Persona Intikalia
Tampilkan postingan dengan label pemilu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pemilu. Tampilkan semua postingan

22 Jul 2014

Prabowo Kalah, Saya Tetaplah Seorang Blogger

Siapa pun yang menang tidaklah ngefek bagi saya secara signifikan. Jokowi atau Prabowo yang menang, saya tetap akan menulis di blog ini. Katanya Prabowo kalah yah. Baguslah, Indonesia ga jadi "rusuh", hehe. Kalo Jokowi yang kalah, bisa-bisa Indonesia "rusuh". Ah lupakan. Itu kan hanya gertak sambal dari pendukung fanatik.

Siapa pun yang memimpin negara ini, sebagai rakyat saya tetap harus mendoakan pemimpin terpilih agar bisa memimpin Indonesia dengan baik. Terlebih lagi rakyatnya, harusnya ketika Jokowi jadi presiden setidaknya rakyatnya mendukung dan tidak ada lagi media yang kerjaannya cuma mengumbar keburukan pemerintahan. Ngenes aja kalo liat jaman Pak SBY. Kayaknya di mata media, Pak SBY ga ada baik-baiknya.

Udah ah, gitu aja. Cuma pengen update blog yang udah lama ga diurus :)

11 Jul 2014

Prediksi vs Fakta

Pilpres kali ini memang rame yah. Bahkan yang baru prediksi aja udah berani koar-koar kalo dia yang bakal jadi Presiden. Padahal bisa jadi fakta bertolak belakang dengan hasil prediksi Quick Count. Orang yang namanya prediksi kan ga harus jitu. Apa prediksi itu menjanjikan kebenaran? Mari saya kasih contoh biar kamu yakin kalo prediksi itu tidak harus merepresentasikan sebuah fakta.

Pernah tahu menebak kepribadian melalui golongan darah. Itu kan salah satu dari prediksi. Apabila ternyata apa yang disebutkan berbeda dengan fakta, manakah yang disalahkan? Kepribadian orangnya atau prediksi golongan darahnya? Tentu kamu akan menjawab yang salah adalah prediksinya.

7 Jul 2014

Seremnya Pemilu Tahun Ini

Pemilu tahun ini bener-bener serem. Kerasa ga? Bagi pengguna social media seperti saya, Facebook kadang menjadi hal yang memuakkan. Entah saya atau mungkin pembaca juga mengalami perasaan yang sama. Benar-benar sudah kelewat batas kewajaran. Oke lah, silakan kagum pada sesosok capres, tapi jangan segitunya keles. Fanatik itu boleh, tapi yang ga boleh itu fanatik buta. Hingga semua ucapan, kelakuan dari yang difanatikin pasti benar dan semua yang berseberangan dengan itu pasti salah.

Saya tidak menyalahkan mereka yang sedang buta karena cinta pada sesosok capres. Itu wajar juga dialami para pecinta di luar sana. Mereka bahkan akan mengatakan bau kentut kekasihnya itu wangi, kalo lagi jatuh cinta. Ga percaya? Hanya orang lain yang bisa melihat keanehan itu. Pecinta tak 'kan sadar bahwa dirinya sedang gila dirundung cinta.