Persona Intikalia

28 Nov 2016

Cara Menangani Anak yang Sedang Tantrum

[Sponsored Post]

Si kuning anak meong, itulah kata-kata yang kadang diucapkan Aisyah dulu. Entah kenapa dia mengatakan hal itu. Tapi yang pasti Aisyah kalau menggunakan baju warna kuning memang terlihat lebih cantik. Jadi saya suka membelikannya baju berwarna kuning.


Di usianya yang hampir tiga tahun Aisyah sudah bisa banyak hal. Bicara pun sudah lancar. Dan yang paling penting adalah dia sudah gak tantrum parah lagi seperti dulu. Mungkin karena sudah bisa berbicara dengan lancar sehingga orang di sekitar bisa memahami kata-katanya. Dulu kami kebingungan memahami keinginannya. Sehingga kalau gak tepat, dia marah.

Rasanya memang lega bisa melewati masa tantrum yang mengerikan itu. Maklumlah tantrum itu menyebalkan dan menguras emosi. Salah-salah bisa ikutan ngamuk juga orang tuanya, haha. Belum lagi kadang ada intervensi dari luar yang bikin tambah keki. Memang jadi orang tua harus paham cara mendidik anak usia dini. Betapa banyak orang tua yang gak paham cara mendidik anak kemudian malah salah menyikapi fase tantrum dengan cara yang salah. Alhasil si kecil malahan tambah merasa stres.

Saat si anak sedang tantrum, hal pertama yang harus dilakukan adalah bersabar. Hilangkan semua pikiran buruk dari benak kita. Pahamilah si kecil ini sedang merasa gak nyaman. Tanyakan baik-baik apa kemauannya. Jika memang kemauannya ini bukan hal yang bagus untuk dituruti coba untuk menawarkan hal lain. Kalau masih saja gak bisa alihkan tangisannya dengan menunjuk ke atas. Tapi ingat yang jangan sampai berbohong. Bisa dialihkan dengan bertanya, "Di atas itu ada apa ya?", "Wah, langitnya cerah sekali hari ini" atau hal lain yang penting jangan sampai berbohong.

Kalau masih tidak bisa reda tangisannya peluk dengan erat sambil mengelus punggungnya. Atau bisa juga diajak bermain air agar kemarahannya reda.

Fase tantrum ini biasanya muncul saat si kecil mulai usia satu tahun. Dulu saat Aisyah tantrum saya memang harus pintar-pintar mengalihkan perhatiannya. Entah itu dengan membuat suara-suara aneh atau mengajaknya mencari cicak di atap, haha. Memang begitulah kalau jadi seorang ibu. Harus pintar-pintar mengalihkan perhatian si anak tanpa harus berbohong.

Ya, poin gak boleh berbohong ini sangat penting. Kalau si anak sudah tahu polanya, maka percuma kalau kita mengalihkan perhatiannya. Si anak sudah gak lagi percaya. Secara gak langsung kita juga mengajarkan si anak untuk berbohong.

Jadi ingat ya jangan berbohong pada anak kecil!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar