Persona Intikalia

3 Des 2011

Hidupku adalah Sastra

Jika saja alfabet dimulai dari huruf L.
Lalu diakhiri dengan I.
Mungkin hidup tak 'kan begini.

Babak baru dimulai dalam hidupku.
Aku bertemu dengan orang-orang hebat.
Mereka mencintai kebenaran, meski dalam pencarian.
Semangat mereka membara.
Berhati tulus dan suka menolong.
Aku ikuti mereka.

Aku belajar prinsip pada mereka.
Mereka sangat dekat denganku.
Bahkan melebihi orang tuaku.
Sekali lagi, mereka tulus.

Aku orang yang tidak suka membaca.
Mereka mengajariku untuk suka membaca.
Mungkin mulai dari cerita Sin dan Kaj.
Kisah itu, membuatku ingin banyak membaca.
Meski aku lebih suka ketika mereka bercerita.

Aku sangat merindukan masa itu.
Hujan, terik, kita pergi bersama.
Haus mencari kebenaran.
Di saat yang lain mencari kesenangan.
Namun, aku menikmatinya.

Walau di tengah jalan.
Banyak yang memakiku.
Banyak yang mengasingkanku.
Bahkan banyak yang mengadu domba.
Justru dengan itu.
Aku tahu, jalan itu benar.
Kebenaran butuh pengorbanan.
Bukan hanya di mulut belaka.

Kini.
Semua orang tak mencaciku lagi.
Mungkin mulut mereka lelah.
Karena kebenaran tetaplah kebenaran.
Walau berada di dalam mulut anjing.

Aku merindukan senyum mereka.
Kakak-kakak kelasku di SMA.
Mereka mengajariku banyak hal.
Mereka benar-benar mencetak juara.
Pastinya, banyak juara.

Mereka mengajarkan banyak hal.
Berbagi dengan sesama.
Mengerjakan sesuatu bersama-sama.
Indah, bila dikenang.
Aku ingin menjalaninya lagi.
Namun, tak mungkin.

Kini.
Ku berjuang sendiri.
Berjalan sendiri di tengah lapang.
Lapang dengan banyak duri.

Aku masih ingat ngiang itu.
Teriakan-teriakan semangat.
Lingkar-lingkar jemaat.
Hati berdegup dan berkeringat.

Intanshurulloh yanshurkum.
Wayutsabbit aqdamakum.
Aku mengingat ayat itu.
Di kali pertama bertemu.
Dengan kakak-kakak itu.
Dan kini, aku masih mengingatnya.

Ya, kini aku sudah bengkok.
Tapi tak ingin lebih bengkok.
Dulu aku menulis tentang bengkok dalam puisi.
Di lomba enam tahun lalu.

Entah mengapa.
Aku tak menemukan kedekatan serupa dengan itu, kini.
Kini aku dekat dengan banyak orang.
Namun, tak benar-benar dekat.
Apakah ini hidup?

Jika hidupku adalah sastra.
Aku ingin menulisnya dengan bagus.
Namun, tak bertema tentang kesedihan.
Aku ingin menulisnya dengan banyak kata "perjuangan" dan "kemenangan".

Jika hidupku adalah sastra.
Aku ingin melafalkannya dengan lantang.
Namun, tak bertema tentang kesombongan.
Aku ingin berteriak dengan banyak kata "serang" dan "Allohu Akbar".

Jika hidupku adalah sastra.
Aku ingin berfikir tentang perang.
Namun, tak bertema tentang kepahlawanan.
Aku ingin berfikir dengan banyak kata "syahid" dan "surga".

Jika hidupku adalah sastra.
Dan memang hidupku adalah sastra.
Aku menentukan tulisan, pelafalan, dan fikiran.

#5000.19

25 komentar:

  1. Lexy ya? Dimulai dari huruf L? Tadi malem aku mimpi pindah Bogor, terus ke kantor polisi... sejauh ini banyak yang ngelarang, ntar diporotin di kantor polisi

    BalasHapus
  2. Wuah... pagi-pagi udah di sodorin sarapan puisi :D

    Kenapa harus dimulai dengan huruf L?

    BalasHapus
  3. @Ami: ya dimulai dari huruf L, bukan huruf A

    @Kak Rin!!!: asyik aja kalo dimulai dari huruf L

    BalasHapus
  4. mendalam banget sih mas..
    ampek terngiang-ngiang :D

    BalasHapus
  5. weww pinter juga ya nyelipin dalil dalam puisi hehe saya suka membaca tulisan yang kaya gini karena ada kalimat kalimat yang tidak di duga sebelumnya dan itu bagi sya merupakan bagian dari seni sebuah tulisan. Double proyek nih kayaknya, julalan tulisan sma jualan template. #meingiklankan

    BalasHapus
  6. @socafahreza's blog: masa sih? :)

    @Yayack Faqih: haha ... saya mah masih belum berani jualan tulisan
    tulisan saya masih belepotan masbro

    BalasHapus
  7. sarapan puisi,,
    mulai dari L akhir I,,,
    dibayangkan kok aneh ^^

    BalasHapus
  8. Jika hidupmu sastra,maka biarkan tulisan yang kamu torehkan dalam secarik kertas menjadi abadi & akan selalu dikenang dengan segala kekurangan & kelebihan,karena semua itu akan menjadi indah pada waktu ketika kita tahu tujuan dari tulisan sastra dibuat

    BalasHapus
  9. @Andy: wow .. kata2 yang keren :)

    @Outbound: makasih :)

    BalasHapus
  10. Lexy dan Iskandar? :hmm:

    kalau aku merasa hidupku bagaikan the amazing race, seperti di TAR situasi drama hidupku bisa berubah dengan cepat bagaikan roller coaster :D

    *rendering opera yg menyebabkan teks, gambar/flash menjadi berbayang di mac ada ga john? karena itu yg aku maksud

    BalasHapus
  11. it's okay
    Opera di Mac masih okay2 aja :)

    BalasHapus
  12. semoga ALLAH mengabulkan apa yang menjadi harapan :)

    BalasHapus
  13. semoga bisa menjadi satrawan yang bermanfaat bagi semua orang

    BalasHapus
  14. menjadi seorang satrawan sepertinya bisa membuat kita bahagia,,
    saya juga sangat ingin menjadi guru sastra ,sastra indonesia,inggris,belanda,jepang,korea

    BalasHapus
  15. sudah lama tidak mengasah diri untuk membuat puisi..tapi ini indah...salam kenal!

    BalasHapus
  16. tidak hanya coding John juga ternyata bisa ngacak2 kata.

    bagus John..

    maaf baru berkunjung balik

    BalasHapus
  17. kalo itu mah gampang
    dari SMA udah suka bikin kayak gini soalnya :P

    BalasHapus
  18. yang jadi pertanyaannya, kamu anak sastra atau bukan nih?

    BalasHapus
  19. aku anak sastra, sastra intikali :D

    BalasHapus
  20. pengen banget jadi seorang satrawan,,cuma gak bisa umm

    BalasHapus
  21. masa sih?
    om hanya merendah nih :P

    BalasHapus