Persona Intikalia

12 Mei 2017

Sesuatu yang Gratis atau Murah, Risikonya Pasti Tinggi

Beberapa hari yang lalu ada promo domain gratis .NET di banyak provider domain. Itu adalah hal yang biasa, apalagi saya adalah salah satu dari sekian blogger yang hobi banget berburu domain murah dan gratis. Saya tahu bahwa hobi saya ini punya risiko yang tinggi, dan ga cocok buat orang yang baperan.


Ada beberapa kejadian yang menimpa saya saat berburu domain murah dan gratis ini. Saya masih ingat tahun lalu saat berburu domain .NET gratis, saya kalah cepat membeli nama domain tersebut. Kug bisa sama-sama membeli domain yang sama? Jawabnya adalah karena memang saya belinya domain expired. Dan nasib domain expired itu sangat banyak yang memburu. Saya harus rela kehilangan kesempatan mendapatkan domain tersebut karena saya ikutan program domain gratis yang tentunya diproses lebih lama.

Tak lama dari kejadian itu, saya juga pernah mengalami domain yang dibeli oleh dua orang di provider yang sama. Lucunya saya bisa mengotak-atik Nameserver-nya juga, begitu juga dengan orang yang kedua. Namun, ternyata saya harus rela menerima kenyataan bahwa saya kalah dalam kasus ini. Pemilik satunya lebih cepat dalam memproses pembeliannya. Akhirnya saya ikhlaskan dan dana bisa refund dalam bentuk saldo.

Kejadian ketiga adalah saat mendaftarkan domain .NET gratis untuk adik saya. Ini juga kasus yang cukup unik. Di email adik saya tertulis bahwa domain sudah berhasil diproses. Di dasbor pengelola domain juga tertulis aktif. Sayangnya saat saya mencoba mengubah Nameserver-nya ada yang tidak beres. Ada pemberitahuan bahwa domain tersebut error.

Usut cari usut lewat pengecek domain Who.is saya akhirnya menemukan fakta yang sedikit pahit. Ternyata domain tersebut masih belum terbeli. Lucu memang. Sepertinya provider yang mengadakan promo .NET gratis ini terlewat mendaftarkan domain untuk adik saya ini.

Akhirnya saya pun mencoba untuk menghubungi customer service provider ini. Setelah chat beberapa menit, akhirnya ada email masuk di email adik saya. Ada pemberitahuan pembelian domain tersebut berhasil diproses. Saya cek lagi, alhamdulillah ternyata domain sudah terbeli. Saya juga sudah mencoba mengubah Nameserver-nya dan berhasil. Keren banget nih provider. Sudah membelikan domain .NET pesanan tersebut. Padahal kalau dipikir-pikir, kan saya dapatnya gratis. Hehe.

Memang sesuatu yang gratis atau murah itu risikonya pasti tinggi. Ada sebuah perkataan yang cukup saya ingat sampai sekarang, "murah kok mau selamat". Untuk itulah kadang untuk sesuatu yang penting, saya lebih pilih bayar yang mahal saja asal ada jaminan.

1 Mei 2017

Meninggalkan Sejenak

Akhir-akhir ini terasa sekali bahwa aku sudah sangat jarang menulis. Padahal kerjaan spammer sudah berhenti, namun masih ada kerjaan lainnya yang menunggu untuk diselesaikan. Ceritanya nih saya mulai Maret lalu dapat kerjaan bikin web berbasis PHP murni, bukan framework. Bisa kamu bayangkan sendiri bagaimana susah dan capeknya. Tidak seperti membuat theme WordPress yang bisa selesai dalam waktu 2 minggu, kerjaan web kali ini 2 bulan saja masih belum selesai dan meninggalkan banyak bug yang harus diperbaiki.

Meskipun pekerjaan bikin web kali ini sempat menyita banyak waktu dan pikiran, tapi aku bener-bener merasa senang dan menikmati. Ilmu tentang algoritma pemrograman yang aku dapatkan selama kuliah sangat berperan penting dalam projek web kali ini. Kadang sampai larut malam pun aku ga bisa tidur karena mikirin bagaimana algoritma yang pas agar permasalahan yang aku dapatkan bisa selesai. Sampe segitunya yah? Iya, begitulah jika sudah cinta. Sampe tidak bisa tidur, gara-gara kepikiran.

Sore ini sebenarnya iseng aja menyempatkan nulis di blog ini karena sudah capek ngoding. Ngeblog memang dari dulu bisa jadi obat saat aku capek dan bosan. Curhat ke sana ke mari, menulis apa pun yang ada di otak. Bahkan dulu hampir tiap minggu menulis lebih dari satu tulisan di blog ini. Tentu saja karena zaman itu masih seru-serunya, banyak teman ngeblog. Sekarang? Sudah sedikit sekali bloger yang aku kenal dulu yang sekarang masih aktif nulis. Sepertinya mereka sudah sibuk dengan kehidupan nyata masing-masing, meninggalkan sejenak, lalu lupa kalo mereka punya blog yang harus diisi. Haha. Salah satu bloger yang aku rindukan tulisannya adalah Gaphe, terakhir dia update 31 Mei 2013 lalu. Entah gimana kabarnya sekarang. Bukan berarti aku tidak merindukan tulisan bloger lainnya loh yah.

22 Apr 2017

Cerita MPASI Pertama Aisyah

Setelah punya anak rasanya memang banyak hal yang harus dipikirkan, mulai dari makanan, jam tidur, kebersihan mandi, bahkan sampai pupnya aja dipikirin. Apalagi kalau lagi bedegelen atau sembelit, udah deh panik banget lihatnya. Mana anak nangis emaknya juga bingung. Biasanya sembelit memang dialami oleh bayi yang sudah mulai makan makanan pendamping ASI. Penyebabnya bisa karena alergi makanan atau bisa saja kurang minum dan serat. Tapi menurut saya yang paling ngefek itu banyakin minum air putih atau ASI jika sudah mulai makan makanan pendamping ASI.


Dulu saya bingung banget makanan seperti apa sih yang bagus buat anak. Sehingga saya memutuskan untuk memberikan Aisyah MPASI home made. Selain karena saya juga punya waktu luang untuk nyiapin, saya juga agak anti dengan MPASI instan. Tapi ya, itu semua kan tergantung prisip para ibu masing-masing ya. Saya gak mau menjudge macem-macem pada ibu yang memberikan MPASI instan. Karena memang gak bisa dipungkiri MPASI instan ini praktis banget dan mudah disukai oleh anak.

Kalau ngomongin tentang MPASI memang gak ada habisnya. Ada yang bilang MPASI pertama paling bagus ya diberikan serealia atau makanan yang berupa biji-bijian. Seperti macam-macam beras. MPASI pertama Aisyah memang saya berika bubur beras merah pecah kulit yang katanya memang makanan sehat untuk anak. Awalnya Aisyah memang doyan banget dan saya berikan tiga hari berturut-turut untuk melihat reaksi pencernaanya terhadapa makanan ini. Dan ternyata gak alergi.

Kalau masih awal-awal MPASI memang gak sulit untuk menemukan menu MPASI. Biasanya udah mulai bingung itu ketika si kecil mulai mengerti makanan enak, haha. Bayi juga pengen makan enak loh, hihi. Kalau pada Aisyah fase kepengen makan enak ini sejak dia satu tahun. Dia suka dengan makanan yang punya rasa gak cuma asin aja, tetapi juga agak manis atau asam. Aisyah memang suka makanan yang gurih-gurih. Sempat saya buatkan udang kecap mentega, dan ternyata dia doyan banget. Tapi ya gitu gak dimakan pake nasi tapi dicemil, haha.

Dari kecil saya juga mengenalkan Aisyah dengan ikan. Pertama karena memang saya doyan ikan. Jadi biar ada temen makan ikan karena suami gak doyan ikan, hihi. Lagi pula biar Aisyah lebih fleksibel juga makana segala macam.

Nah kalau kam punya cerita MPASI apa nih?

21 Apr 2017

21 April, Hari Poligami di Indonesia

Dulu, waktu saya masih kecil, kerap kali ada peringatan Hari Kartini. Ya yang namanya anak kecil kan mana tahu, asal ikut-ikutan aja apa yang diinstruksikan oleh guru. Jadi, pas tiap tanggal 21 April ini biasanya pakai baju adat buat meringatin Hari Kartini.


Saat agak gedean dikit, seumuran SMP lah, saya baru tahu kalo ternyata Kartini ini digadang-gadang sebagai perempuan yang sangat membela dan memperjuangkan hak-hak wanita. Sudah sampai di sana saja penjelasan yang saya dapat. Guru-guru SMP dulu juga tidak pernah menyenggol pribadi Kartini secara mendalam.

Ketika sudah beranjak lebih gede lagi, sekitar SMA lah, baru tahu ternyata Kartini ini bukan istri pertama. Dia istri kesekian dari seorang bupati. Dan anehnya ini jarang diungkap oleh pelajaran di sekolah maupun media. Hanya diambil sisi emansipasi wanitanya saja.

Sekarang saya pun jadi ragu mengapa mereka menggangkat Raden Ajeng Kartini sebagai tokoh emansipasi wanita di Indonesia. Jangan-jangan mereka salah angkat tokoh yah. RA Kartini kan sangat mendukung poligami. Toh, buktinya sampai akhir hayat beliau, beliau tidak pernah dikabarkan melakukan gugat cerai terhadap suaminya.

Jangan-jangan, 21 April ini sebenarnya secara tidak langsung memperingati Hari Poligami Nasional. Hari di mana seorang perempuan bermartabat nan cerdas yang rela dipoligami oleh seorang Bupati. Dan bukan berarti ketika seorang dipoligami itu menderita. Justru sebaliknya, buktinya Kartini masih mampu dan sempat memperjuangkan hak-hak perempuan dalam hal pendidikan.

Ah, kug malah mikir sampai segitunya ya saya. Haha. Tapi, ngomong-ngomong, Selamat Hari Poligami Nasional yah ;)

20 Apr 2017

4 Kiat yang Membantu Menentukan Baju Anak Laki-laki Supaya Selalu Modis

Memilihkan baju anak laki-laki kini semakin terasa menyenangkan sebab pilihan modelnya lebih variatif sehingga tidak semonoton dulu. Ibu-ibu yang gemar mendandani anak supaya terlihat modis tentu tidak akan mengalami kesulitan sehingga anaknya terlihat semakin tampan. Berbagai model baju yang lucu dan juga unik bisa dibeli, baik di mall maupun di pasar, alternatif lain tentu saja berbelanja secara online. Banyaknya tempat belanja yang bisa didatangi membuat setiap orangtua bisa memilihkan pakaian terbaik.


Selektif Menentukan Gaya Busana Anak

Cara orangtua berpakaian akan menurun pada anaknya, sehingga tidak salah jika banyak orang berujar anak-anak adalah refleksi orangtuanya. Betapa tidak, sebab orangtua akan memilihkan pakaian anak yang sesuai dengan selera mereka. Saat masih kecil tentu anak-anak tidak akan menolak Anda memakaikannya pakaian model apapun. Kecuali jika sudah beranjak dewasa terutama di usia remaja maka mereka akan sudah mampu menentukan model pakaian sesuai kepribadian.

Memilihkan baju untuk buah hati haruslah tepat, sebab banyak hal akan ikut terpengaruh dari gaya berpakaian yang Anda ajarkan. Adapun efek dari gaya busana ini antara lain:
  1. Membentuk ciri khas dalam berpakaian dan kerap dibawa sampai anak tumbuh dewasa.
  2. Membangun karakter anak apakah suka memakai pakaian yang minim atau pakaian yang lebih tertutup.
  3. Mempengaruhi kenyamanan anak sebab lewat pakaian akan menentukan mereka bebas bergerak atau justru sebaliknya.

Kiat Menjadikan Anak Lelaki Selalu Modis

Orangtua ingin menjadikan anak-anaknya bahagia dan bisa dimulai dari hal sederhana termasuk dalam menentukan baju anak laki-laki mereka. Supaya anak lelaki selalu terlihat modis rupanya ada kiat tersendiri, seperti:

1. Update mengenai model baju terbaru

Teruslah update informasi mengenai model baju anak-anak terkini, khususnya untuk anak laki-laki Anda. Sehingga memperoleh referensi model yang terbaru untuk membuat penampilan buah hati selalu modis dan tidak kalah dengan anak perempuan. Seringnya baju model terbaru ini disuguhkan merek ternama, memang perlu budget besar maka pertimbangkan dengan baik.

2. Memperhatikan gaya berpakaian anak selebriti

Kalau kesulitan mencari informasi model terkini dari brand baju anak-anak maka bisa beralih kepada penampilan anak selebriti. Kehidupan selebritis di tanah air sampai luar negeri memang selalu disuguhkan setiap hari. Otomatis Anda bisa meniru gaya berpakaian anak-anak pesohor tersebut dan dijamin anak Anda pun tidak kalah modis nya. Mengikuti gaya busana anak-anak orang kaya tidak harus mengeluarkan budget sama bisa memilih versi hematnya.

3. Bandingkan koleksi beberapa toko langganan

Saat berbelanja baju terbaru untuk buah hati usahakan untuk tidak sekedar masuk ke satu toko, melainkan beberapa toko pakaian anak sekaligus. Anda akan lebih mudah menemukan model baju anak lelaki yang menarik dan paling menarik diantara semua toko pakaian yang telah dikunjungi. Jauh lebih puas dan memastikan tidak salah pilih sebab sudah melihat koleksi semua toko, dijamin Anda pun membuat penampilan anak di rumah semakin menarik.

4. Perluas wawasan dan seringlah bersosialisasi

Memperluas wawasan akan membantu Anda update dunia fashion anak-anak, sehingga buah hati di rumah bisa tampil selayaknya orang dewasa yang super modis. Pertimbangkan untuk rutin jalan-jalan ke mall, bertemu dengan sahabat yang asyik, dan bisa pula memilih bersosialisasi secara online. Yakni memanfaatkan media sosial untuk mengetahui bagaimana orangtua lain mendandani anak lelaki nya. Menentukan baju anak laki-laki pun semakin mudah, dan kiat ini wajib sekali dicoba.