis yang bagus. Mau ngerombak sih, tapi masih ga ada waktu buat Luvah.org. Masih ada tanggungan kerjaan bikin desain web. Haha, ini ceritanya saya balik lagi ke pekerjaan jadi web designer setelah sepuluh bulan jadi blogger pesanan.

Bahkan tadi sempat ngoding lagi, lumayan banyak yang lupa. Buka-buka ingatan yang dulu lagi. Yang jelas, saya sudah tahu pola rejeki itu diturunkan. Polanya adalah meskipun kamu mengejar kayak apapun, banting tulang kayak apapun, tetap saja nol jika jatahnya saat itu adalah nol. Namun, ketika memang lagi ditakdirkan banyak, kamu tidur ada yang SMS atau ngemail kalo sudah transfer sekian ratus ribu ke rekening kamu. Tapi tetap, harus berusaha mencari rejeki. Yang jelas, yang paling penting adalah melatih hati untuk memahami pola datangnya rejeki. Biar adem, biar ga stres.

Saya ga tahu rejeki apa lagi untuk pengganti kontrak yang sudah berakhir ini. Yang jelas, saya dan istri tetap optimis dan bakal mengerjakan banyak hal positif yang sekiranya mendatangkan uang. Perkara dapat uang dari yang saya kerjakan atau tidak, itu urusan belakangan. Perkara rencana dan perkiraan saya meleset, tidak masalah. Setidaknya saya mendapat pelajaran lagi. Saya tidak mau pusing lagi mikirin duit yang ga dateng-dateng. Mumpung lagi ga ada job nulis ber-deadline, saya mau nulis yang santai-santai, itung-itung buat naikin skor Domain Authority yang jebloknya ga karuan gara-gara blog dijadiin sapi perah dan kebanyakan link yang keluar. Haha.

Tulisan ini saya tulis dengan pikiran yang tenang dan santai. Saya berharap yang membaca tulisan ini juga pikirannya tenang. Haha. Jangan sampai tulisan ini malah menjadikan pikiranmu ruwet. Jangan sampai yah :D

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar