Persona Intikalia

19 Okt 2011

Matamu Mengajarkanku

John Terro tiba-tiba galau dan membuat sajak,

Matamu
mengajarkanku
bagaimana melihatmu
bagaimana aku

Matamu
mengajarkanku
bagaimana melihatmu
dalam rasa haru

Matamu
mengajarkanku
bagaimana seharusnya menangis
apa yang harus ditangisi

Matamu
mengajarkanku
bagaimana senyum itu
walau tanpa menggerakkan bibir

Matamu
mengajarkanku
bagaimana meyakini
bagaimana mempercayai

Matamu
mengajarkanku
bagaimana mencinta
bagaimana dicinta

Matamu
mengajarkanku
bagaimana membenci
bagaimana dibenci

Matamu
mengajarku
bagaimana kecewa
bagaimana dikecewakan

Matamu
mengajarkanku
tentang dirimu
dalam hatiku

Matamu
mengajarkanku
tentang diriku
dalam hatimu

Matamu
mengajarkanku
bagaimana air mata sedih
bagaimana air mata gembira
bagaimana air mata bangga
bagaimana air mata kecewa
bagaimana air mata buaya
bagaimana air mata tulus

Matamu
Mataku
bertemu, lalu
terpejam
diam

33 komentar:

  1. matamu telah tergambarkan dalam senja
    pada pelangi
    pada langit biru
    pada awan yang berarak

    saat matamu bertemu dengan mataku
    kukira dunia bersatu bersama kita...

    sekalian vote. kemarin nggak bisa.karena sebelumnya sudah ^ ^ gimana mau vote yang urutan awal..mukanya aje nggak keliatan

    BalasHapus
  2. mata yang paling indah
    hanya matamu
    sejak pertama
    kurasakan tak
    pernah berubah
    love,peace and gaul.

    BalasHapus
  3. Sepertinya mataku kelilipan membaca sajak ini :D
    hahaha
    :) nice

    BalasHapus
  4. nice post sob...
    jd kelilipan nih mata ane :D

    BalasHapus
  5. mata uang mu telah membuatku ngiler #ngoookkk

    BalasHapus
  6. sajak galaumu, membingungkanku..

    BalasHapus
  7. mataku
    lirik kiri
    lirik kanan
    membaca puisimu

    gak papa dweh.

    BalasHapus
  8. aih keren banget :D lagi jatuh cinta kah bang ?
    kayak lagu
    "segala keindahan turun ke bumi, di saat ku memandang matamu" :D

    BalasHapus
  9. mata siapa ya??? Mata Bening????

    BalasHapus
  10. @Claude C Kenni: mata seseorang yang bukan kau :D

    @Aina: bukan mbak :)

    @Fiction's World: kalo jatuh cinta mah setiap hari

    @21inchs: capek yah? :D

    @Ra-kun lari-laRIan: hahah :)

    @Baha Andes: haha :)

    @A-NX: ndzeehhh

    @uchank: kug bisa?

    @saryadinilan: iya kah?

    @arr rian: makasih sudah vote :)

    BalasHapus
  11. A: matamu.. mengajarkanku..
    B: he, opo cak matamu2 ?! gak trimo a ?!
    A: -___- @#$$!*&%.. -__-

    BalasHapus
  12. kayak lagune titi dije, yang matamu...

    BalasHapus
  13. @Anonim: itu mah kalo di Surabaya :P

    @Syam Matahari: wah saya ga ngikuti titi dije om

    BalasHapus
  14. galau banget deh ya :p

    aku suka baris ke 9&10

    BalasHapus
  15. mataku di kanan dan di kiri masih melek...
    masih siap berjuang...

    BalasHapus
  16. dimataa.. dimata.. dimaaataaa..
    kuharuuuss mencariii dimaataaa...

    (((eh, itu dimana ya..plakk >.<))

    BalasHapus
  17. cie bikin puisi.. galau nape sob? :)

    BalasHapus
  18. @ReBorn: ada aja :P

    @MJ: MJ ting ting nih :P

    @DuniaPiyen: semangat ya om ... eh >_<

    @Sadako Kenzhi: 9 dan 10, yang mana?

    BalasHapus
  19. Belajar bersajak di sini sob

    BalasHapus
  20. hehehe, so sweet :) btw, suka deh sama tampilan blog ini. clean and fresh.

    BalasHapus
  21. Kunjungan silaturahmi petang hari sahabat di sini..terima kasih telah berbagi puisi yang bagus ini

    BalasHapus
  22. @webmdmk: sama2

    @dunia kecil indi: makasih atas pujiannya

    @cardiacku: silakan

    BalasHapus
  23. matamu pakai kacamata


    #ah aku ga jago bikin puisi john :(

    BalasHapus
  24. haha .... ga harus jago bikin puisi kug untuk memikat wanita :P

    BalasHapus
  25. ciyeeh.. bisa puitis juga ini. :D

    jadi penasaran juga kaya gimana matanya. :D

    BalasHapus
  26. Kunjungan perdana di blog ini untuk bersilaturahmi sahabat...

    BalasHapus
  27. Pena hadir dan abbsen malam tuk menyimak puisi di sini

    BalasHapus
  28. mata siapa yg kamu pinjem John?...hmmm pasti mata salah satu cewe cute n bening ya?...hehhehe

    BalasHapus