Persona Intikalia

8 Mei 2015

Halal dan Haram

Ada beberapa orang nyeletuk, "Cari yang haram aja susah, apalagi cari yang halal". Kadang sebel dengernya. Biasanya orang yang seperti ini dalam hidupnya penuh dengan kesusahan dan menghalalkan segala cara. Efeknya, dia sangat susah payah dalam mencari rejeki, ga peduli halal atau haram, yang penting sikat.

Beda dengan orang yang hidupnya susah, tapi tidak menghalalkan segala cara. Mereka bertahan dengan yang halal, karena mereka tahu bahwa kesusahan ini akan sirna cepat atau lambat. Semua adalah masalah waktu.

Polanya, dalam hidup ini, jika seseorang berkubang dalam hal yang haram, maka dia akan sulit mendapatkan hal yang halal. Sebaliknya, jika seorang berkubang dalam hal yang halal, maka dia dipersulit dalam mendapatkan yang haram. Jika tidak percaya, amatilah sekitarmu.

Sebenarnya ucapan "cari yang haram aja susah, apalagi cari yang halal" adalah perkataan orang yang putus asa. Dan sifat orang tersebut biasanya tamak. Ga percaya, coba aja amati orang yang omongannya kayak gitu. Seandainya dia ditakdirkan mempunyai uang yang banyak, dia akan tetap tidak puas, dan mencampurnya dengan yang haram pula.

Kalo mau berpikir jernih, justru mencari yang halal itu sebenarnya lebih mudah. Contohnya, orang yang kerja normal, maka dia akan mendapatkan upahnya setelah kerja. Dia pun akan tenang ketika menerima upah. Sangat berbeda dengan seorang pencuri. Dia akan datang dan pergi mengendap-endap. Selain itu, di hatinya akan penuh kekhawatiran takut ketahuan.

Dari hal ini saja sudah jelas, bahwa yang halal itu lebih mudah, walaupun lebih capek. Toh capek dibawa tidur, besok udah hilang. Sedangkan kalo mencuri, perasaan khawatir itu tidak akan hilang ketika bangun tidur. Dan hal ini lebih melelahkan. Beberapa orang jahat mati bukan karena dibunuh, namun karena stres dihantui dengan kejahatan yang telah dia perbuat.

Udah ah gitu aja.

8 komentar:

  1. ada yang ngomong gitu jadi bahan tulisan ya, hahaha. itu omongan orang males pikir panjang dan gak peduli dengan tanggung jawab akhirat

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, mbak
      gemes aja, berasa dia yang paling sengsara di dunia
      padahal banyak yang lebih sengsara, namun tetap menempuh jalan halal

      Hapus
  2. Mindsetnya malah seperti mncari yg haam dulu sih, , ya.

    BalasHapus
  3. Nonjok banget tulisannya, John. Ngangkat morilku banget. Thank udah menyemangati secara nggak langsung. Yah bener sih, segalanya soal waktu aja, yang penting tetep berusaha kan yah, hehehe. ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener nuel, semua soal waktu saja
      kan tidak mungkin menanam benih, langsung tumbuh

      Hapus
  4. setuju ma postingan ini...ungkapan itu cenderung sebagai justifikasi atas tindakan2 mereka yang menggunakan berbagai cara buat cari rejeki, tanpa pandang halal haram...
    padahal kalo tau efeknya rejeki haram didalam tubuh dan buat generasi keturunan..bisa merinding ampe pingsan tu orang2..
    mudah2an kita semua istiqomah buat cari rejeki yang halal dan barokah..

    BalasHapus
  5. yang halal lebih tenang

    BalasHapus