Persona Intikalia

25 Okt 2012

Mana Yang Lebih Dulu?

Memikirkan mana yang lebih dulu ada antara ayam dan telur itu percuma sepertinya halnya memikirkan mana yang lebih dulu mencintai antara aku dan kamu. #mantraintikali

Pernah terpikir oleh otakku tentang siapakah yang mencintai terlebih dahulu. Setelah dipikir-pikir dengan mengumpulkan segenap fakta yang ada ternyata juga tidak membuahkan hasil. Tidak ada jawaban yang pasti karena memang aku tidak mempunyai kemampuan untuk menerka isi hati seseorang. Hal ini teringat kembali setelah aku melihat salah satu status adek kelasku (laki-laki) di SMA dulu di Facebook. Ternyata dia juga memikirkan pertanyaan konyol yang sering ditanyakan, manakah yang lebih dulu ada, ayam atau telur. Wekeke. Kenapa pertanyaan ini konyol? Karena memang pertanyaan itu salah. Jadi menjawab dengan cara apapun, dengan jawaban apa pun akan menghasilkan respon yang salah. Menurut dia, harusnya pertanyaan itu adalah "Mana yang lebih dulu diciptakan Alloh, sepasang ayam atau dua telur yang nantinya menetas ayam betina dan ayam jantan?"

Otak manusia terbatas. Jadi mana mungkin memikirkan hal yang jauh sebelum kita lahir. Orang sampe sekarang aja tidak pasti apa penyebab G30S/PKI dan oknum di balik genosida itu. Padahal itu kan terjadi 1960-an. Sedangkan penciptaan terjadi sebelum Masehi. Dan tentu tidak ada yang mengetahuinya kecuali Sang Pencipta itu sendiri. Memikirkan hal seperti lama-lama juga termasuk pada kesia-siaan belaka. Karena ujung-ujungnya otak kita ga nyampe. Mending makan, ngantuk, lalu tidur. Hehe. Entri ini malah mengingatkanku pada temen-temen SMA ku dulu yang mendewakan akal mereka. Lucu sih mereka itu. Atau mungkin karena mereka merasa sok pintar lalu semua mereka ukur dengan otak mereka yang terbatas. Padahal juga kalo ujian, nilaiku lebih bagus dari mereka #pamer. Hehe. Toh aku ga mendewakan akal. Akal mah digunain untuk memahami, bukan menghukumi. Weleh kug malah nyambung kemana-mana nih. Hehe.

Jadi apa nih kesimpulan dari entri ini? Aku juga bingung sendiri. Udah lama ga berintikali. Sekalinya berintikali kacau semua tulisannya. Hehe. Jika kamu bertanya kepadaku, mana yang lebih dulu kalo mau order template ke aku, membayar atau pesan dulu? Jawabnya adalah pesan dulu aja, bayarnya belakangan kalo udah deal harga dan templatenya udah jadi. Eaaaa ... ujung-ujungnya promosi dagangan juga. Wekeke. Yaudah lah daripada makin kacau. Selamat Hari Raya Idul Adha.

30 komentar:

  1. wekeke, suka sm mantra intikali'a :P

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih :D
      mantra intikali yang lainnya udah aku copot sih dari blogku :P
      jadi mantra intikali sekarang sengaja disebar, biar ngikutin entri lainnya terus
      wekekek
      #strategipemasaran

      Hapus
    2. wekekke, lagian ntar nih blog tambah berat klo ada mantra'a :P

      Hapus
  2. kalo mendewakan akal, sama halnya mengedepankan okol dalam banyak hal

    BalasHapus
    Balasan
    1. wekeke :D
      ada2 aja nih kang pakies
      akal okol :P

      Hapus
  3. ujung2nya jualan template, oalah john..

    BalasHapus
    Balasan
    1. bingung om mau ditutup dengan apa :D
      mending ditutup dengan promosi aja, kan enak

      Hapus
  4. Memang otak manusia terbatas.

    Jadi inget pepatah favorit saya "kamu berpikir maka kamu ada, kamu terlalu banyak berpikir maka kamu gila". Apa2 kok dipikir -__-'

    BalasHapus
    Balasan
    1. wekekek ... pepatah dari mana itu
      saya baru dengar :D
      atau jangan2 mantra milo yah :P

      Hapus
  5. Rohis Facebook mengucapkan..

    Selamat Hari Raya idul Adha 1433 H

    "Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum.

    “Smga Allah menerima amal2 kami & kamu, puasa kami dan kamu.

    Maaf klo ada salah2 kata yaa..!

    *smile

    BalasHapus
  6. ini bahas telur ayam apa jualan ayam sih..?
    haha...

    BalasHapus
  7. ah, promosi terus.
    aq doain nggak laku laku, dikit yang ngorder.
    ip nya turun, jomblo selamanya :p
    wkwkwkwwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. hati2 loh yah :P
      doa jelek bisa kembali pada yang mendoakan :D

      Hapus
  8. mendewakan akal bagaimana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayam dan telur itu? ato G30S-PKI?
      maksudku contoh konkrit kasus mengenai apa2 yang mereka hukumi

      Hapus
  9. Kalau ditanya mana dulu ayam atau telur, saya jawabnya Telur. karna ada Telur ayam gak ada ayam telur. hehe

    BalasHapus
  10. Ehm...kalo soal siapa yang duluan yang suka sih, kyake emang ga terlalu penting. soalnya siapapun yang duluan kan yang penting sekarang bagaimana komitmen, dll nya kan? :p


    Oh iya, nilai bukan indikator tingkat kepintaran seseorang lho. Lah, buktinya ga jarang yang DO dari sekolah malah sukses, tapi yang IP alias nilainya sempurna malah cari kerja aja susah banget :p

    Terus, akal ga cuma digunakan memahami lho. Kan juga bisa "mencipta" :p

    kalo ga gt, ga mungkin ada yang namanya komputer, web, template web, dll dah :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. mencipta? benar2 menciptakah?
      bukannya web template web itu hasil dari memahami
      memahami struktur dari lingkungan sekitar lalu membuat semisalnya menjadi web
      web kan juga terinspirasi dari rajutan jaring laba-laba

      Hapus
    2. aku bilang "mencipta" lho, bukan mencipta :p

      kalo cuma memahami, outputnya cuma ilmu, ranahnya di pikiran. Kalau sudah diwujudkan dalam sesuatu yang ada di dunia nyata itu namanya "menciptakan"

      Jadi, akal itu bisa lebih dari memahami tetapi juga "modification".

      eh, di sebelah jadi ada mantra intikalinya :D

      Hapus
    3. tidak semua yang "diciptakan" manusia membawa kebaikan

      Hapus
    4. masalahnya di sini kan, tidak hanya berfungsi untuk memahami, tetapi bisa juga untuk "menciptakan". Soal yang diciptakan itu baik atau tidak kan itu lain soal :p

      Hapus