Persona Intikalia
Tampilkan postingan dengan label ada apa dengan cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ada apa dengan cinta. Tampilkan semua postingan

22 Apr 2015

Blogger Juga Bisa Jatuh Cinta

Tidaklah burung berkumpul, kecuali dengan sejenisnya. Itulah kata-kata yang sering aku baca dan dengar di kajian maupun di beberapa tulisan manusia. Manusia juga punya kecenderungan berkumpul dengan sejenisnya. Yang hobi mancing, kumpulnya dengan yang hobi mancing juga. Preman kumpulnya juga sama preman. Penulis, kumpulnya juga dengan penulis. Blogger pun demikian, kumpulnya dengan blogger juga.

Saya dan teman saya yang suka ngoding website pun, waktu 2013 bikin grup di Facebook mengenai HTML, CSS, dan sebagainya, tujuannya hanya satu, biar bisa ngumpul sesama suka ngoding. Biar kalo ada masalah, seenggaknya bisa dapat bantuan dari sesama pecinta ngoding.

Dulu, aku tidak pernah menyangka bahwa aku bisa dapat istri dari perantara blog. Istri saya juga seorang blogger. Menarik banget bisa nemu pasangan sehobi. Jadi biasa kerja bareng, ngobrol berjam-jam tentang konsep blog yang akan kami buat hingga konsep monetasi dari blog yang sudah jalan. Saya merasa sangat bersyukur bertemu jodoh yang sehobi, sevisi, dan semisi. Ngomongnya pasti nyambung, karena frekuensinya sama.

Awalnya aku mengira bahwa sangat kecil kemungkinan dua orang blogger bisa jadi suami-istri. Namun, ternyata di luar sana, lumayan banyak yang menikah berawal dari ngeblog. Setidaknya ada 3 pasangan lainnya yang aku tahu mereka berjodoh lewat blog. Dan aku yakin masih banyak pasangan-pasangan lainnya, karena dunia ini luas, hehe.

Bagaimana bisa blogger jatuh cinta melalui blog. Mungkin banyak yang bertanya-tanya mengenai ini. Pernahkah kamu membayangkan pertama kali kamu jatuh cinta pada seseorang? Masuk akal ga kejadiannya? Pasti ga masuk akal dan terkesan diskenario oleh Sang Pencipta Takdir. Itulah yang terjadi pada seorang blogger. Hanya lewat tulisan saja, terkadang orang bisa kagum, lalu jatuh cinta dan menikah.

Kug bisa? Karena tulisan setidaknya mewakili cara seseorang berpikir. Biasanya seseorang akan jatuh cinta pada tulisan karena tulisan tersebut menyentuh hatinya. Sebut saja istriku, dia dulu menyukaiku katanya sih dari tulisanku. Aku bingung juga tulisan yang mana. Lah wong saya nulisnya random. Kalo saya sih awal suka dengan istriku karena cara dia berpikir dan prinsip yang ia pegang. Menurutku menakjubkan, dan tidak semua cewek seumuran dia mempunyai kapasitas berpikir seperti itu.

Aku jatuh cinta lebih dahulu pada cara berpikirnya, padahal aku belum melihat wajahnya. Ketika aku kopdar dan tahu bagaimana wajahnya, aku jadi pengen cepetan nikah, hehe. Tapi emang takdir mendukung kami, akhirnya alhamdulillah bisa sampe nikah dan sekarang mau punya anak dua.

Jika diingat-ingat, memang masa-masa itu mendebarkan sekaligus menyenangkan dan khawatir. Aku dulu sempat khawatir apakah aku nanti bisa berkomunikasi dengan istriku secara normal, karena biasanya komunikasi kami lewat tulisan dan saya sangat susah bicara sama cewek. Eh ternyata setelah akad nikah, lidah saya yang keluh tiba-tiba mulai lancar berbicara. Ternyata memang kalo sudah halal, semuanya jadi dipermudah. Kekhawatiran-kekhawatiran itu ternyata cuma isapan jempol belaka, hehe.

Pesan saya sih, kalo kamu seorang blogger, jangan memaksakan diri untuk dapat istri blogger juga. Karena jodoh seseorang itu beda-beda. Jangan niru saya, hehe. Saya juga tidak pernah berharap dapet istri dari aktivitas ngeblog, hanya saja karena sudah ada, mumpung belum diambil sama orang lain, ya saya ambil duluan. Kesempatan sih bisa datang berkali-kali, namun tidak dengan orang yang sama (apalagi dengan yang pas di hati).

28 Feb 2015

Cinta, Katakan pada Cinta

Cinta. Katakan pada Cinta. Cinta itu mencintai apa-apa yang dicintai oleh orang yang dicinta. Dan, cinta itu membenci apa-apa yang dibenci oleh orang yang dicinta. Jadi, bagaimana mungkin Cinta mengaku cinta pada Cinta, jika Cinta tidak mencintai apa-apa yang dicintai oleh Cinta dan tidak membenci apa-apa yang dibenci oleh Cinta. Maka, apalah arti cinta, jika cinta hanyalah di bibir saja.

7 Jun 2014

Calo Cinta

Sangat konyol sekali jika harus percaya mengenai cinta dari orang yang tidak pernah bergaul dengan cinta. Sangat konyol sekali jika harus percaya apapun mengenai pernikahan pada orang yang belum pernah menikah. Haha, ini terinspirasi dari episode Mahabarata kemarin malem saat Sengkuni membantah perkataan Bisma mengenai pernikahan Dursala.

Sebenarnya memang seharusnya kita tidak harus percaya pada omongan orang lain, apalagi orang lain tersebut belum pernah melakukan apa yang akan kita lakukan. Saya ketawa aja bawa salah satu hot thread di Kaskus beberapa hari yang lalu mengenai 12 Alasan Menunda Pernikahan. Alasan-alasannya banyak yang tidak masuk akal dan berseberangan dengan fakta pernikahan. Maklum, si Thread Starter-nya belum menikah, jadi terkesan membual dengan hipotesisnya sendiri. Parahnya didukung oleh orang-orang yang takut untuk menikah. Jadi deh seakan itu pembenaran publik, hehe.

1 Jun 2014

Cintaku pada Laila dan Erika

Berbicara tentang cinta emang ga ada abisnya. Banyak sekali teori-teori yang berbicara tentang cinta. Cinta adalah ini dan itu. Bahkan, dalam Bahasa Arab ada hampir 100 kata padanan kata yang bisa berarti cinta(1). Dalam Bahasa Indonesia sendiri, cinta juga kadang diwakili oleh beberapa kata. Ah terlalu serius entri ini, hehe.

Pernah jatuh cinta? Dengan siapa? Kebanyak cowok jatuh cinta dengan cewek, dan cewek jatuh cinta dengan cowok. Pernah jatuh cinta dengan sesuatu yang bukan siapa? Ya, sebutlah jatuh cinta dengan laptop. Ya, itu aku. Aku pernah jatuh cinta dengan laptop. Mengenaskan bukan? Ah tidak juga. Banyak orang di luar sana yang juga pernah atau mungkin masih mengalami hal yang sepertiku. Mereka lebih cinta kepada komputer pribadinya daripada kepada seorang cewek.

28 Mei 2014

Jatuh Cinta vs Objektif

A: Kamu suka sama dia?
B: Iya, emang kenapa?
A: Kamu akan susah objektif.

13 Jul 2011

Masih Ingat dengan Ini?