Persona Intikalia

21 Mei 2015

Tip Membuat Aturan

Banyak sekali aturan yang ada di dunia ini. Setiap orang pasti punya aturan untuk dirinya sendiri, dan kadang suka ngatur-ngatur orang lain yang tidak mau diatur oleh dirinya, hehe. Bodoh sekali kadang melihat orang yang membuat aturan untuk dirinya sendiri, tapi dipaksakan untuk berlaku buat orang lain. Misal nih, sangat lazim di zaman ini remaja harus punya pacar. Aturan dari mana coba? Dan parahnya, aturan itu dipaksakan untuk digunakan oleh orang lain.

Saya pernah mengalami masa-masa jomblo dan sering kali mendapatkan cibiran karena jomblo. Aneh kan? Saya sendiri punya aturan tidak ingin pacaran, sedangkan orang lain punya aturan kalo semua remaja harus punya pacar. Dan orang lain memaksa saya untuk punya pacar. Kadang saya merasa sedih dengan mereka. Mereka buat aturan untuk diri mereka sendiri, dan menyusahkan diri mereka sendiri, dan dengan wajah sok suci mengajak orang lain untuk ikutan susah kayak mereka. Dan mereka lebih syok lagi ketika saya menikah, dan mereka belum.

Buatlah aturan yang mudah dan memudahkan. Hidup ini sudah sulit, jangan dibikin sulit lagi. Ada aturan yang tidak lebih dari tidak masuk akal lagi. Ketika saya main ke rumah kerabat, saya diceramahin segala macem. Dinasehatin supaya ga boleh punya anak banyak. Tahu ga, yang nyeramahin itu punya anak empat. Dan saya masih punya anak satu, emang sih lagi hamil istriku, jadi mau punya anak dua. Aneh kan? Baru punya anak satu udah diceramahin ini itu. Saya sih masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Kenapa begitu? Yang ceramah tidak mencerminkan isi ceramahnya, hehe. Jadi anggap saja itu cerita fiksi dan tak pernah jadi fakta.

Kadang orang-orang di sekitar kita naif. Mungkin itu karena penyesalan yang dia rasakan atau kesedihan yang tidak bisa diceritakan, dan ujungnya menceramahin orang lain dan maksa mengikuti aturannya. Saya percaya tiap orang punya aturan untuk hidupnya sendiri-sendiri, dan tidak ingin orang lain menginterfensinya. Saya sih biasanya kalo udah dicerahamin cuma nyengir aja kayak kebo.

Sekali lagi, buatlah aturan yang mudah dan memudahkan. Jangan ikuti aturan orang lain yang ga relevan dengan kehidupanmu. Yang tahu apa yang kamu rasakan adalah dirimu. Jangan sekali-sekali membandingkan hidupmu dengan hidup orang lain. Kondisinya tentu berbeda. Butuh penyikapan dan solusi yang berbeda. Saya selalu berusaha membuat aturan yang mudah untuk diri saya, istri saya, dan anak-anak saya nantinya. Saya tidak ingin menderita karena tuntutan-tuntutan sosial yang ga masuk akal. Contohnya apa yang ga masuk akal? Banyak. Cari aja sendiri, hehe.

Jika belum mampu menikah, ya jangan ngoyo. Apalagi kalo emang belum ada calonnya (yang pas). Karena saya yakin banyak sekali jumlah wanita, namun kadang tidak pas. Jika belum mampu beli ini itu, ya jangan beli. Toh kalo ga beli ga sampe mati kan? Tidak usah memaksakan kehendak. Cukuplah Alloh saja yang berhak memaksa. Toh kalo Alloh maksain kehendak, pasti ujung-ujungnya enak, cuma kadang butuh ilmu untuk memahami hikmahnya.

Udah gitu aja. Tip membuat aturan yang pertama adalah buatlah aturan yang mudah dan memudahkan. Jangan memaksakan kehendak (aturan) yang kamu buat untuk berlaku pada orang lain. Tiap orang punya kondisi yang berbeda, tentu solusi masalahnya pasti beda.

Bunga KPR Termurah

Memiliki rumah yang anda idamkan kini bukan menjadi hal yang mustahil untuk didapatkan. Melaui KPR anda dapat membeli rumah, apartemen, atau ruko dengan mudah dan dengan cara mengangsur. Pembelian dengan cara KPR dapat dilakukan pada tempat tinggal baru ataupun second.

Tentu saja Kredit Pemilikan Rumah atau KPR ini bisa sangat membantu anda. Karena pembayaran dilakukan dengan kredit yang artinya dapat dicicil. Pembelian dengan cara KPR dapat dilakukan disertai uang muka atau tanpa uang muka. Pengajuan kredit ini dapat dilakukan pada bank yang anda minati. Tentunya karena ini kredit maka akan tetap dibebankan bunga.


Bicara mengenai bunga yang dibebankan, saat ini bank telah menawarkan produk dengan bunga kpr termurah. Artinya bank berani menawarkan bunga yang rendah, sehingga dapat menarik perhatian masyarakat. Yang dimaksud dengan bunga ini adalah, jumlah uang yang harus diberikan kepada pihak bank diluar harga pokok. Dengan banyaknya penawaran dari berbagai bank ini, tentu saja anda harus pandai-pandai membandingkan satu dengan yang lainnya. Setelah itu ada baiknya anda menghitung dulu banyaknya cicilan yang harus diberikan setiap bulannya, berdasarkan ketentuan bunga yang diberikan.

Tunggu apalagi, sudah saatnya anda memiliki rumah idaman dengan cepat, mudah, dan sesuai dengan yang anda inginkan. Jangan lupa untuk menyesuaikan cicilan perbulannya dengan jumlah gaji anda.

Masakan Indonesia Tahu Gimbal Khas Semarang

Tahu Gimbal merupakan masakan Indonesia khas Kota Semarang. Makanan yang satu ini terdiri dari potongan tahu goreng, lontong, rajangan (irisan) kol mentah, taoge, telur serta gimbal (udang yang digoreng dengan balutan tepung). Makanan ini dihidangkan dengan campuran bumbu kecap yang sangat khas karena memanfaatkan petis udang. Beda halnya dengan saus kacang pada pecel Madiun yang cenderung lebih kental, saus bumbu kacang pada tahu gimbal justru sedikit encer.


Adapun yang sangat khas dari tahu gimbal yaitu gimbalnya itu sendiri. Gimbal merupakan semacam bakwan goreng dengan isian udang. Gimbal umumnya digoreng garing dengan adanya perpaduan rasa yang tepat antara manis, gurih dan pedas. Sama halnya seperti tahu lontong, gimbal disajikan dengan dipotong kecil-kecil terlebih dahulu menggunakan gunting khusus. Di Kota Semarang cukup banyak penjual kuliner Indonesia yang satu ini, misalnya seperti di sepanjang Jalan Pahlawan setiap malam hari, di sekitar area Taman KB hingga Masjid Baiturrahman Semarang,

Bagi anda yang berminat untuk berkreasi dengan menu masakan Indonesia dari Semarang ini, sudah cukup banyak pihak yang merilis kreasi menu tahu gimbal melalui media internet seperti blog atau website yang dapat anda praktikkan sendiri di rumah. Untuk memberikan cita rasa kuliner yang khas Indonesia, kecap Bango siap membantu anda menyajikan tahu gimbal ala dapur rumah tangga dengan cita rasa istimewa dari nusantara.

19 Mei 2015

Alhamdulillah 'Ala Kulli Hal

Alhamdulillah 'ala kulli hal. Hari ini telah selesai ujian progres Tugas Akhir a.k.a. Skripsi. Beberapa hari yang lalu, saya benar-benar dibuat tidak bisa tidur nyenyak buat ngejar deadline. Sebenarnya ini sih belum selesai, masih ada pengumpulan buku dan sidang yang sebenarnya bulan depan. Namun, setidaknya dari sidang ini saya lega. Selanjutnya akan lebih terasa mudah.

Kenapa lebih mudah? Entahlah, sidang progres itu berasa lebih greget, karena emang di sidang ini adalah penentu bisa maju sidang sebenarnya atau tidak. Mau tidak mau harus mati-matian ngerjain sampe terlihat progres yang bener-bener bisa dianggap bisa diselesaikan sebelum maju sidang di jurusan. Hari-hari berikutnya, saya masih tetap sibuk, namun tidak seperti beberapa hari kemarin.

8 Mei 2015

Halal dan Haram

Ada beberapa orang nyeletuk, "Cari yang haram aja susah, apalagi cari yang halal". Kadang sebel dengernya. Biasanya orang yang seperti ini dalam hidupnya penuh dengan kesusahan dan menghalalkan segala cara. Efeknya, dia sangat susah payah dalam mencari rejeki, ga peduli halal atau haram, yang penting sikat.

Beda dengan orang yang hidupnya susah, tapi tidak menghalalkan segala cara. Mereka bertahan dengan yang halal, karena mereka tahu bahwa kesusahan ini akan sirna cepat atau lambat. Semua adalah masalah waktu.

Polanya, dalam hidup ini, jika seseorang berkubang dalam hal yang haram, maka dia akan sulit mendapatkan hal yang halal. Sebaliknya, jika seorang berkubang dalam hal yang halal, maka dia dipersulit dalam mendapatkan yang haram. Jika tidak percaya, amatilah sekitarmu.

Sebenarnya ucapan "cari yang haram aja susah, apalagi cari yang halal" adalah perkataan orang yang putus asa. Dan sifat orang tersebut biasanya tamak. Ga percaya, coba aja amati orang yang omongannya kayak gitu. Seandainya dia ditakdirkan mempunyai uang yang banyak, dia akan tetap tidak puas, dan mencampurnya dengan yang haram pula.

Kalo mau berpikir jernih, justru mencari yang halal itu sebenarnya lebih mudah. Contohnya, orang yang kerja normal, maka dia akan mendapatkan upahnya setelah kerja. Dia pun akan tenang ketika menerima upah. Sangat berbeda dengan seorang pencuri. Dia akan datang dan pergi mengendap-endap. Selain itu, di hatinya akan penuh kekhawatiran takut ketahuan.

Dari hal ini saja sudah jelas, bahwa yang halal itu lebih mudah, walaupun lebih capek. Toh capek dibawa tidur, besok udah hilang. Sedangkan kalo mencuri, perasaan khawatir itu tidak akan hilang ketika bangun tidur. Dan hal ini lebih melelahkan. Beberapa orang jahat mati bukan karena dibunuh, namun karena stres dihantui dengan kejahatan yang telah dia perbuat.

Udah ah gitu aja.