Persona Intikalia

24 Okt 2016

Bagaimana Perumnas Ditangan Himawan Arief Sugoto?

[Sponsored Post]

Sejak pertama kali didirikan oleh pemerintah, Perum Perumnas yang merupakan badan usaha milik negara (BUMN) memiliki peran penting dalam menyediakan kebutuhan primer (papan) atau perumahan bagi masyarakat Indonesia. Ketika pertama kali didirikan tahun 1974, Perumnas memiliki peran yang sangat besar terhadap pembangunan perumahan di Indonesia mulai dari Sabang hingga Merauke. Namun kemudian secara perlahan mulai meredup dan kalah bersaing dengan developer swasta karena Perumnas memiliki regulasi layaknya developer biasa.



Hal tersebut kemudian menyebabkan Perumnas kesulitan untuk memenuhi ekspektasi kebutuhan akan rumah bagi masyarakat Indonesia, terutama kelas menengah ke bawah. Lebih-lebih untuk menyediakan perumahan yang berlokasi di kota.

Perumnas nampak mulai bertaji lagi sejak 2007 ketika Himawan Arief Sugoto diangkat menjadi direktur utama Perumnas. Dari tangan pria lulusan Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung ini secara perlahan namun pasti mencoba memberikan visi dan nilai yang berbeda pada Perumnas . Hal tersebut dibuktikannya ketika pertama kali diangkat untuk mewujudkan program pembangunan 1.000 Tower yang pada masa itu dicanangkan oleh Presiden SBY (Susilo Bambang Yudhoyono).

Inti dari pembangunan 1.000 Tower yang dicanangkan oleh Presiden pada masa itu adalah untuk membuat rumah susun dengan konsep partikel yang diharapkan bisa memenuhi kebutuhan rumah di perkotaan dengan lahan yang sempit. Sehingga, orang-orang yang ingin tinggal di kota tidak harus pergi dan membeli rumah di pinggir kota atau di kampung-kampung.

Sekilas Karir Panjang Himawan Arief Sugoto

Himawan Arief Sugoto lahir di Solo pada tanggal 27 April 1963. Mendapatkan gelar sarjana di Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung tahun 1990 kemudian mendapatkan gelar master Project management di Universitas Indonesia tahun 2001 dengan predikat cumlaude.

Diantara beberapa jabatan dan pekerjaan yang pernah digeluti oleh Himawan Arief Sugoto diantaranya adalah:


  1. Menjabat sebagai drainage enjiner di proyek botabek (PT lenggogeni)
  2. Chief Operation officer di PT prosys Bangun Nusantara (bagi group) tahun 2000
  3. Menjabat sebagai presiden direktur CEO di Prosys Bangun Persada (proyek group tahun 2000-2007
  4. Direktur Utama Perum Perumnas (2007-sekarang)


Perumnas dan Hermawan memiliki visi untuk menyediakan perumahan terjangkau bagi masyarakat terutama berpenghasilan menengah kebawah yang sudah diwujudkan dengan pembangunan di lebih dari 150 kota dengan 300 lokasi. Walaupun sebagian besar konsentrasi pembangunan rumah oleh Perumnas masih berada di wilayah Jawa, namun perlahan pembangunan rumah-rumah untuk rakyat Indonesia di luar pulau Jawa juga mulai dilakukan. Misalnya di Bali, Makassar, Padang, Medan, dan daerah-daerah yang lainnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar