Persona Intikalia

20 Apr 2014

Jika Adam Tidak Melakukan Kesalahan

Di setiap kesalahan pasti ada hikmah. Namun, banyak sekali orang yang menganggap kesalahan itu adalah murni kesalahan tanpa dibarengi dengan sebuah hikmah. Contoh yang paling gampang adalah tentang Adam, Nabi sekaligus manusia pertama. Jika Nabi Adam tidak melakukan kesalahan, tentu Nabi Adam ga akan diturunkan di bumi dan beranak pinak hingga jadi banyak seperti saat ini.

Kesalahan Nabi Adam ini membawa banyak hikmah. Dari kisah Nabi Adam bisa kita selidiki, kenapa Nabi Adam bisa melakukan kesalahan? Semua tahu penyebabnya adalah karena Ibu kita, Hawa. Dan sifat ini terbawa terus hingga ke anak cucunya. Lelaki selalu gampang terpengaruh dengan ucapan wanita yang dia cintai. Sekuat apapun lelaki, susah sekali menolak permintaan wanita. Walaupun kadang lelaki itu tahu permintaan wanita itu bakal membawa petaka.

Masih tidak percaya? Coba hitung berapa banyak jumlah suami-suami takut istri di dunia ini? Padahal tubuh mereka kekar, tapi sama istrinya loyo, hehe. Coba hitung berapa banyak suami yang akhirnya durhaka pada orang tuanya gara-gara istrinya? Padahal secara akal, suami ini sadar kalo dia sudah durhaka pada orang tuanya. Namun, tetap tidak bisa mengelak karena istrinya lebih dia cintai daripada orang tuanya. Mungkin suaminya takut yah kalo ga dikasih jatah #upsss.

Oke, balik lagi ke pembahasan awal. Jika Adam tidak melakukan kesalahan, tentu tidak ada Facebook hari ini #ngaco. Tentu kehidupan akan monoton. Tidak ada perlombaan, tidak ada pemenang dan pecundang. Karena itulah kesalahan Adam ini memang bagian dari skenario Sang Pencipta. Turunnya Adam dari Surga, bukanlah akhir dari kehidupan manusia, namun menjadi langkah awal.

Banyak sekali hikmah-hikmah yang terkandung dalam kisah turunnya Nabi Adam ini. Salah satunya adalah sifat Iblis dan kenapa Iblis dibilang kafir. Kafir bukanlah berarti tidak tahu tentang adanya Sang Pencipta; Iblis tahu tentang Sang Pencipta. Kafir adalah bentuk pembangkangan atas perintah Sang Pencipta. Iblis terlalu sombong, dia tidak mau sujud pada Adam. Iblis menganggap siapa Adam ini, orang baru dan diciptakan dari tanah, sedangkan Iblis orang lama dan diciptakan dari api. Menurut Iblis, dialah yang lebih mulia. Namun, tetap saja tataran mulia itu bukan diciptakan dari apa atau lamanya dia hidup. Kemuliaan adalah tataran ilmu. Sang Pencipta melebihkan ilmu Adam dibanding makhluk lainnya. Sang Pencipta mengajarkan Adam nama-nama apapun yang ada di jagad raya ini.

Jika Adam tidak melakukan kesalahan, tentu kita tidak akan menikmati apa yang ada di dunia saat ini. Kita tidak akan pernah sedih, bahagia, tertawa, menangis, kecewa, puas, atau perasaan-perasaan lainnya. Kita tidak akan tahu rasanya cinta. Kita tidak akan tahu rasanya lelah, perjuangan, menuai hasil, lalu mati. Kita tidak akan pernah merasakan ditipu, menyesal, lalu putus asa.

Kesalahan Adam ini menurunkan tabiat ke anak-anak cucunya. Setiap manusia itu pasti bersalah. Dan manusia yang paling baik adalah yang meminta maaf. Begitu juga dengan Adam, setelah diturunkan dari Surga, Adam melakukan tobat. Jika ada orang yang enggan minta maaf, bisa kamu simpulkan sendiri lah, hehe. Maaf tidak membuat pemintanya hina, namun membuat pemintanya mulia.

Hikmah lainnya kesalahan Adam ini, memberikan kita pengetahuan bahwa di dunianya ini ada empat macam manusia. Apa saja itu? Pertama, manusia yang dilahirkan tanpa bapak dan ibu. Siapa dia? Dia adalah Nabi Adam itu sendiri. Kedua, manusia yang dilahirkan tanpa ibu. Siapa dia? Dialah Hawa. Ketiga, manusia yang dilahirkan tanpa bapak. Siapa dia? Dialah Nabi Isa putra Maryam. Dan yang keempat, manusia yang dilahirkan dengan memiliki bapak dan ibu. Siapa dia? Kita semua. Sudah ah entri pengisi liburan kali ini. Sampai jumpa di entri selanjutnya :)

19 komentar:

  1. Walau kelihatannya loyo, diatas ranjang cowo kekar itu mantap, bos. Staminanya ga abis2.... #eh #keceplosan :v

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang ga kekar juga ga kalah kug nuel :P
      asal tahu caranya, 5 kali sehari siap action :D

      Hapus
  2. trus termasuk suami takut istri gak? :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. enggak lah mbak
      dari awal memang kita udah bikin aturan
      aturannya adalah istri taat suami :)

      Hapus
  3. pasti nya kita nggak bisa hidup di dunia ini mas. dari kesalahan adam itulah kita bisa hidup hehehe ( •̀ _•́)ง

    BalasHapus
  4. Suami suami takut istriiii????
    Serius nih?

    Serius??
    Wahahahhaha.

    Wis dadi bapak durung cak???

    BalasHapus
    Balasan
    1. ketoro ga tahu mampir nah kene iki :D

      Hapus
  5. Kalo aku pernah baca dimana gitu, nabi Adam AS diturunkan ke bumi bukan karena kesalahan yang telah diperbuatnya. Adam AS dan Hawa diturunkan ke bumi, karena bumi memang sudah diciptakan untuk dihuni manusia. Manusia ditugasi sbg khalifah di muka bumi. CMIIW

    Dg cerita yg terdistorsi, bhw Adam AS diturunkan ke bumi karena memakan buah terlarang atas bujukan Hawa, membuat mereka diusir dari surga, untuk menempuh kehidupan di bumi. Dg dasar cerita inilah, beberapa pihak menganggap bhw wanita merupakan sumber malapetaka. Dan karenanya, wanita dianggap mempunyai derajad lebih rendah daripada pria. Untunglah, Islam datang untuk meluruskan semuanya.

    No offense. CMIIW. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. cerita yang terdistorsi?
      kisah Adam diturunkan di bumi karena memakan buah dari pohon terlarang itu ada di al-Quran loh ;)
      dan faktanya memang begitulah kemampuan wanita mempengaruhi pria
      kaum Yahudi juga hancur gara2 wanita
      fitnah terbesar bagi lelaki adalah wanita :)
      memang terkesan tidak adil, namun siapakah yang lebih adil dari Alloh dan Rasul-Nya?
      ini sih dari sisi negatifnya
      tapi tentu banyak sisi positif wanita loh :)
      wanita adalah pendidik generasi, jika wanitanya rusak maka negara pun rusak

      Hapus
    2. :)
      kau membuatku dan beberapa orang teman nguplek nyari tafsir :v
      dan maksudku, ini lho:
      http://ayomengajiquran.blogspot.com/2012/09/nabi-adam-diturunkan-ke-bumi.html

      Ada tambahan dari temen:
      Jadi, menurut QS. 2 ayat 30 sdh disebutkan jawaban kenapa Adam turun ke Bumi : Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: "Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, Padahal Kami Senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."

      Jd, Allah sdh punya rencana akan menjadikan Adam AS sbg Khalifah, mengenai caranya bisa jadi melalui peristiwa itu... wallahu'alam..

      terus, apa kemudian artinya Adam salah? ya salah, tapi beliau menebus kesalahannya dengan bertaubat, baru setelah bertaubat Allah menurunkan nabi Adam.
      :)

      cerita yg terdistorsi itu, coba baca cerita menurut keyakinan agama lain. :)

      sekali lagi, no offense. CMIIW.

      lalu, ttg kemampuan wanita dsb, itu aku setuju dg pendapatmu. :)

      Hapus
    3. hehe, sampe segitunya yah :)

      barusan saja aku buka link yang kamu berikan
      orang yang nulis itu kurang konsisten dalam menyimpulkan ;)
      ga percaya? ini aku kutip tulisannya:

      (1) Nabi Adam diturunkan ke Bumi bukan karena kesalahannya, namun karena takdir Allah. Bahkan jauh sebelum nabi Adam diciptakan, Allah telah merencanakan untuk menjadikan Nabi Adam khalifah di Bumi. (lihat: QS. Al-Baqarah ayat 30)

      (2) Nabi Adam telah berbuat salah, lalu ia bertaubat. Maka taubatnya diterima oleh Allah, kesalahannya pun diampuni. (lihat QS. Thaha ayat 122 dan QS. Al-Baqarah ayat 37)

      yang benar yang mana coba? :P

      tetaplah Adam dikatakan berbuat salah, meskipun itu sudah ditakdirkan oleh Alloh sebelumnya :)

      jika kamu mengkaji masalah takdir, maka kamu akan menemui bahwa manusia punya kehendak, Alloh pun punya kehendak, dan kehendak Alloh di atas kehendak manusia

      Adam tetap dikatakan bersalah karena Adam tidak dipaksa untuk melakukan kesalahan tersebut.

      masih belum paham?

      coba jawab repetisi ini: kenapa pencuri itu tetap dihukum karena kesalahannya? bukankah kesalahan itu sudah ditakdirkan bakal dilakukan pencuri itu sebelum pencuri itu lahir di dunia?

      tentu hal ini sangat membingungkan bagi kebanyakan orang ...

      lantas bagaimana Islam menjelaskan ini?
      tentu kita harus kembali pada pemahaman Rosululloh dan para sahabat-nya

      bagaimana beliau dan para sahabat-nya memahami takdir?
      "manusia punya kehendak, Alloh pun punya kehendak, dan kehendak Alloh di atas kehendak manusia" itulah akidah dari Rosululloh dan para sahabat

      kembali lagi ke Adam ... memang timing Adam diturunkan ke bumi setelah Alloh menerima taubat-nya, namun tentu taubat itu pasti punya konsekuensi. Konsekuensinya adalah Adam harus turun ke bumi. Itulah mengapa Adam dikatakan turun ke bumi karena kesalahannya.

      Hapus
    4. jika kamu masih bingung mengenai takdir, coba kamu buka Hadits Arba'in, hadist yang ke-4

      di sana kamu akan menemui hadist yang berbicara masalah takdir

      sesungguhnya manusia sudah ditakdirkan dia akan masuk Surga atau masuk Neraka sebelum dia lahir ke dunia

      terkesan tidak adil bukan? padahal hidup aja belum :)

      namun, inilah kehebatan Ilmu Alloh yang bisa merumuskan kejadian yang akan datang

      namun, bukan berarti manusia harus pesimis ... toh manusia saat ini tidak tahu dia bakal masuk Surga atau masuk Neraka. maka dari itu Rasululloh mengatakan berusahalah, karena berusaha itu akan mempermudahmu

      berusaha di sini adalah jika kita berusaha untuk menjadi ahli Surga, maka Alloh akan memudahkan kita untuk jadi ahli Surga ... karena bagaimana mungkin ahli Surga tidak memiliki sifat-sifat penghuni Surga; begitu juga sebaliknya :)

      sebenarnya, seandainya Islam tidak datang di dunia ini ... tentu banyak manusia yang kebingungan mengenai konsep takdir yang sebenarnya

      lah wong sudah ada konsep yang benar dari Islam saja, masih banyak yang saling berbantahan mengenai masalah takdir

      FYI, ada 2 kelompok sesat gara2 masalah takdir ini loh
      (1) Qodariyah = kelompok yang meniadakan kehendak Alloh
      (2) Jahmiyah = kelompok yang meniadakan kehendak manusia

      dan Islam yang dibawa Rasululloh, berada di tengah2nya :)

      ternyata panjang juga yah penjelasanku, padahal sebelumnya hanya pengen nulis iseng aja mengenai Adam :D

      Hapus
    5. Sebenarnya, masih pengen ngeyel lagi sih, tapi, ucapan temenku mendadak mak jleb jleb :'(

      "daripada menyibukkan diri mikirin masalah kyk gini, mending belajar yg lain.. sbg manusia cukup berikhtiar sebaik mungkin utk mendapat ridho Allah.."

      So, terimakasih banyak atas 'reminder' gak langsungnya. Aku akan lebih banyak belajar lagi, insyaAllah. Thanks yaaaaa John. :') :')

      Hapus
    6. haha, iya bener kata temenku
      debat itu cuma akan mengeraskan hati
      mending belajar yang banyak daripada debat :)
      toh debat juga ga ada untungnya
      sama2 :)

      Hapus
  6. kalau menurutku takdir manusia memang menjalani kehidupan di bumi sebagai tempat ujian, karena itulah juga ada surga/neraka

    BalasHapus
  7. yang penting kita harus bisa menjaga amanah sebagai kholifah di bumi

    BalasHapus
  8. Kalo Nabi Adam tidak membuat kesalahan mungkin manusia tidak akan mencari ilmu tentang isi kandungan bumi. Manusia juga akan maunya enak di surga saja tanpa menderita di dunia

    BalasHapus
  9. benar juga, kalau kita tidak diturunkan di bumi mungkin juga tak ada blogspot

    BalasHapus