Persona Intikalia

2 Mar 2016

Negeri (Rasanya Seperti) Terlaknat

Aku percaya bahwa negeri ini sebenarnya lumayan tenteram. Huru-hara yang digemborkan media dan beberapa orang yang suka gembor-gembor adalah setting-an, haha. Mengapa mereka melakukan hal itu? Tentu saja penuh dengan tendensi. Mereka buat seakan negeri ini super terlaknat, dan bisa ditebak ujung-ujungnya adalah agar rakyat merasa tidak nyaman hidup di negeri ini, merasa sempit, merasa susah, merasa terlaknat dan golnya adalah mencela pemerintahan. Memang sengaja di-setting agar kelihatan pemerintah tidak pecus. Lalu? Tentu saja ujung-ujungnya adalah demo sana-sini, pemberontakan sana-sini. Dan kamu pasti tahu siapa yang paling diuntungkan.

Harusnya, pemerintah itu tidak takut dengan siapapun, idealnya begitu. Namun, pemerintah saat ini agak dibikin repot dengan media yang memprovokasi rakyat untuk membenci rakyatnya. Media ingin berkuasa di atas pemerintah. Ujung-ujungnya apa? Tentu saja biar pemerintah menyuap media agar diam. Tentu saja jumlah suapannya tidak kecil. Kalo kamu ga percaya, ada loh media yang satu hari saja tidak pernah tidak menyiarkan berita tentang sesosok orang. Bahkan kalo kamu cari di timeline Twitter atau Facebook, selalu saja ada yang nge-share berita tuh orang. Sampe kadang curiga. Terlalu mendewa, sangat tidak manusiawi. Haha, apa asih.

Jika dipikir-pikir, apa sih yang membuat orang itu susah? Apakah karena harta yang sedikit? Tidak juga, yang punya harta banyak juga merasakan susah. Yang membuat orang merasa susah adalah karena dia pikir hanya dia atau dia yang paling mengalami kesusahan dibandingkan orang lain. Jadi, lebih ke arah pikiran. Media kali ini memang menggiring rakyat dengan berita-berita negatif dan memang sengaja membentuk cara pikir kita agar selalu atau setidaknya terbiasa berpikir negatif. Coba kamu berhenti liat televisi, buka Facebook, baca koran, atau mengikuti berita terkini. Mungkin bisa jadi hidupmu lebih bahagia. Kebanyakan berita yang kita terima sekarang ini adalah negatif. Berita anak bangsa yang menang lomba atau prestasi lainnya pasti hanya diungkap seupil saja. Sisanya berita tentang pesimistis dan gosip-gosip.

Jika kamu merasa hidup di negeri yang penuh laknat, cobalah untuk meninggalkan semua sumber berita yang biasanya kamu baca. Rasakan kenikmatannya. Saya sudah mencobanya. Dulu tahun 2014 saya merasakan sendiri, saya merasa hidup di negeri yang akan hancur sebentar lagi, gara-gara sering baca berita. Sejak 2015, saya punya tekat untuk meninggalkan baca-baca berita. Biarin dibilang ga up to date, yang penting hidup saya terasa lebih tentram dari sebelumnya. Dan memang lebih terasa tentram ketika saya tidak tahu update berita. Tahun ini saya lebih fokuskan gimana menghasilkan uang dengan berjualan barang dan jasa. Setidaknya itu lebih bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar