Persona Intikalia

16 Jan 2012

Membenci Diri Sendiri

Mungkin aku mulai membenci diriku sendiri. Aku mulai terbawa emosiku. Lebih tepatnya aku menuruti keinginanku tanpa berpikir dua kali sebelum melakukannya. Di sisi lain, temanku menyebut apa yang aku alami itu 'trauma'. Aku pun juga menganggap itu trauma mendalam yang mungkin tak bisa aku selesaikan dalam waktu satu atau dua tahun, bahkan kini hingga sepuluh tahun lebih trauma itu terus menghantui pikiranku. Sepertinya ini bermula dari sebuah penyesalan terhadap hal yang tak 'kan mungkin kembali.

Berubah, aku juga mulai berusaha berubah. Namun, tetap saja niatku itu akhirnya kandas di tengah jalan. Banyak faktor yang mempengaruhinya. Ketika aku mulai menghilangkan trauma itu dengan cara lain, cara itu malah menghasilkan masalah baru. Rumit, hidup ini memang penuh kerumitan. Di sisi lain aku perlu teman hidup, di sisi lain aku harus merealisasi timeline yang sudah aku buat dan bersabar. Tapi mengapa di tengah jalan aku tidak bisa mengontrol diriku sendiri. Aku terlalu menggampangkan diriku sendiri dalam mengambil keputusan. Berucap dan kemudian aku menyesalinya.

Aku harus sabar. Aku tak boleh membenci diriku sendiri, karena itu akan menambah kerusakan yang telah aku lakukan. Sebenarnya aku ingin berteriak kencang, namun aku tak menemukan tanah lapang. Sebenarnya aku ingin menangis, tapi air mataku telah habis. Aku ingin menyepi dan menjauh dari intikali. Intikali benar-benar telah banyak merubahku lima tahun terakhir ini. Mungkin ini memang takdirku, aku harus segera memperbaikinya sebelum benar-benar hancur. Lebih baik aku mengunci mulutku. Lebih baik aku mengunci tanganku juga agar tak menulis hal-hal yang membawa kehancuran.

Jika Dia membongkar rahasiaku, maka kamu tak 'kan pernah lagi mau melihat aku.

19 komentar:

  1. itu sebabnya kalau curhat sekarang aku harus hati-hati, takut malah bongkar aib sendiri :)

    BalasHapus
  2. ini bukan masalah curhat yo ... tapi perkataan langsung

    BalasHapus
  3. duh koq lagi galau gini sih bacanya... jadi ikutan galau juga nih. hohooho

    yaak betul ati-ati itu kudu, tapi yang penting jangan sampai terus ngerasa terbatasi dan terkekang.. gak enak tauuuk #monyongin bibir

    hahaha

    BalasHapus
  4. ya jangan ketularan galau dong om :D

    BalasHapus
  5. trauma itu ibarat kotoran, klo mo dibawa2 ya baunya kemana2, apa mau begitu? semua kembali padamu untuk mengambil keputusan yang bijak untuk hidupmu sendiri :)

    BalasHapus
  6. Hihihi baru juga mau nulis seperti mas ario diatas, eh udah keduluan ^_^v

    BalasHapus
  7. just make it simple!! I know you can!!
    *sok nuturi, fufu

    BalasHapus
  8. @Nique: ya emang sih mbak :)

    @BasithKA: eaa :P

    @cakYun: yoi :D

    BalasHapus
  9. asalamualaikum
    janganlah membenci diri sendiri,nanti lama-lama akan membenci orang lain.
    belajarlah mencintai diri sendiri

    BalasHapus
  10. iya mbak, ga baik memang membenci diri sendiri :)

    BalasHapus
  11. aku prnh ky gt..
    benci sm diri sendiri, 2thn brlalu, aku baru nyadar, klo itu sm sekali gk membantu dn tmbh bkin susah..
    smw itu mlh ngebutain aku bwt nyelesain mslh..

    john jgn benci diri sendiri ya,
    mending benci aku aja, wkwkwkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. buat apa membencimu?
      hanya menghabiskan memori saja di otakku LOL

      Hapus
  12. membenci diri sendiri tidak akan mengembalikan semuanya,
    rasa penyealan memang selalu ada tapi jangan sampai berlarut-larut,,

    #gak nyambung ya :?:

    BalasHapus
  13. ah saya suka entri ini. endingnya apalagi.

    BalasHapus
  14. ah saya suka entri ini. endingnya apalagi.

    BalasHapus
  15. suka entrinya ya ... kalo yang bikin tuh entri? suka ga? LOL

    BalasHapus
  16. jawab ga eaaaaaaa??? #alaymode

    BalasHapus