Persona Intikalia

29 Agu 2018

Koleksi Jaket Tribute untuk Rolling Stones Keluaran Moncler

Siapa dari kalian yang tidak mengenal The Rolling Stones? Band yang bergenre rock and roll asal tanah Inggris ini seolah memberi pengaruh besar terhadap perkembangan musik di seluruh dunia.


“Musik adalah kerja keras dan kami berpikir kenapa kami melakukannya. Terlepas dari momen itu, perjalanan karir kami terasa sangat luar biasa,” demikian ungkapan dari Keith Richards, gitaris The Rolling Stones.

Sejak 1960-an, kiprah band yang digawangi oleh Mick Jagger (vokal, harmonika), Keith Richards (lead), Brian Jones (rhythm, harmonika), Mick Avory (drum), dan Dick Taylor (bass) tak terbendung lagi. Di manapun mereka berada, ribuan penggemar pasti datang untuk melihat aksi panggung The Rolling Stones. Beberapa personel datang dan pergi, menjadi cerita tersendiri bagi band yang usianya sudah melewati setengah abad. Mereka sempat dikabarkan bubar, bahkan setiap konser mereka sering disebut-sebut sebagai konser perpisahan. Apakah hal tersebut mengurangi antusiasme penggemar? Tentu tidak.

Berdasarkan pengalaman konser di tahun-tahun sebelumnya, mereka senantiasa membuat penonton histeris bak orang kesurupan. Konser pertama mereka di Munster, Jerman pada 11 September 1965 bisa dibilang ‘cukup’ menggila. Media setempat memberi julukan baru buat penggemar The Rolling Stones, yakni “Wild kids from England”. Sebagian media di Jerman dan Austria pun menuliskan keheranannya pada pesona band itu.

“Bagaimana mungkin, lima pria gondrong berpakaian tidak senonoh menyihir ribuan penonton untuk bergoyang dan menggerakkan kepalanya,” tulis seorang jurnalis bernama Frankfurter Allgemeine Zeit.


Tercatat, sekitar 100 konser The Rolling Stones pernah digelar di tanah Bavaria antara rentang 1965-2007. Hanya di era 90-an minat masyarakat terhadap musik rock agak menurun, dan mempengaruhi kiprah Mick Jagger dkk. Pada tur dunia bertajuk ‘A Bigger Bang’ di London dari tanggal 21-26 Agustus 2007 mencatatkan kehebohan, yaitu menarik penonton hingga mencapai 4.680.000 orang dari 32 negara serta meraup untung sekitar 558 juta US dollar.

Tidak heran label fashion mewah asal Italia, Moncler melakukan tribute untuk Rolling Stones pada ulang tahun band legendaris tersebut yang ke-50, dan merayakannya dengan meluncurkan capsule collection terbaru. The Rolling Stones sendiri adalah sebuah band rock Inggris yang mulai terkenal sejak tahun 1960-an masih terkenal hingga sekarang. Apabila dianalogikan, The Rolling Stones adalah sebuah batu yang hingga kini masih menggelinding, entah sampai kapan. Betul bukan?


Koleksi Spring/Summer 2016 Moncler kemarin fokus pada jaket, kaos, hoodie yang terdiri dari beberapa desain khas Franco-Italian. Setiap garmen yang dibuat akan menampilkan logo bibir sebagai icon yang dikenali oleh orang-orang terhadap band rock asal Inggris ini. Sejak didirikan pada tahun 1952 di Grenoble, Moncler telah menjadi salah satu merek mewah utama yang berhubungan dengan fashion dan pakaian olahraga.

Selama bertahun-tahun Moncler memproduksi pakaian khusus dataran tinggi atau yang bersuhu dingin. Brand ini cukup konsisten dalam menggabungkan gaya dan teknologi, dengan memanfaatkan pengetahuan sang desainer. Koleksi Moncler saat ini telah mengalami ekspansi, bukan saja hanya fokus pada attire pendaki gunung, tetapi juga produk yang dapat digunakan sehari-sehari.

Meski sudah tak terhitung berapa banyak konser yang sudah digelar oleh Rolling Stones, mereka tetap kelihatan sederhana dengan gaya khas mereka. Sang vokalis bahkan tidak menyangka usia band bisa melewati 50 tahun. Di masa-masa keemasan mereka, lagu-lagu andalan yang merajai tangga lagu dunia antara lain Under My Thumb, Sympathy for the Devil, Heart of Stone, Angie, Gimme Shelter, dan tentunya Paint it Black.

Kumpulan lagu itu menjadikan The Rolling Stones legenda rock sepanjang masa, sekaligus menginspirasi sejumlah band di era sekarang. Salah satunya yaitu Maroon 5, yang menciptakan single dengan judul Move Like Jagger.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar