Persona Intikalia

10 Feb 2017

Harus Tetap Sedia Uang di Dompet

Sore tadi sempat ke Indomaret terdekat untuk membelikan anak saya es krim. Ada kejadian yang cukup membuat saya mengingatnya hingga saat ini. Seorang lelaki yang seumuran dengan saya sedang di kasir dan bermasalah dengan kartu debitnya. Dia mengira bahwa kartu debit itu berisi 100 ribu lebih sedikit dan bisa dibelanjakan. Ya mungkin itu akan bisa dibelanjakan jika menggunakan kartu debit lainnya, seperti yang saya pakai.


Namun, karena dia menggunakan kartu debit bank tertentu, ternyata ada saldo yang tertahan 100 ribu. Muke gile bukan? Saldo yang tertahan adalah 100 ribu. Biasanya kartu debit lainnya yang saya kenal biasanya hanya menahan 20 ribu hingga 50 ribu saja. Bahkan untuk kartu debit yang saya pakai hanya menahan saldo 10 ribu saja dan dulu kartu debit mahasiswa saya cuma menahan 2 ribu saja.

Karena saldo yang tertahan cukup besar, akhirnya lelaki tersebut terpaksa mengurangi belanjaannya dan membayar dengan sisa uang yang ada di dompetnya. Yang awalnya dia belanja habis 20 ribuan lebih akhirnya dia kurangi hingga menjadi 14 ribu sekian saja.

Itulah mengapa meskipun pembayaran non tunai sangat populer saat ini, tetap harus sedia alat pembayaran tunai. Hal ini karena tidak semua tempat kita belanja menyedikan pembayaran non tunai, apalagi jika ternyata jumlah saldo rekening di kartu debit kita ternyata tidak cukup. Hal ini lumayan membuat kita malu. Kan tidak elok jika sudah terlanjur belanja banyak ternyata uang yang ada di kartu debit kita kurang.

Namun, hal ini tidak akan terjadi jika kamu menggunakan kartu kredit. Hanya saja kartu kredit ini juga menjadi bahaya jika kamu tidak bisa mengatur jumlah belanjaanmu. Banyak sekali orang yang tersendat kartu kreditnya akibat terlalu boros karena mudahnya menggunakan kartu kredit ini. Kita tak perlu memikirkan jumlah saldo di kartu kita, karena memang kartu kredit ini adalah kartu utang. Beli semua kebutuhan dengan berutang dulu. Bahkan saya sempat ngobrol dengan tetangga yang menggunakan kartu kredit untuk jalan-jalan ke Jogja. Dia bilang jalan-jalannya sudah selesai, namun utangnya masih terasa dan harus dibayar hingga beberapa bulan kedepan.

Memang menggunakan alat pembayaran non tunai ini harus bijak. Jangan sampai kemudahan ini malah membuat kita kesusahan di kemudian hari. Jangan sampai kita dikejar-kejar debt collector karena kita terlalu ceroboh dalam menggunakan kemudahan kartu kredit. Tetap atur keuangan dengan bagus. Dan jika kamu takut salah mengatur, maka lebih baik menggunakan alat pembayaran non tunai yang bukan berupa kartu kredit.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar