Jika cinta itu karena takdir
Mengapa kau harus berpikir
Jika cinta itu karena takdir
Mengapa kau harus ketar-ketir
Jika cinta itu karena takdir
Mengapa kau merasa getir
Inilah cinta
Terimalah dengan suka cita
Inilah cinta
Yang kau harus menjaganya
Inilah cinta
Yang kau harusnya menikmatinya
Jika cinta berkata ya
Terimalah pendapatnya
Jika cinta berkata tidak
Harusnya kau tak perlu berontak
Cintailah cinta secinta-cintanya
Sebagaimana kau dicintainya
Bencilah benci sebenci-bencinya
Sebagaimana cinta membencinya
Itulah cinta dua puluh empat karat
Mensyukurinya adalah nikmat
Memandangnya tak ingin lepas sekelebat
Menyentuhnya inginnya erat
Tak ingin berpisah kecuali sekarat
- John Terro -
Dalam keintikaliannya di Hari Pramuka
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
14 Agu 2020
3 Nov 2017
Dirimu Melebihi Sebuah Lagu
Lagu
Melantun indah membuat sendu
Melalaikan manusia kepada yang semu
Terbawa sedih nan pilu
Kadang suka, kadang haru
Dirimu
Melebihi sebuah lagu
Melalaikan dan mengusik rindu
Dekat denganmu, ku khawatir berpisah denganmu
Jauh darimu, merindu hingga tersedu-sedu
Kutinggalkan lagu, 'tuk mencintaimu
Kutinggalkan bait-bait palsu
Kutemukan yang lebih indah ada padamu
Ku toreh bait-bait puisi untukmu
Rasanya tak habis hingga seminggu
Bahkan hingga setahun berlalu
Atau mungkin lebih dari itu
Baris puisi walau sampai seribu
Tak usai mengungkap diriku padamu
Kurang, kurang selalu
Selalu, dan selalu begitu
---
John Terro dalam Sendu
2 November 2017
Melantun indah membuat sendu
Melalaikan manusia kepada yang semu
Terbawa sedih nan pilu
Kadang suka, kadang haru
Dirimu
Melebihi sebuah lagu
Melalaikan dan mengusik rindu
Dekat denganmu, ku khawatir berpisah denganmu
Jauh darimu, merindu hingga tersedu-sedu
Kutinggalkan lagu, 'tuk mencintaimu
Kutinggalkan bait-bait palsu
Kutemukan yang lebih indah ada padamu
Ku toreh bait-bait puisi untukmu
Rasanya tak habis hingga seminggu
Bahkan hingga setahun berlalu
Atau mungkin lebih dari itu
Baris puisi walau sampai seribu
Tak usai mengungkap diriku padamu
Kurang, kurang selalu
Selalu, dan selalu begitu
---
John Terro dalam Sendu
2 November 2017
24 Agu 2017
Cinta Tak Pernah Sama
Cinta tak pernah sama.
Sekarang begini, besok berbeda.
Getarannya kadang berkurang, kadang sebaliknya.
Cinta memang tak pernah sama.
Walau cinta tak pernah sama.
Namun, keadilan tetap jadi yang utama.
Adil bukan berarti sama.
Namun, cinta sesuatu prioritasnya.
Ada yang cukup dengan cinta secuil.
Ada yang harus diberi sekuil.
Itulah adil.
Bukan dilihat dari besar kecil.
Cinta tak pernah sama.
Dan memang tak 'kan pernah sama.
Yang sama pun, belum tentu sama.
Jika waktu telah berlalu lama.
John Terro
24 Agustus 2017
Sekarang begini, besok berbeda.
Getarannya kadang berkurang, kadang sebaliknya.
Cinta memang tak pernah sama.
Walau cinta tak pernah sama.
Namun, keadilan tetap jadi yang utama.
Adil bukan berarti sama.
Namun, cinta sesuatu prioritasnya.
Ada yang cukup dengan cinta secuil.
Ada yang harus diberi sekuil.
Itulah adil.
Bukan dilihat dari besar kecil.
Cinta tak pernah sama.
Dan memang tak 'kan pernah sama.
Yang sama pun, belum tentu sama.
Jika waktu telah berlalu lama.
John Terro
24 Agustus 2017
1 Feb 2016
Cemburu
Pekerjaan yang paling melelahkan.
Pekerjaan yang paling menguras pikiran.
Pekerjaan yang sulit diselesaikan.
Cemburu.
Ya, cemburu.
Kadang mentari cemburu pada bulan.
Padahal bulan bercahaya, juga dari sinar mentari.
Mentari cemburu karena bulan menghiasi malam hari.
Mentari cemburu karena cahayanya sampai bumi.
Bukankah itu hal yang wajar?
Tapi ...
Cemburu itu sebenarnya bercampur rindu.
Meski lebih dominan pilu.
Membuat hati membeku.
Padahal ingin dilelehkan.
Dengan senyuman.
Dengan sentuhan.
Dengan pelukan.
Dengan yang lebih dari itu.
Cemburu
Bagai diiris sembilu.
Luka duka menyatu.
Lalu dikali seribu.
Wahai sang pencemburu.
Cintaku cuma kamu.
Walau raga tak bertemu.
Namun hati tetaplah satu.
Rasa ingin selalu bercumbu.
Hingga tubuhmu bertambah satu.
Wahai sang pencemburu.
Di sini aku tidak berburu.
Aku hanya menuntaskan tugasku.
Lalu kujemput dirimu.
Untuk mengisi hidupku.
Untuk mengisi ingatanku.
1 Februari 2016 - 22:59
John Terro
Pekerjaan yang paling menguras pikiran.
Pekerjaan yang sulit diselesaikan.
Cemburu.
Ya, cemburu.
Kadang mentari cemburu pada bulan.
Padahal bulan bercahaya, juga dari sinar mentari.
Mentari cemburu karena bulan menghiasi malam hari.
Mentari cemburu karena cahayanya sampai bumi.
Bukankah itu hal yang wajar?
Tapi ...
Cemburu itu sebenarnya bercampur rindu.
Meski lebih dominan pilu.
Membuat hati membeku.
Padahal ingin dilelehkan.
Dengan senyuman.
Dengan sentuhan.
Dengan pelukan.
Dengan yang lebih dari itu.
Cemburu
Bagai diiris sembilu.
Luka duka menyatu.
Lalu dikali seribu.
Wahai sang pencemburu.
Cintaku cuma kamu.
Walau raga tak bertemu.
Namun hati tetaplah satu.
Rasa ingin selalu bercumbu.
Hingga tubuhmu bertambah satu.
Wahai sang pencemburu.
Di sini aku tidak berburu.
Aku hanya menuntaskan tugasku.
Lalu kujemput dirimu.
Untuk mengisi hidupku.
Untuk mengisi ingatanku.
1 Februari 2016 - 22:59
John Terro
24 Agu 2015
Waktu Begitu Cepat
Waktu begitu cepat. Tak terasa. Kini, aku tidak jomblo lagi. Anakku sudah dua. Ku tatap cermin, kulihat wajahku. Apa yang salah. Aku masih tetap terlihat sama dengan tiga tahun yang lalu. Terlihat kurus, dengan berat badan 54 kg.
Aku. Merasa diriku tetap sama dengan yang dulu. Namun, kalender menyadarkanku, bahwa matahari telah berputar terlalu cepat. Bulan terlalu kencang berganti. Tiga tahun yang lalu, diriku masih sering mampir, menginap ke rumah sahabat. Bermain, bercerita, mengobrol tentang ide-ide masa depan.
Kini, aku tetap sama, hanya saja yang aku ajak ngobrol berbeda. Dialah istriku, dialah yang sekarang mendengar ocehanku di malam hari. Mendengar ide-ide absurd dari otakku. Dan berjuang bersama merealisasikannya.
Aku rindu dengan kebersamaan teman-temanku. Mereka kini sudah sibuk dengan urusan masing-masing, begitu juga aku. Entah kapan, suatu saat aku ingin bertemu mereka kembali dan mengobrolkan masa lalu.
Aku. Merasa diriku tetap sama dengan yang dulu. Namun, kalender menyadarkanku, bahwa matahari telah berputar terlalu cepat. Bulan terlalu kencang berganti. Tiga tahun yang lalu, diriku masih sering mampir, menginap ke rumah sahabat. Bermain, bercerita, mengobrol tentang ide-ide masa depan.
Kini, aku tetap sama, hanya saja yang aku ajak ngobrol berbeda. Dialah istriku, dialah yang sekarang mendengar ocehanku di malam hari. Mendengar ide-ide absurd dari otakku. Dan berjuang bersama merealisasikannya.
Aku rindu dengan kebersamaan teman-temanku. Mereka kini sudah sibuk dengan urusan masing-masing, begitu juga aku. Entah kapan, suatu saat aku ingin bertemu mereka kembali dan mengobrolkan masa lalu.
1 Mar 2015
28 Feb 2015
Cinta, Katakan pada Cinta
Cinta. Katakan pada Cinta. Cinta itu mencintai apa-apa yang dicintai oleh orang yang dicinta. Dan, cinta itu membenci apa-apa yang dibenci oleh orang yang dicinta. Jadi, bagaimana mungkin Cinta mengaku cinta pada Cinta, jika Cinta tidak mencintai apa-apa yang dicintai oleh Cinta dan tidak membenci apa-apa yang dibenci oleh Cinta. Maka, apalah arti cinta, jika cinta hanyalah di bibir saja.
Label:
ada apa dengan cinta,
intikali,
puisi
3 Nov 2014
Nirmagnetasi Cinta
Semakin dekat semakin kuat
Semakin jauh semakin melemah
Begitulah cinta sesaat
Tidak tahan jika tak terjamah
Berbeda dengan cinta sejati
Cinta sejati berkonsep nirmagnetasi
Semakin dekat semakin melekat
Semakin jauh semakin kuat
Nirmagnetasi cinta
Telah terbukti oleh banyak pecinta
Semakin lama jauh
Semakin dieluh-eluh
Kadang cinta sejati itu seperti kapasitor
Tiap dindingnya punya jarak
Bukan bermaksud cinta mengendor
Tapi dengannya cinta tersimpan banyak
Kadang cinta sejati itu seperti resistor
Menghambat, membatasi, mengatur
Bukan bermaksud cinta meneror
Tapi dengannya arus cinta berseluncur
Kadang cinta sejati itu seperti induktor
Menghilangkan gangguan dari interfensi
Bukan bermaksud cinta diktator
Tapi dengannya cinta kekal berharmonisasi
Nirmagnetasi cinta
Telah memalfungsikan otak
Mensaturasikan jiwa
Hingga tubuh lemas tak bergerak
--- --- --- --- --- --- --- ---
Iskandar Dzulkarnain
Cinta dalam dunia Elektro
3 November 2014
Semakin jauh semakin melemah
Begitulah cinta sesaat
Tidak tahan jika tak terjamah
Berbeda dengan cinta sejati
Cinta sejati berkonsep nirmagnetasi
Semakin dekat semakin melekat
Semakin jauh semakin kuat
Nirmagnetasi cinta
Telah terbukti oleh banyak pecinta
Semakin lama jauh
Semakin dieluh-eluh
Kadang cinta sejati itu seperti kapasitor
Tiap dindingnya punya jarak
Bukan bermaksud cinta mengendor
Tapi dengannya cinta tersimpan banyak
Kadang cinta sejati itu seperti resistor
Menghambat, membatasi, mengatur
Bukan bermaksud cinta meneror
Tapi dengannya arus cinta berseluncur
Kadang cinta sejati itu seperti induktor
Menghilangkan gangguan dari interfensi
Bukan bermaksud cinta diktator
Tapi dengannya cinta kekal berharmonisasi
Nirmagnetasi cinta
Telah memalfungsikan otak
Mensaturasikan jiwa
Hingga tubuh lemas tak bergerak
--- --- --- --- --- --- --- ---
Iskandar Dzulkarnain
Cinta dalam dunia Elektro
3 November 2014
7 Okt 2014
Ijinkan Aku Jadi Kekasihmu
Cinta memang gila
Tak cukup hanya berhenti
Terus berjalan penuh dinamika
Bahagia berselimut duka
Pecinta tak pernah berhenti menangis
Galau pun bak kemarau panjang
Hati luka teriris-iris
Khawatir tentang masa datang
Tak cukup hanya berhenti
Terus berjalan penuh dinamika
Bahagia berselimut duka
Pecinta tak pernah berhenti menangis
Galau pun bak kemarau panjang
Hati luka teriris-iris
Khawatir tentang masa datang
Pesona Mata Sipit
Dari mata, turun ke hati
Namun tidak dalam kasusku
Tapi, dari tulisan meresap ke hati
Mencintai walau tak pernah bertemu
Siapa sangka, siapa duga
Jika banyak Adam terlena karena mata
Berbeda dengan ini jiwa
Terpesona tanpa memandang mata
Namun tidak dalam kasusku
Tapi, dari tulisan meresap ke hati
Mencintai walau tak pernah bertemu
Siapa sangka, siapa duga
Jika banyak Adam terlena karena mata
Berbeda dengan ini jiwa
Terpesona tanpa memandang mata
2 Okt 2014
Keinginan Laila
Ah, kamu ...
Kamu kah kekasih Laila?
Bagaimana mungkin kamu mengaku kekasih Laila,
Sedangkan kamu tak mendengar apa keinginan Laila
Laila, Laila
Laila tidak membutuhkan kekasih, selain kekasihnya
Kamu amat mudah mengaku
Semua orang bisa mengaku
Kamu kah kekasih Laila?
Bagaimana mungkin kamu mengaku kekasih Laila,
Sedangkan kamu tak mendengar apa keinginan Laila
Laila, Laila
Laila tidak membutuhkan kekasih, selain kekasihnya
Kamu amat mudah mengaku
Semua orang bisa mengaku
9 Jun 2014
Bugi Bugi yang Mencul
Bugi ... Bugi ...
Yang suka nenen
Sekarang Kepalamu mencul
Kena bakteri
Bugi ... Bugi ...
Kasihan sekali
Gara-gara pake sabun yang salah
Kepalamu jadi memerah
Yang suka nenen
Sekarang Kepalamu mencul
Kena bakteri
Bugi ... Bugi ...
Kasihan sekali
Gara-gara pake sabun yang salah
Kepalamu jadi memerah
28 Mei 2014
Rinduku pada Aplikasi-aplikasi J2ME
Oh J2ME
Mengapa engkau begitu ringan
Dibanding dengan aplikasi Java di Android
Dulu, aku tak pernah mengeluh mengunduh
Karena ukuranmu begitu kecil
Memori hapeku pun bisa memuat banyak aplikasi
Mengapa engkau begitu ringan
Dibanding dengan aplikasi Java di Android
Dulu, aku tak pernah mengeluh mengunduh
Karena ukuranmu begitu kecil
Memori hapeku pun bisa memuat banyak aplikasi
12 Apr 2014
Kartini yang Kesepian
Sepi...
Selalu mengisi hari-hari Kartini
Meski ramai kesehariannya
Tapi sunyi dalam hatinya
Kartini
Kau gadis malang
Sendiri
Tanpa belaian kasih sayang
Engkau lelah
Bekerja pagi siang malammu
Mencari nafkah
Yang seharusnya bukan tugasmu
Kartini, Kartini...
Siapa yang bertanggung jawab atas ini?
Kartono kah?
Atau Kartini-kartini lainnya?
Kartini
Kau tertawa dalam tangis
Kau bangga dalam ironis
Kau cantik, namun teriris
Kartini
Kembalilah ke rumahmu
Rumahmu memang sepi
Tapi beda jika kamu kembali
Kartini, Kartini...
Cukuplah kau tertipu
Kau butuh kasih sayang
Bukan hanya berlimpah uang
Uang tidaklah berarti
Daripada suara bayi yang menghibur hati
Daripada ketenangan bersandar di dada suami
Daripada kemajuan dinasti
Dinasti?
Ya, dinasti ini tergantung pada Kartini
Jika Kartini bagus, maka baguslah dinasti
Jika Kartini buruk, maka buruklah dinasti
--- --- ---
Digubah oleh: Iskandar Dzulkarnain
Puisi sebelum sarapan pagi
Selalu mengisi hari-hari Kartini
Meski ramai kesehariannya
Tapi sunyi dalam hatinya
Kartini
Kau gadis malang
Sendiri
Tanpa belaian kasih sayang
Engkau lelah
Bekerja pagi siang malammu
Mencari nafkah
Yang seharusnya bukan tugasmu
Kartini, Kartini...
Siapa yang bertanggung jawab atas ini?
Kartono kah?
Atau Kartini-kartini lainnya?
Kartini
Kau tertawa dalam tangis
Kau bangga dalam ironis
Kau cantik, namun teriris
Kartini
Kembalilah ke rumahmu
Rumahmu memang sepi
Tapi beda jika kamu kembali
Kartini, Kartini...
Cukuplah kau tertipu
Kau butuh kasih sayang
Bukan hanya berlimpah uang
Uang tidaklah berarti
Daripada suara bayi yang menghibur hati
Daripada ketenangan bersandar di dada suami
Daripada kemajuan dinasti
Dinasti?
Ya, dinasti ini tergantung pada Kartini
Jika Kartini bagus, maka baguslah dinasti
Jika Kartini buruk, maka buruklah dinasti
--- --- ---
Digubah oleh: Iskandar Dzulkarnain
Puisi sebelum sarapan pagi
20 Des 2013
Hidup Ini Penuh Kejutan
Hidup ini penuh kejutan
Tak ada rencana yang mulus berjalan
Ada halangan
Ada rintangan
Hidup ini penuh kejutan
Tidak ada yang tahu tentang masa depan
Sekarang mapan
Besok kelagapan
Hidup ini penuh kejutan
Rencana itu memang rentan
Takdir selalu jadi pemenang
Sedangkan perencana jadi pecundang
Hidup ini penuh kejutan
Rejeki, susah-senang, mati kapan
Semua telah diarsipkan
Tiada yang bisa menghancurkan
Tak ada rencana yang mulus berjalan
Ada halangan
Ada rintangan
Hidup ini penuh kejutan
Tidak ada yang tahu tentang masa depan
Sekarang mapan
Besok kelagapan
Hidup ini penuh kejutan
Rencana itu memang rentan
Takdir selalu jadi pemenang
Sedangkan perencana jadi pecundang
Hidup ini penuh kejutan
Rejeki, susah-senang, mati kapan
Semua telah diarsipkan
Tiada yang bisa menghancurkan
17 Okt 2013
Tips dan Trik Membuat Puisi
Membuat puisi itu mudah. Jika kamu sudah mahir, kamu hanya membutuhkan waktu kurang dari 10 menit untuk membuat sebuah puisi. Tidak percaya? Mari ikuti bagaimana cara saya membuat puisi. Ada beberapa tips dan trik membuat puisi singkat tapi mengena. Langkah-langkah membuat puisi ala intikali adalah sebagai berikut:
- Tentukan topik puisi yang akan kamu buat. Misalnya tema yang paling umum dan favorit adalah puisi cinta. Main-mainlah dengan kata-kata cinta dalam puisimu. Jangan batasi.
- Tentukan rima tiap barisnya. Misalkan kamu ingin A A A A, A I A I, atau rima lainnya.
10 Okt 2013
Menghargai Kertas
Kertas
Darimu, banyak karya menetas
Melalui, banyak penulis di atas
Tiap goresan, lembut maupun keras
Membawa ide yang terhempas
Mengikat ilmu yang hendak lepas
Kertas, tipis maupun tebal
Kau membuat banyak orang terkenal
Melalui lukisan yang fenomenal
Melalui tulisan yang monumental
Menjabarkan ilmu yang kental
Mengikat perjanjian yang nyaris nakal
Kertas, kau sangat berharga
Ulama - ilmuan menuliskan ilmunya
Sampai di ujung, bahkan di sela-sela
Namun, kini kau mulai ditinggalkan manusia
Tapi, tidak semua manusia
Karena digital, tak seringkas katanya
Kertas, banyak yang mencintaimu
Begitu juga aku
Kau menuliskan dia dan aku
Dalam buku nikahku
Dalam dokumen dan ijasahku
Aku berterima kasih padamu
Kertas, mungkin tak semua menghargaimu
Kau dicoret, lalu dibuang bagai semu
Namun, jangan bersedih hatimu
Dicoret, dibuang, disobek, itu adalah kamu
Tahukah kau begitu berharganya dirimu?
Lihat dunia ini, kemajuan ilmu berawal darimu
John Terro, 10 Oktober 2013 - 6:13 AM
Darimu, banyak karya menetas
Melalui, banyak penulis di atas
Tiap goresan, lembut maupun keras
Membawa ide yang terhempas
Mengikat ilmu yang hendak lepas
Kertas, tipis maupun tebal
Kau membuat banyak orang terkenal
Melalui lukisan yang fenomenal
Melalui tulisan yang monumental
Menjabarkan ilmu yang kental
Mengikat perjanjian yang nyaris nakal
Kertas, kau sangat berharga
Ulama - ilmuan menuliskan ilmunya
Sampai di ujung, bahkan di sela-sela
Namun, kini kau mulai ditinggalkan manusia
Tapi, tidak semua manusia
Karena digital, tak seringkas katanya
Kertas, banyak yang mencintaimu
Begitu juga aku
Kau menuliskan dia dan aku
Dalam buku nikahku
Dalam dokumen dan ijasahku
Aku berterima kasih padamu
Kertas, mungkin tak semua menghargaimu
Kau dicoret, lalu dibuang bagai semu
Namun, jangan bersedih hatimu
Dicoret, dibuang, disobek, itu adalah kamu
Tahukah kau begitu berharganya dirimu?
Lihat dunia ini, kemajuan ilmu berawal darimu
John Terro, 10 Oktober 2013 - 6:13 AM
7 Agu 2013
Taqobbalallohu Minna wa Minkum
Lebaran tahun ini menyenangkan
Sudah kutemukan tulang rusuk kiriku
Padahal dulu ini yang sering kugalaukan
Namun takdir berkata lain untukku
Taqobbalallohu minna wa minkum
Gema takbir di mana-mana
Besok pagi, bertebaran aroma harum
Menghiasi rasa suka nan gembira
Surabaya, 7 Agustus 2013
Sudah kutemukan tulang rusuk kiriku
Padahal dulu ini yang sering kugalaukan
Namun takdir berkata lain untukku
Taqobbalallohu minna wa minkum
Gema takbir di mana-mana
Besok pagi, bertebaran aroma harum
Menghiasi rasa suka nan gembira
Surabaya, 7 Agustus 2013
22 Mar 2013
Bahagia
Apa itu bahagia?
Bahagia itu adalah mengubah kesedihan
Menjadi hiburan
Apa itu bahagia?
Bahagia itu adalah mengubah kekecewaan
Menjadi kepuasan
Apa itu bahagia?
Bahagia itu adalah mengubah kegundahan
Menjadi keniscayaan
Apa itu bahagia?
Bahagia itu adalah mengubah terikat
Menjadi lepas
Apa itu bahagia?
Bahagia itu adalah mengubah lepas
Menjadi terikat
Apa itu bahagia?
Bahagia itu adalah mengubah kata
Menjadi rasa
Apa itu bahagia?
Bahagia itu adalah mengubah intuisi
Menjadi puisi
Apa itu bahagia?
Bahagia itu adalah mengubah kalimat
Menjadi hasrat
Apa itu bahagia?
Bahagia itu adalah mengubah tegang
Menjadi senang
Apa itu bahagia?
Bahagia itu adalah mengubah grogi
Menjadi berani
Apa itu bahagia?
Bahagia itu adalah mengubah dirimu
Menjadi milikku
Apa itu bahagia?
Bahagia itu adalah mengubah aku
Menjadi suamimu
#hminus?
Bahagia itu adalah mengubah kesedihan
Menjadi hiburan
Apa itu bahagia?
Bahagia itu adalah mengubah kekecewaan
Menjadi kepuasan
Apa itu bahagia?
Bahagia itu adalah mengubah kegundahan
Menjadi keniscayaan
Apa itu bahagia?
Bahagia itu adalah mengubah terikat
Menjadi lepas
Apa itu bahagia?
Bahagia itu adalah mengubah lepas
Menjadi terikat
Apa itu bahagia?
Bahagia itu adalah mengubah kata
Menjadi rasa
Apa itu bahagia?
Bahagia itu adalah mengubah intuisi
Menjadi puisi
Apa itu bahagia?
Bahagia itu adalah mengubah kalimat
Menjadi hasrat
Apa itu bahagia?
Bahagia itu adalah mengubah tegang
Menjadi senang
Apa itu bahagia?
Bahagia itu adalah mengubah grogi
Menjadi berani
Apa itu bahagia?
Bahagia itu adalah mengubah dirimu
Menjadi milikku
Apa itu bahagia?
Bahagia itu adalah mengubah aku
Menjadi suamimu
#hminus?
8 Feb 2013
Cinta Itu Air Mata
Pernah merasakan cinta?
Pernah jatuh cinta?
Sakit?
Tangis?
Cinta itu air mata
Pernah melihat pecinta?
Atau pernah mengalami sendiri?
Ketika jauh, merindu
Ketika dekat, takut berpisah
Mata selalu panas dan berlinang
Cinta itu air mata
Pernah melihat seorang ibu yang melahirkan?
Dia menangis bahagia ketika melihat bayinya
Pernah melihat seseorang yang ditinggal mati?
Dia menangis sedih karena kehilangan
Cinta itu air mata, air dan mata
Cinta itu mempertemukan dua jenis air
Cinta itu mempertemukan dua jenis mata
Cinta itu air mata
Merendah, mengalah, mengubah
Merendahkan yang sepertinya tinggi
Mengalahkan yang sepertinya menang
Mengubah yang sepertinya tetap
Cinta itu air mata
Tetap cinta walau marah
Tetap cinta walau sedih
Tetap cinta walau putus asa
Cinta itu air mata
Tidak akan mengurangi kadar walau sering berlinang
Makin bertambah ketika dikenang
Sli yofsl omhom zrmhitsmho vomysli qsdszi, Enny :)
Pernah jatuh cinta?
Sakit?
Tangis?
Cinta itu air mata
Pernah melihat pecinta?
Atau pernah mengalami sendiri?
Ketika jauh, merindu
Ketika dekat, takut berpisah
Mata selalu panas dan berlinang
Cinta itu air mata
Pernah melihat seorang ibu yang melahirkan?
Dia menangis bahagia ketika melihat bayinya
Pernah melihat seseorang yang ditinggal mati?
Dia menangis sedih karena kehilangan
Cinta itu air mata, air dan mata
Cinta itu mempertemukan dua jenis air
Cinta itu mempertemukan dua jenis mata
Cinta itu air mata
Merendah, mengalah, mengubah
Merendahkan yang sepertinya tinggi
Mengalahkan yang sepertinya menang
Mengubah yang sepertinya tetap
Cinta itu air mata
Tetap cinta walau marah
Tetap cinta walau sedih
Tetap cinta walau putus asa
Cinta itu air mata
Tidak akan mengurangi kadar walau sering berlinang
Makin bertambah ketika dikenang
Sli yofsl omhom zrmhitsmho vomysli qsdszi, Enny :)
Langganan:
Postingan (Atom)


