Persona Intikalia

13 Apr 2017

Keuntungan Bisnis Properti

Di dunia ini tidak ada bisnis yang tidak menguntungkan. Namun, kamu juga harus sadar bahwa di balik sebuah keuntungan, sebuah bisnis juga tidak lepas dari ancaman kerugian. Semakin besar resiko kerugiannya, maka semakin besar juga keuntungan yang akan didapatkan. Dan orang yang paling rugi ialah yang takut rugi. Mengapa saya berkata begitu? Tentu saja karena orang yang takut rugi tidak akan berani mencoba hal baru atau mencoba bisnis yang mengandung kerugian. Padahal sampai saat ini tidak ada satu pun bisnis yang tidak punya resiko kerugian.


Namun, jika kamu sadar mengenai pola dari berbisnis ini kamu tidak akan takut rugi. Rugi itu pasti ada, namun bukan berarti akan terus menerus mengalami kerugian. Suatu saat akan mengalami keuntungan berdasarkan besar resiko kerugiannya. Salah satu bisnis yang memiliki resiko besar adalah bisnis properti. Mengapa saya menyebutkan mempunyai resiko yang besar? Tentu saja karena bisnis ini membutuhkan modal yang lumayan besar hingga modal yang sangat besar. Dari besarnya resiko tersebut, tentu saja keuntungan yang didapatkan dari bisnis properti ini juga besar.

Ada beberapa bentuk bisnis properti yang bisa kamu jalankan. Bisnis di perumahan, bisnis apartemen, hingga bisnis memasarkan produk seperti rumah, lahan tanah, apartemen milik orang lain; istilahnya kamu menjadi makelar. Banyak sekali sekarang kamu jumpai di internet website yang menawarkan properti orang lain. Ini sudah menjadi hal yang biasa. Jika dulu orang menawarkan rumah melalui mulut ke mulut, sekarang penawaran lewat internet sangat prospek. Apalagi jika kamu bisa membuat website yang bisa mendatangkan keuntungan bagimu lewat menawarkan properti milik orang lain. Buktinya banyak sekali website yang bergerak di bisnis properti, hal ini menunjukkan bahwa untung yang mereka dapatkan tidak main-main.

Saya pernah mendengar sendiri tetangga saya yang mendapatkan untung banyak dari bisnis properti ini. Ceritanya dia menjadi makelar sebuah penjualan lahan yang cukup luas seharga miliaran rupiah. Dari penjualan tersebut ia mendapatkan untung sebesar 50 juta rupiah. Bayangkan, hanya menjadi lidah penyambung antara penjual dan pembeli saja bisa mendapatkan keuntungan yang besar. Dan itu angka yang lumayan jika dibandingkan dengan karyawan yang bekerja 10 bulan dengan gaji tiap bulannya 5 juta. Inilah mengapa dari dulu orang yang berdagang atau menjadi makelar itu lebih bisa cepat kaya daripada karyawan kebanyakan. Karena memang orang yang berdagang atau makelar harus menuangkan segala kemampuannya untuk bisa menjadi yang terbaik dan memberikan yang terbaik pada pembeli.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar