Persona Intikalia

23 Feb 2016

Berburu Indomie Taste of Asia

Makan mi instan memang tidak boleh tiap hari. Katanya sih tidak baik buat kesehatan. Ahhh... itu kan memang sudah rahasia umum. Namun, faktanya meski tahu mengenai bahwa mi instan tidak baik jika dikonsumsi terlalu sering, tetap saja saya suka makan mi instan, walaupun sekarang sudah tidak sesering dulu. Dulu, bisa dibilang tiap hari makan mi instan.


Kemarin, saya dan istri jalan-jalan ke mall untuk mencari tempat menaruh baju kotor. Biasanya jika membeli peralatan rumah tangga seperti ini saya mampir di swalayan yang ada di mall tersebut. Hal yang paling suka adalah beli jajanan. Kadang malah lebih banyak beli jajanannya dibandingkan dengan beli peralatan rumah tangganya.

Kemarin juga sempat mau beli jaket lagi, tapi tidak jadi karena jaketnya ada sedikit cacat. Sayang banget ngeluarin duit untuk barang yang seperti itu. Dan nyoba nyari jaket lainnya di sana, tidak saja ketemu yang pas di hati. Sepertinya emang di sana bukan tempat untuk mencari jaket. Pilihannya kurang banyak.

Ada sedikit kejadian yang membuat istri saya sempat ngomel. Ada pegawai yang tatapannya tidak enak saat istri saya mencobakan jaketnya ke saya. Saya sih ga tahu pegawai yang mana. Kalau tahu mungkin akan saya liatin sampai dia ga enak sendiri. Haha. Entah, kadang saya bingung, apakah pegawai itu tidak menjalani masa training atau gimana kug bisa-bisanya melontarkan pandangan tidak enak pada pelanggan. Kan itu termasuk pelanggaran. Lah kalo pelanggannya merasa tidak nyaman dan tidak jadi beli gimana? Kalo ketahuan supervisor-nya pasti udah kena SP 1 itu. Haha.

Oke, balik ke judul artikel ini. Kemarin saya sekalian berburu indomie yang dulu pernah ada, Taste of Asia. Sayangnya saya hanya menemukan Indomie Bulgogi saja. Saya cari yang Tom Yam dan Laksa ternyata tidak ada. Padahal saya pengen nyobain lagi dua rasa itu. Apa mungkin sudah stop produksi yah? Hmm, atau kemungkinan masih banyak yang suka dengan Bulgogi, sedangkan dengan dua rasa lainnya tidak. Saya juga kesulitan untuk mencari produk lama lainnya yang saya suka, seperti Nu Juv. Terakhir saya lihat Nu Juv itu awal 2014. Setelah itu sudah tidak muncul lagi di mana pun.

Bulgogi ini memang agak sulit ditemukan. Di Indomaret dan Alfamart dekat rumah juga tidak ada. Kemarin sih menemukan Bulgogi ini di Carrefour. Karena jarangnya saya ke Carrefour akhirnya saya putuskan untuk beli 10 bungkus. Sekalian, daripada pengen lagi tapi ujung-ujungnya males berangkat ke sana.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar