Persona Intikalia
Tampilkan postingan dengan label twitter. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label twitter. Tampilkan semua postingan

2 Agu 2021

Manfaat Twitter Untukku

Apakah Twitter masih bermanfaat? Setidaknya, bagiku masih punya manfaat. Sebenarnya Twitter ini sangat bermanfaat di tahun 2010-2015. Di tahun itu, kamu bisa memonetasinya dengan sangat optimal. Sekarang? Ya tetap bisa sih, tapi ga sebesar dulu.

Twitter masih aku pakai karena beberapa alasan. Yang pertama, karena buat sharing link update posting di blog. Yang kedua, untuk komplain. Komplain? Ya, kamu ga salah baca. Komplain yang paling efektif menurutku adalah di Twitter.

Tidak percaya?

Aku sudah membuktikan sendiri sejak dulu. Tahun 2016 lalu, internet rumahan, IndiHome, lagi bermasalah. Aku komplain di Facebook fanpage-nya, bahkan telepon langsung, tidak seberapa ngefek. Di Facebook, CS nya balasnya lambat sekali. Ditelpon langsung, muter-muter juga CS-nya. Mumet lah.

Akhirnya aku coba komplain via Twitter. Langsung direspon, lalu disuruh nge-DM detail akun IndiHome-ku. Sebegitunya yah kedahsyatan Twitter.

Kasus lainnya lagi, pulsa Indosat-ku sering sekali disedot langganan konten yang sama sekali tidak pernah aku minta. Bahkan aku sangat ingat, aku tidak melakukan apapun. Tiba-tiba tiap 3 hari sekali kesedot sekitar 2.500 rupiah. Kan nyebelin.

Akhirnya aku komplain ke IndosatCare yang ada di Twitter. Masalah langsung selesai, di hari itu juga. Semua langganan bisa terhapus dari nomorku. Bahkan waktu itu aku sempat minta balikin pulsanya sekitar 20 ribu, bisa balik. Tapi nunggu 3 hari kalo ga salah. Sakti, 'kan?

Dua hari yang lalu, penyakitnya Indosat juga kambuh lagi. Tiap kali pulsa di atas 50 ribu, selalu ada konten langganan yang nyantol dan ngurangin pulsa 2 ribu setiap 3 hari. Akhirnya aku komplain di Twitter. Itu malam-malam loh, jam 9-an malam. Jam 11 malam semua masalah selesai. Cuma 2 jam.

Cerita lainnya, bulan lalu, aku punya masalah dengan pembelian di Blibli. Beribet banget lah sama CS yang ada di website Blibli-nya. Aku ga srantan, aku komplainlah di Twitter. Di hari itu juga langsung beres. Ngeri 'kan?

Sangat tidak aneh, jika beberapa orang mengatakan Twitter adalah media sosial sambat. Ya, sambat (mengeluhkan masalah). Karena memang sangat efektif. Brand bakal aware banget sama orang yang sambat di Twitter.

Mengapa bisa begitu?

Ada beberapa penyebab yang bisa aku temukan mengapa brand sangat aktif sekali menanggapi keluhan di Twitter. Yang pertama adalah karena di Twitter itu publik. Tweet-mu bisa dilihat orang banyak. Apalagi komplain, tentu kamu tidak mungkin menyetting tweet itu sebagai privat.

Yang kedua, di Twitter ada trending. Jangan sampai jadi viral komplainan tersebut. Biasanya sih yang sering viral IndiHome, gara-gara koneksinya bermasalah. Hehe. Kalau sudah viral, mungkin bisa mempengaruhi nilai sahamnya yah.

Dengan kelebihan Twitter ini yang tidak aku temukan di media sosial lain, sepertinya aku tetap akan menggunakannya. Meskipun isi Twitter-ku kalau tidak link blog ya sambatan (komplain). Wkwkwk.

Di sisi lain, di Twitter aku juga menemukan banyak hal baru terkait pekerjaanku sebagai web designer dan programmer. Banyak ilmu baru yang aku dapatkan dengan follow di akun programmer yang mendalami bidangnya.

Selamat masih bermanfaat, tentu aku masih pakai.

27 Feb 2015

Fenomena Akun Twitter Robot

Beberapa hari kemarin saya iseng mencari akun Twitter yang sukanya promoin jualan. Nemu sih beberapa, kemudian aku follow. Namun, hanya sedikit ternyata yang memang akun Twitter beneran yang diasuh oleh manusia. Beberapa tidak aktif lagi membalas, hanya tweet dan tweet. Kemungkinan besar sih akun itu sudah diskejul hingga beberapa bulan. Jadi ketahuan banget ga bisa bales mention dari saya.

Itu sih tidak seberapa aneh menurut saya, karena memang saya pun juga menskejul tweet saya untuk beberapa hal. Namun, sesekali saya tetap aktif dan membalas mention walaupun terlambatnya lama, hehe. Kemarin, saya menemui akun yang cukup aneh. Saya mention, dia bales "wokeh" saja. Tanpa membalas pertanyaan saya. Kemudian saya mention lagi dengan pertanyaan lain, dia bales "oke" saja. Aneh kan. Saya berasa berkomunikasi dengan robot. Dan kemungkinan besar akun itu emang akun robot. Kalo manusia, balesnya pasti bervariasi dan masih dalam konteks pertanyaan yang saya ajukan.

Kemudian saya teruskan mencari akun-akun lainnya. Kebanyakan akun yang suka promoin jualan itu adalah robot yang sudah diskejul. Dia ngetweet tiap hari sesuai pesanan. Dia menawarkan jasa buat retweet iklan berbayar segala. Tidak sampe berlangganan, dari sana saja saya sudah meragukan. Kemungkinan produk tertarget dengan baik sangat kecil. Siapa sih yang tertarik membeli barang/jasa dari robot? Sepertinya mending saya promosiin sendiri aja :D

16 Feb 2014

Alasanku Menikahimu

23 Agu 2013

Fitur Embed Post Facebook Tak Sebagus Twitter

Sebenarnya bercampur rasa senang dan kecewa, Facebook punya fitur baru yaitu bisa embed post kayak Twitter. Itu sih senengnya, kecewanya fitur embed Facebook ga responsive. Nyebelin banget kalo ga responsive, ga bisa ditaruh di space yang kecil. Berikut adalah perbandingan embed post Twitter dan Facebook yang aku tes di Sidebar Blog-ku tadi.

11 Agu 2013

Cara Memasang Tweet di Entri Blog

Cara memasang tweet di entri blog sangatlah mudah. Apa sih keuntungannya memasang tweet di entri blog? Salah satu keuntungannya adalah kamu tidak dianggap melakukan plagiarisme apabila mengambil tweet orang lain, karena langsung memasang sumber yang secara langsung mengarah ke akun pemilik tweet tersebut. Untuk kamu yang memasang tweet sendiri, secara otomatis jadi promosi akun Twitter kamu untuk di-follow oleh orang lain. Itu sih kalo orang tertarik nge-follow, hehe. Oke, ga pake lama, berikut adalah langkah-langkahnya:
  1. Login Twitter.com
  2. Cari tweet yang ingin kamu pasang
  3. Klik More. Pilih Embed Tweet.

    Embed Tweet