Persona Intikalia
Tampilkan postingan dengan label indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label indonesia. Tampilkan semua postingan

6 Okt 2019

Mengenal Seluk Beluk Keberagaman Budaya Indonesia

Bagi kita masyarakat Indonesia, pasti sudah sangat mengenal bahwa Indonesia terdiri dari banyak pulau yang didiami oleh banyak suku yang menggunakan berbagai bahasa daeerah yang unik. Namun apakah Anda sudah mengenal betul keberagaman budaya Indonesia, fungsinya serta apa saja contohnya di Indonesia? Untuk memperkaya wawasan Anda, ini dia ulasan lengkapnya.


Apa itu Keragaman Budaya?

Keragaman budaya memiliki arti lain yang disebut cultural diversity. Penduduk Indonesia saat ini hampir berjumlah 200 juta orang yang tersebar di berbagai pulau. Berbagai budaya dan adat yang terdapat di berbagai daerah memiliki ciri khas masing-masing yang berbeda satu sama lain. Hal itulah yang menyebabkan keragaman budaya Indonesia sangat kaya.

Namun uniknya walaupun Indonesia terdiri dari beragam budaya dan adat istiadat, hal ini tidak serta merta membuat negara menjadi terpecah belah. Hal ini dikarenakan berbagai keragaman budaya tersebut dapat berjalan damai dengan adanya semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Manfaat Keragaman Budaya

Banyaknya keragaman budaya yang ada di negeri ini ternyata memberikan berbagai manfaat dan juga nilai positif bagi negeri. Diantaranya yaitu dapat meningkatkan produktivitas dan juga probabilitas terutama dalam berorganisasi.

Selain itu, adanya berbagai keragaman budaya Indonesia dapat digunakan sebagai ajang untuk bertukar berbagai inovasi dan juga ide-ide kreatif yang bisa didapatkan dari orang-orang yang memiliki latar belakang budaya yang berbeda. Dengan begitu berbagai ide genius dan juga solusi-solusi menarik bisa didapatkan terutama ketika berkecimpung dalam suatu organisasi.

Lalu, Apa Saja Ciri-Ciri Keragaman Budaya di Indonesia?

1. Keragaman Bahasa

Dari segi keragaman bahasa misalnya, Indonesia memiliki setidaknya dua rumpun bahasa yaitu bahasa austroneisa Barat atau yang sering dikenal dengan bahasa Melayu atau Indonesia. Masyarakat yang menggunakan bahasa ini merupakan masyarakat Indonesia di kawasan Indonesia Barat seperti pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan.

Berbeda lagi dengan kawasan Indonesia Timur dimana masyarakat disana umum menggunakan bahasa Melanisia. Bahasa Melanissia sendiri asalnya merupakan bahasa Yunani yang dibawa dari kawasan Pasifik Barat.

2. Keragaman Suku Bangsa

Berdasarkan data sensus penduduk tahun 2010, diketahui bahwa Indonesia memiliki lebih dari 300 suku bangsa. Beberapa diantaranya adalah suku Sunda, suku Batak, suku sunda, Suku Banjar, suku Madura, dan masih banyak lagi.

Sedangkan suku dengan jumpah penduduk paling banyak adalah suku Jawa dengan populasinya lebih dari 41%. Namun walaupun termasuk kedalam suku terbanyak, sebagian suku Jawa bertransmigrasi ke pulau lain seperti Sumatera dan Kalimantan.

3. Keragaman Agama

Walaupun di Indonesia, mayoritas penduduknya beragam Islam, namun ada juga penduduk yang menganut agama-agama lain. Secara umum, ada enam agama yang diakui oleh pemerintah yaitu Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, Budha, Hindu, dan Konguchu.

4. Keragaman Adat dan Kesenian

Keragaman adat dan kesenian yang dimiliki oleh Indonesia tidak terlepas dari banyaknya suku bangsa yang ada di negara ini. Tiap suku bangsa tentunya memiliki adat dan kesenian khas yang berbeda dengan suku bangsa yang lain.

Contoh Keragaman Budaya Indonesia yang Mendunia

Dari banyaknya keragaman di Indonesia, beberapa diantaranya berhasil menembus kancah International dan dikenal oleh dunia. Beberapa diantaranya yaitu wayang, angklung, seni batik, hingga berbagai tari tradisonal seperti tari saman dari Aceh, tari Reog dari Ponorogo, hingga tari kecak dan pendet dari Bali.

Keragaman budaya Indonesia memang tidak ada habisnya. Kini tinggal bagaimana kita sebagai penerus bangsa dapat melestarikan berbagai keragaman tersebut agar tidak punah oleh masa dan bisa bertahan bahkan terkenal hingga ke kancah internasional.

21 Nov 2018

Melalui Permainan, Astra Ajak Masyarakat Ciganjur Kompak

Di Indonesia, terdapat satu hari yang sangat ditunggu-tunggu untuk dimeriahkan oleh masyarakat Indonesia. Hari itu adalah Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Tepat pada tanggal 17 Agustus, seluruh masyarakat biasa membuat banyak event untuk dimeriahkan melalui lomba-lomba yang digelar. Misalnya lomba balap karung, lomba makan krupuk, lomba panjat pinang, dan lain sebagainya.

Foto: Warta Kota/Feryanto Hadi
http://wartakota.tribunnews.com/2017/08/28/astra-gelar-festival-permainan-tradisional-di-rptra-ciganjur-berseri

Bagi masyarakat Indonesia, memperingati Hari Kemerdekaan merupakan momen yang tepat untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Masyarakat Indonesia membuat lomba untuk melatih semangat generasi baru dalam berjuang. Tidak mudah menyerah untuk mendapatkan kemenangan. Mengatur strategi untuk mengalahkan lawan pun menjadi kebutuhan agar dapat memenangkan lomba yang diadakan.

Demi mewujudkan cita besar itulah, Astra memiliki cara untuk mengajak masyarakat Indonesia menjadi kompak dan bersatu. Ciganjur yang menjadi salah salah satu Kampung Berseri Astra, menjadi tempat yang tepat untuk mengusung tema Permainan Untuk Anak Negeri dalam pagelaran Festivsl Permainan Tradisional Berseri.

Dalam festival ini bertepatan pada bulan Agustus yang sekaligus memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Bertemakan permainan, maka perlombaan yang digelar ialah permainan tradisional untuk anak-anak. Contohnya adalah Terompah Panjang, Gerobak Sodor, Egrang, dan lain-lain. Lomba ini diikuti oleh seluruh anak dari Kampung Berseri Astra dari wilayah Jakarta, Depok, Tangerang, serta Bekasi.

Pergelaran festival yang diadakan oleh Astra ini ialah salah satu rangkaian dari festival Kampung Berseri Astra yang ada di seluruh nusantara. Harapan dari Astra untuk mengadakan festival ini adalah supaya generasi penerus Indonesia mengenal bagaimana sejarah dan tetap membudayakan permainan tradisional. Ini merupakan langkah Astra untuk berkomitmen terhadap Indonesia bahwa budaya permainan tradisional kelak tidak akan mati di kalangan generasi milenial.

Melihat kini banyak yang masih berusia dini sudah memegang dan mengoperasikan gadget. Anak-anak yang lebih senang bermain dengan dunianya sendiri dibandingkan keluar rumah dan bermain dengan teman-temannya. Kelak kehidupan sosial dari generasi ini yang akan memprihatinkan bagi Indonesia di masa mendatang. Menanggapi hal demikian, Astra membuat suatu tekad untuk membentuk Kampung Berseri dengan tujuan yang baik. Salah satunya adalah dengan membuat festival permainan tradisional.

Berbagai macam permainan yang digelar di Ciganjur membuat semua Kampung Berseri Astra yang berpartisipasi bersemangat untuk menang di setiap perlombaan. Alhasil seperti permainan Hadang dimenangkan oleh KBA Sunter Jaya, permainan Egrang dimenangkan oleh KBA Lengkong Kulon, kemudian permainan Terompah Panjang dimenangkan oleh KBA Bhakti Jaya, dan masih banyak lagi.

Event yang digelar oleh Astra di Ciganjur bukan hanya untuk anak-anak saja. Astra juga ingin memberikan apresiasi kepada para peserta lomba mural untuk mahasiswa-mahasiswi. Lomba ini sebagai pelengkap untuk mengasah kreativitas anak muda di Indonesia dalam kesenian. Dari lomba mural Astra se Jadetabek ini dijuarai oleh Big Box dari Binus University.

Dengan menggelar berbagai macam lomba, PT Astra International Tbk memiliki harapan besar bagi seluruh masyarakat Indonesia terutama Kampung Berseri Astra agar tetap memajukan Indonesia dengan tidak mengesampingkan sejarah. Astra berharap dengan adanya permainan tradisional di Indonesia akan menjadi ciri khas bagi Indonesia itu sendiri.


Datangnya berbagai macam inovasi yang diberikan Astra ini akan berdampak besar kepada Indonesia di masa mendatang. Pemberdayaan manusia merupakan hal yang sangat penting dan perlu disegerakan. Dengan kekompakan, persatuan itu akan terwujud. Karena perubahan besar membutuhkan kemauan yang kuat. Dan perubahan besar ialah perubahan kecil yang telah dimulai.

17 Agu 2017

Orang Yang Paling Merdeka

Mumpung di Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-72 ini, saya ingin menulis sedikit hal yang terlintas dalam pikiran saya. Masih tentang kemerdekaan.

Ngomong-ngomong tentang merdeka, sebenarnya siapa sih orang yang paling merdeka?


Orang yang paling merdeka adalah hamba Alloh, hamba Sang Pencipta alam semesta ini.

Sedikit kisah nyata dari kerabat saya yang jika ditarik dari jalur nasab, maka dia adalah keponakan saya. Namun, karena memang nasab keluarga yang rumit dan banyak percabangan, maka sangat sering terjadi keponakan saya umurnya lebih tua dari saya. Ini adalah hal yang wajar bagi keluarga besar.

Sebut saja dia K. K ini adalah salah seorang laki-laki lulusan pesantren. Dia memang terkenal sangat agamis di kalangan keluarga besar kami. K ini setelah lulus dari pesantren dia mencari kerja dan dapatlah pekerjaan menjadi satpam di sebuah pertokoan di Surabaya.

Karena memang lulusan pesantren, maka sangat tidak aneh jika K ini selalu menjaga sholat 5 waktunya. Nah, awal ketika menjadi satpam, dia masih bisa sholat dengan leluasa. Lagi pula sholat 'kan hanya butuh 5-10 menit saja.

Namun, suatu ketika ada atasannya yang tidak menyukai sholat yang dilakukan oleh K ini. Dan karena rasa kebencian atasan tersebut, K selalu dimarahi saat selesai sholat. Padahal cuma sebentar saja sholatnya. K merasa tidak nyaman ketika atasan tersebut mulai memakinya.

Sontak K langsung bilang, "Mulai sekarang saya tidak mau kerja lagi di sini. Gaji berapa sih sampai harus meninggalkan sholat." Lalu K ngacir dari hadapan atasan tersebut dan tak pernah kembali lagi jadi satpam. Atasan tersebut tertegun seperti melihat hal yang aneh.

Mungkin atasan tersebut berpikir bahwa uang adalah segalanya yang bisa mengatur privasi seseorang sampai level ibadah. Sayangnya tidak semua orang bisa dibeli dengan uang.

Alhasil, setelah K keluar dari pekerjaan satpamnya, dia mencoba bekerja sendiri sebagai tukang pijat dan bekam. Dari pekerjaannya yang sekarang, dia bahkan bisa membangun rumahnya sendiri.

Terkadang manusia memang bisa diperbudak oleh uang, tapi tidak semuanya. Menjadi hamba Alloh memang pilihan yang berat. Karena seakan-akan akan mengalami kemiskinan karena meninggalkan pekerjaan yang melarang untuk sholat. Toh, namun faktanya berkata lain. Justru dengan meninggalkan pekerjaan itu, Alloh memberikan pekerjaan yang lebih berkah dan hasilnya lebih besar.

Merdeka itu memang butuh perjuangan untuk melawan rasa takut. Takut dari kemiskinan, takut dari perkataan orang lain, dan takut dari hal-hal lainnya.

Menjadi hamba Alloh memang bentuk kemerdekaan dari penghambaan terhadap makhluk. Lagi pula, tinta takdir sudah kering, rejeki sudah ditentukan. Lalu, mau takut apa lagi? Kita cukup berusaha semaksimal mungkin dan selalu berusaha cari jalan yang halal dan baik. Selebihnya doa.

Jika ada orang yang berkata buat apa doa, abaikan saja. Dia tidak tahu efek dari sebuah doa. Dan orang yang tidak percaya dengan doa, dipastikan dia lebih sering mengalami stres. Tidak percaya?

Coba saja perhatikan keseharian mereka. Mereka lebih mengandalkan kemampuannya sendiri, padahal ada takdir Alloh di depan matanya. Betapa banyak sih rencana manusia yang sudah diatur sebaik mungkin kemudian gagal? Jawabnya, sangat banyak!

Akhir kata, apakah kamu sudah merdeka hari ini? Semoga saja sudah!

29 Nov 2015

Katakan Tidak pada Korupsi

A: Tidak!
Korupsi: Hmm...

20 Okt 2014

Kurikulum Ini Membunuhku

Adik sepupuku merupakan seorang siswi di sebuah SMPN di Surabaya. Dia sering datang ke tempatku untuk mencetak/print tugas-tugas sekolahnya.

Suatu hari aku coba tanyakan pada adik sepupuku tersebut, apakah memang perlu untuk semua tugas-tugas sekolahnya itu untuk dicetak/print.

Dia membenarkan bahwa tugas-tugasnya tersebut harus dicetak/print.

Aku tanyakan tidak bisakah dia mencetak/print tugas-tugasnya itu menggunakan fasilitas sekolah.

23 Sep 2014

Mendebat Kebenaran

Mungkin di zaman ini banyak sekali yang suka berdebat. Entah apa latar belakangnya. Ingin dianggap pintar, berujung pada hasil yang sok pintar. Miris kadang melihat hasil pendidikan di negeri ini #sokbijak. Bagaimana tidak, masih saja ada orang  yang mendebat mengenai 4x6 dan 6x4. Bukankah ini pelajaran SD yang seharusnya sudah dipahami?

Dengan berlatar belakang pejuang berani tampil beda, jadilah dirimu sendiri, dan kreatif di segala bidang; bukan berarti harus mendebat kebenaran. Beberapa orang mungkin mengabaikan konsep; namun, justru ketika mengabaikan konsep ini maka dirinya akan terlihat bodoh, dan menjadi bodoh. Di saat negara lain sudah berlomba-lomba mengirim roket ke bulan, di Indonesia masih mendebat 4x6 dan 6x4.

22 Agu 2014

Berapa Harga Tulisanmu?

Di zaman di mana harga barang pada naik karena inflasi, mengapa harga tulisan semakin murah yah? Baru saja aku dapet email dari seseorang yang menawarkan untuk menulis artikel. Ini adalah hal yang biasa. Namun yang tidak biasa adalah penawarannya yang menurut saya ini super sadis. Per artikel hanya dihargai 3 ribu rupiah; ingat 3 ribu, bukan 3 juta, hehe. Syaratnya 200 kata, no copas, no rewrite, tulisannya harus SEO friendly.

22 Jul 2014

Prabowo Kalah, Saya Tetaplah Seorang Blogger

Siapa pun yang menang tidaklah ngefek bagi saya secara signifikan. Jokowi atau Prabowo yang menang, saya tetap akan menulis di blog ini. Katanya Prabowo kalah yah. Baguslah, Indonesia ga jadi "rusuh", hehe. Kalo Jokowi yang kalah, bisa-bisa Indonesia "rusuh". Ah lupakan. Itu kan hanya gertak sambal dari pendukung fanatik.

Siapa pun yang memimpin negara ini, sebagai rakyat saya tetap harus mendoakan pemimpin terpilih agar bisa memimpin Indonesia dengan baik. Terlebih lagi rakyatnya, harusnya ketika Jokowi jadi presiden setidaknya rakyatnya mendukung dan tidak ada lagi media yang kerjaannya cuma mengumbar keburukan pemerintahan. Ngenes aja kalo liat jaman Pak SBY. Kayaknya di mata media, Pak SBY ga ada baik-baiknya.

Udah ah, gitu aja. Cuma pengen update blog yang udah lama ga diurus :)

11 Jul 2014

Prediksi vs Fakta

Pilpres kali ini memang rame yah. Bahkan yang baru prediksi aja udah berani koar-koar kalo dia yang bakal jadi Presiden. Padahal bisa jadi fakta bertolak belakang dengan hasil prediksi Quick Count. Orang yang namanya prediksi kan ga harus jitu. Apa prediksi itu menjanjikan kebenaran? Mari saya kasih contoh biar kamu yakin kalo prediksi itu tidak harus merepresentasikan sebuah fakta.

Pernah tahu menebak kepribadian melalui golongan darah. Itu kan salah satu dari prediksi. Apabila ternyata apa yang disebutkan berbeda dengan fakta, manakah yang disalahkan? Kepribadian orangnya atau prediksi golongan darahnya? Tentu kamu akan menjawab yang salah adalah prediksinya.

7 Jul 2014

Seremnya Pemilu Tahun Ini

Pemilu tahun ini bener-bener serem. Kerasa ga? Bagi pengguna social media seperti saya, Facebook kadang menjadi hal yang memuakkan. Entah saya atau mungkin pembaca juga mengalami perasaan yang sama. Benar-benar sudah kelewat batas kewajaran. Oke lah, silakan kagum pada sesosok capres, tapi jangan segitunya keles. Fanatik itu boleh, tapi yang ga boleh itu fanatik buta. Hingga semua ucapan, kelakuan dari yang difanatikin pasti benar dan semua yang berseberangan dengan itu pasti salah.

Saya tidak menyalahkan mereka yang sedang buta karena cinta pada sesosok capres. Itu wajar juga dialami para pecinta di luar sana. Mereka bahkan akan mengatakan bau kentut kekasihnya itu wangi, kalo lagi jatuh cinta. Ga percaya? Hanya orang lain yang bisa melihat keanehan itu. Pecinta tak 'kan sadar bahwa dirinya sedang gila dirundung cinta.

13 Des 2013

Misteri Kuis Kebangsaan WIN-HT

Lagi rame di Twitter dan Kaskus soal keanehan yang terjadi di Kuis Kebangsaan WIN-HT ini. Diduga -meski sebenarnya mendekati 99% benar- Kuis Kebangsaan WIN-HT ini memang "settingan". Seperti entri yang pernah saya tulis tentang Jangan 100% Percaya Sesuatu yang Ada di Internet, sepertinya memang sedikit sekali di zaman ini kita menemui sebuah kejujuran. Zaman ini memang penuh dengan kebohongan. Yang bohong dianggap jujur, begitu juga sebaliknya. Lucu, tapi itulah faktanya.


4 Des 2013

Pesta Seks Nasional

Mau jadi apa negeri ini kalo kondom dibagikan ke pelajar dan disuruh ngeseks sama pacarnya. Pantesan aja jumlah cewek yang ga perawan di kalangan pelajar SMP lebih dari 75%. Kalo kayak gini terus, bisa-bisa cewek yang perawan tinggal 5% di kalangan SMP. Lagian pake kondom juga apa bebas dari kehamilan atau AIDS? Belum tentu juga kan. Bisa aja ada kecelakaan, kondomnya sobek.

Kondom Gratis

28 Okt 2013

Sumpah Pemuda

Apakah semua sadar hari ini adalah Hari Senin? Sepertinya semua orang sadar hari ini Hari Senin, namun tidak semua sadar hari ini adalah Hari Sumpah Pemuda. Salah satu kalimat dari Sumpah Pemuda menyinggung masalah berbahasa satu, yaitu bahasa Indonesia. Sepertinya pemuda dulu bangga dengan berbahasa Indonesia, di kala bahasa daerah masih mendominasi. Kini kala Bahasa Indonesia mendominasi, banyak pemuda Indonesia malah menggunakan bahasa gaul, bahkan bahasa alay. Naas memang. Perjuangan untuk memulai itu memang berat. Namun, sepertinya mempertahankan sesuai yang berhasil diperjuangkan itu lebih sulit.

Baiklah, sepertinya paragraf di atas terlalu serius. Sebenarnya aku tidak suka menulis yang serius. Aku lebih suka menulis yang agak ngaco. Berikut ini adalah sedikit dialog aneh soal Sumpah Pemuda.

Cewek: Kamu tahu ga hari ini hari apa?
Cowok: (Menjawab dengan polos) Hari Senin.
Cewek: (Tiba-tiba cemberut)
Cowok: Salah yah?
Cewek: (Makin monyong mulutnya)
Cowok: Hari ini Hari Ulang Tahun kamu?
Cewek: (Memutar badan 90 derajat terhadap sumbu-y)
Cowok: Hari kita jadian?
Cewek: (Berdiri lalu salto hingga melempar cowok ke atas dengan kakinya)
Cowok: (Sambil berdarah-darah bercampur ingus keluar dari hidung) Oke, aku nyerah.
Cewek: Hari ini Hari Sumpah Pemuda. Kamu lupa?
Cowok: Ouwhhh.

12 Okt 2013

Golkarnya Tapi Ga Usah Disebut

Media memang tidak berimbang saat ini. Saya sudah curiga dengan beberapa kejadian yang ditayangkan di televisi yang katanya parameter kebenaran. Kamu pasti tahu dua TV yang saya maksud. Dua TV yang sangat gencar melakukan pencitraan, apalagi bentar lagi Pemilu. Sialnya, manipulasi yang mereka lakukan ketahuan. Pasti mereka kebakaran jenggot, itu pun kalo mereka punya jenggot, hehe. Hal ini saya ambil dari Hot Thread (HT) di Kaskus.

HT dari Kaskus

21 Sep 2013

Liputan 6 Keblinger

Media saat ini sangat tidak relevan dan tidak berimbang. Banyak sekali pembodohan publik yang dilakukan oleh banyak media di Indonesia. Ini terbukti banyaknya berita-berita bohong dan berita-berita yang dipelintir. Ini adalah salah satunya. Di judulnya tertulis "Kreatif, Mahasiswa ITB Ciptakan Mobil Elektrik", tapi isinya bukan mahasiswa ITB yang bikin mobil elektrik tersebut, tapi mahasiswa ITS (tempat saya kuliah sekarang). Apa coba maksudnya?

Liputan 6 Keblinger

Terkesan jurnalisnya males dan acak-acakan dalam menulis berita. Mbok yo diliat dulu konten videonya bicara tentang apa, lalu nulis judulnya yang relevan. Sejak kapan B itu sama dengan S? hehe. Kalo misalkan salah ketik, huruf B dan S di keyboard itu cukup jauh jaraknya. Mau membuktikan, silakan kunjungi link ini.

25 Agu 2013

Akhirnya Bisa Internetan dengan Layak

Alhamdulillah, akhirnya saya bisa mendapatkan koneksi internet yang layak. Dulu masih pake AXIS, terikat oleh kuota dan kalo kuotanya abis lemotnya bukan main. Sekarang bisa bernafas lega, internetan pake @wifi.id tanpa kuota bayarnya tetep murah. Emang rumah kontrakan ini meskipun tidak terlalu bagus, tapi bikin betah tinggal di sini. Nyohoho :D

Entri ini hanyalah ungkapan kegembiraan saya setelah lama tidak menikmati koneksi internet yang layak.

19 Jun 2012

Realitas Lagu Anak Indonesia

Kenapa lagu anak Indonesia semakin terpuruk? Kenapa anak kecil saat ini meninggalkan lagu-lagu anak dan lari ke lagu-lagu dewasa. Mari kita saksikan lirik lagu dari lagu anak berikut ini.


Coba perhatikan liriknya.

18 Feb 2012

Profil John Kei

John Refra Kei. Nama ini sungguh melambung beberapa hari ini. John Refra Kei, yang lebih akrab dipanggil John Kei adalah pemimpin dari Angkatan Muda Kei. John Kei dikenal dan disegani oleh masyarakat di sana karena memang sangat erat hubungannya dengan gang yang sering digunakan jasanya untuk Debt Collector dan beberapa hal menakutkan lainnya. John Kei ini sangat melambung namanya di Maluku, sehingga banyak orang yang mengaku anak buah John Kei.

John Kei, bukan John Terro LOL
Yang jelas John Kei bukanlah John Terro yang membawa aliran Intikali LOL. John Kei bukan juga gabungan nama dari John Terro (intikalis kiri) dan Om Havoc Kei (intikalis kanan). Ya sebatas itu saja yang aku ketahui tentang John Kei. Selebihnya nanti saya update lagi kalo memang ada info-info mendatang tentang John Kei ini.

28 Okt 2011

Asal Usul Sumpah Pemuda

Dahulu kala, pada tanggal 28 Oktober 1928...

Koya: Bon, hari ini tanggal berapa?
Abon: Kemana aja loe, Koy. Sebagai pemuda seharusnya loe tahu sekarang tanggal berapa.
Koya: Yaudah cepat, sekarang tanggal berapa?
Abon: 28 Oktober 1928.
Koya: Sumpeh loe? Berarti gue ulang tahun dong hari ini.
Abon: Sumpeh?
Koya: Sumpeh, Bon.

Detik itu juga diputuskan sebagai Hari Sumpah Pemuda karena sumpah mereka berdua yang notabene seorang pemuda.

12 Okt 2011

JKT48 Penerus SKE48 dan AKB48

Tahu ga sih apa itu JKT48? JKT48, seperti namanya pasti ada hubungannya dengan Jakarta. Lantas apa sebenarnya JKT48 ini? JKT48 ini adalah generasi dari SKE48 dan AKB48 yang ada di Jepang. Bagi yang belum tahu nih, aku kasih bocoran. Intinya, pendahulunya SKE48 dan AKB48 ini terdiri dari 48 cewek cantik seumuran SMP sampe SMA dilantik jadi penyanyi grup layaknya Cherry Belle dan 7icons tuh.