Persona Intikalia

28 Okt 2016

Persiapan yang Dilakukan Sebelum Melahirkan

[Sponsored Post] Semua cewek yang sudah menikah pasti ingin menjadi wanita yang sempurna dengan melahirkan anak. Sayangnya ada beberapa orang yang memang diuji dengan lamanya memiliki momongan. Bahkan ada yang sampai tua pun tak kunjung memiliki momongan karena memang mandul. Kemandulan ini bisa disebabkan oleh sang suami, bisa juga disebabkan oleh sang istri. Namun, setiap hal yang terjadi di bumi ini pasti memiliki hikmah. Untuk itu kita harus selalu bersyukur dengan keadaan yang kita miliki. Semua sudah diberi porsi ujian masing-masing. Begitu juga dengan orang yang bisa hamil, mereka juga diberikan cobaan dalam bentuk lain. Ada beberapa orang yang sudah melakukan persiapan untuk melahirkan jauh-jauh hari, ternyata harus menelan pil pahit bahwa dia keguguran saat janin berumur 5 bulan. Namun, itu pun tetap harus dijalani dengan bersabar. Karena setiap kesabaran, pasti membuahkan manis di akhirnya.


Berbicara tentang persiapan yang dilakukan sebelum melahirkan, saya sebagai seorang suami cukup dikatakan sudah berpengalaman dalam hal ini. Istri saya sudah pernah hamil 4 kali. Empat kali? Pasti kalian kaget yah. Hehe. Sayangnya dari keempat kehamilan itu hanya 2 yang berhasil sampai tahap melahirkan, dua sisanya gugur sebelum 4 bulan. Itu memang cobaan sendiri bagi saya dan istri untuk bersabar atau tidak. Setidaknya dari 4 kali hamil itu, saya mendapatkan banyak pelajaran berharga mengenai apa saya yang harus dipersiapkan menjelang melahirkan. Apa saja itu? Berikut ulasannya.

Cari Info Sebanyak-banyaknya

Jauh sebelum istri saya melahirkan, intinya ketika istri saya sudah positif hamil pertama, saya dan istri rajin mencari info mengenai persiapan untuk melahirkan. Entah itu melalui buku, internet, atau langsung bertanya kepada ibu dan mertua saya. Ya, meskipun kadang ada informasi yang lebih menjurus kepada mitos-mitos saat melahirkan. Untuk memastikan itu mitos atau tidak, kamu biasanya kroscek dulu ke buku yang kami beli atau lewat forum-forum mengenai ibu hamil yang ada di internet. Bagaimana pun mengetahui kebenaran dan meninggalkan mitos itu sangat perlu dalam segala hal, apalagi dalam perencanaan melahirkan buah hati kita.

Konsultasikan Kehamilan ke Dokter Kandungan

Biasanya saya dan istri setelah mendapatkan banyak info dan ada yang merasa meragukan, kami tanyakan ke dokter kandungan tempat istri saya periksa. Bagaimana pun dokter kandungan pasti lebih tahu mana info yang benar, mana info yang salah. Selain informasi yang benar, biasanya ketika istri saya umur kehamilannya 6 bulan, biasanya dokter kandungan akan memberikan resep yang tujuannya agar janin di perut istri saya menjadi janin yang sehat dan cerdas. Saya merasakan efek dari resep itu di anak saya yang pertama. Alhamdulillah, dia sekarang menjadi anak yang sehat, cerdas, dan kreatif.

Oh yah, bagi kamu sebagai suami, kamu jangan sungkan-sungkan untuk ikut serta masuk ke dalam saat istri kamu diperiksa oleh dokter kandungan. Justru itu saat yang tepat untuk mengetahui apa saja sih yang harus dilakukan oleh seorang suami persiapan menjelang melahirkan pada istri. Mulai dari hal yang berbentuk fisik maupun dalam bentuk psikis. Suami harus perhatian.

Perbanyak Hubungan Intim Saat Mendekati Masa Melahirkan

Poin ini mungkin terdengar saru yah. Sebenarnya tidak. Pada awal kehamilan, suami harus sabar untuk mengurangi hubungan intim dengan istrinya. Boleh berhubungan tapi dengan cara yang halus. Namun, ketika sudah mendekati melahirkan justru dianjurkan untuk sering berhubungan intim. Sering berhubungan intim ini juga termasuk persiapan untuk melahirkan loh.

Kamu pernah menjumpai orang yang hamil dan mengalami gatal-gatal yang hampir tidak bisa diobati? Istri saya juga mengalami hal itu saat kehamilan anak saya yang kedua. Pasalnya memang saya dan istri lagi long distance relationship. Dia lagi di Purwokerto di rumah mertua, saya lagi di Surabaya karena harus kuliah. Dia sampai ke dokter kandungan buat minta resep buat ngilangin gatal-gatal itu, tetap saja tidak berhasil. Namun setelah saya masa liburan, saya ke Purwokerto. Eh tiba-tiba penyakit gatal-gatalnya hilang setelah beberapa hari saya di Purwokerto. Ajaib bukan? Itulah pentingnya sentuhan seorang suami terhadap istri yang sedang melahirkan.

Selain menghilangkan gatal-gatal, hubungan intim ini bisa mengurangi rasa takut istri saat akan melahirkan. Hubungan intim ini bisa memacu otak untuk rileks. Selain membuat rileks, ternyata juga berguna untuk menyiapkan jalan si bayi keluar dan melatih "otot" sang istri mengejan saat melahirkan. Memang terkesan saru, tapi ilmu pengetahuan tentang persiapan untuk melahrikan ini harus diketahui oleh pasangan suami istri.

Di sisi lain dari memperbanyak hubungan intim ketika hendak masa melahirkan, suami juga diuntungkan dan dipuaskan terlebih dulu. Karena nanti ketika istri sudah melahirkan, maka suami harus puasa berhubungan hingga 40 hari sampai istri bersih dari masa nifasnya.

Itulah beberapa poin yang harus kamu persiapkan untuk melahirkan menyambut buah hati yang ada di kandungan istrimu. Semoga info ini bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar