Persona Intikalia
Tampilkan postingan dengan label nikah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nikah. Tampilkan semua postingan

14 Okt 2020

Menjadi Tua dan Awet Muda

Tak terasa aku sudah menua. Hehe, ya iyalah. Masa semakin memuda. Jika kilas balik beberapa tahun ke belakang, rasanya banyak hal-hal berat yang aku lalui. Ya berat secara mental tentunya.

Mungkin aku tidak bercerita di blog ini. Mungkin kamu juga hanya melihat blog ini sudah berisi banyak postingan iklan yang membuat sedikit muak. Atau mungkin sangat memuakkan.

Pasalnya emang banyak sekali blogger-blogger asyik yang dulu saat awal-awal aku ngeblog, sekarang sudah jadi silent reader atau kembali ke tempat pertapaan. Rata-rata mereka sudah menghasilkan uang dari blog dan memilih diam dan menghilang dari peredaran. Atau mungkin memang kehidupan offline-nya sudah sangat menyibukkan.

Seperti diriku ini, bahkan untuk menulis tulisan yang seperti ini saja, sampai harus diminta oleh istri. Hehe. Katanya dia kangen aku nulis.

Oke, kali ini aku akan membahas judul dari tulisan ini, Menjadi Tua dan Awet Muda.

Percaya atau tidak—kamu tidak boleh muntah dulu yah—banyak yang mengira diriku masih umur 20-an awal. Dan banyak orang yang menganggap aku belum menikah.

Mungkin sih karena mereka melihatku berambut gondrong, mukanya biasa saja ga ada beban, dan masih berjiwa muda. Halah.

Sebenarnya bukan tidak ada beban. Tapi, bebannya memang diredam. Jadi apapun masalahnya, dibikin lebih mudah dan tidak terlalu dipikirkan terlalu dalam hingga stress. Tapi apa aku ga pernah stress? Hmm, ya pernah lah, tapi ga lama. Paling beberapa menit atau beberapa jam saja. Setelah itu balik lagi.

Kebanyakan orang yang mukanya boros adalah orang yang menanggung beban yang berat dan dia tidak punya tempat untuk curhat.

***

Ada cerita unik waktu aku kuliah dulu, ada teman Lab yang punya kakak perempuan sekitar 2 tahun lebih tua dari dia. Waktu itu aku masih berumur 21 tahun kalo tidak salah. Artinya kakaknya temanku ini sekitar 23 tahun.

Nah, kebetulan kakaknya ini sedang dilamar oleh cowok yang umurnya 2 tahun di bawah temanku. Jadi cowoknya sekitar umur 19 atau 20-an lah. Tapi, kata temanku mukanya cowok ini bisa lebih tua dari muka kakaknya.

Aku pun bertanya, lah kok bisa. Temanku cerita kalo cowok kakaknya ini ga kuliah dan kerja sejak lulus SMA. Sepertinya pekerjaannya sangat berat sehingga ngefek banget ke mukanya.

***

Beberapa saat yang lalu, waktu istri lagi kontrol kehamilan di dokter kandungan, tentu saja di sana ada aku juga yang ikut mengantar. Dokter kandungannya tanya ke istri, "mbak nya umur berapa yah?". Istri menjawab, "27 dok". Ini yang kontrol yang pertama.

Kontrol kandungan yang kedua, ditanya lagi. Kontrol ketiga ditanya lagi. Sepertinya dokter kandungannya mengetes istri, apakah konsisten dengan jawabannya. Lah ya pasti konsisten, masa selisih 1 bulan saja umurnya sudah beda. Hehe.

Aku dan istri memang mukanya masih kayak orang yang barusan nikah. Bahkan saat pergi ke toko peralatan rumah, sering kali penjualnya mengira kami bedua barusan nikah dan beli barang-barang buat ngisi rumah. Wkwkwk.

Kadang aku iseng juga jawabin penjualnya dengan fakta yang ada, kalo kami sudah punya anak 5 (yang hidup 4, meninggal 1 waktu masih bayi). Ekspresi penjualnya pun bisa kamu tebak. Aku yakin kamu yang membaca tulisan ini juga bakal terbelalak dengan fakta ini kan yah? Hehe.

***

Sebenarnya kunci awet muda adalah tidak terlalu terbebani oleh kehidupan. Ya aku sih memang punya anak banyak dan konsekuensinya adalah kerja lebih smart supaya bisa ngasilin duit yang banyak. Kok ya alhamdulillah kerjaanku bukan kerjaan fisik. Kerjaan cuma di depan laptop, nulis, riset keyword, ngoding, dan semisalnya. 

Bahkan saking ga keliatan kerjanya bagi orang jadul (tetangga yang tua-tua), aku dianggap ga kerja dan masih "numpang" ke orang tua. Jahat banget kan dugaannya. Makanya aku kasih sekalian hal yang bikin mereka bingung, yaitu dengan punya anak banyak. Biar makin pusing mereka menduga-duga. Hehe.

Bahkan saat pandemi seperti ini mereka juga masih belum terbuka wawasannya. Padahal kan yang paling bertahan di saat pandemi seperti ini ya kerjaan yang dianggap "tidak kerja" ini, tapi menghasilkan uang. Tapi apa mau dikata, ya biarin saja lah. Biarin mereka beranggapan sendiri sesuai apa yang mereka inginkan. Entar juga lama-lama tahu sendiri.

Btw, bagi kamu yang penasaran kayak apa aku sekarang. Masih sama kok seperti yang dulu (tahun 2011-an). Cuma sekarang sudah muncul ubannya dikit-dikit. Hehe.

30 Mar 2018

Apa yang Terjadi Setelah 5 Tahun Menikah?

Kemarin malam sempat lihat News Feed Facebook istri saya. Nah, yang bikin aku tergelitik adalah ada emak-emak yang nge-screenshot status orang yang sedang cari calon istri. Kriterianya ada 13 biji, kriterianya bagus semua. Letak tergelitiknya adalah di bagian komentarnya. Emak-emak pada sewot dengan yang bikin kriteria. Pake ngomong cowoknya kayak apa sih pake bikin kriteria yang kayak gitu (kriteria yang almost sempurna lah). Ada yang bilang, ga ngaca apa. Dan banyak status sensi lainnya. Aku hanya ngikik saja lihat itu.


Menurutku–ingat menurutku loh yah, bukan menurut orang satu RT–sangat wajar jika seseorang membuat kriteria dalam memilih cewek yang akan dijadikan istrinya. Bahkan kalo bisa muluk-muluk sekalian. Namun, itu pasti tidak mungkin terpenuhi semua kriteria. Tapi harus bikin loh. Jangan sampe kamu ga bikin, trus lihat istri orang lain yang almost sempurna, kamunya jadi ngiler dan berpindah ke lain hati. Ini jangan sampe terjadi.

Sama halnya dengan cewek, cewek juga harus bikin kriteria yang nantinya bakal jadi suaminya. Kalo bisa sedetail-detailnya. Tapi tetap harus ingat, di dunia ini tidak ada yang ideal. Jika ada 1, 2, atau 3 kriteria yang luput, ya dimaklumi. Kan masih nyantol di banyak kriteria yang sudah kamu buat.

Kembali lagi ke 13 kriteria yang di-screenshot tersebut, sebenarnya sangat realistis menemukan cewek yang macam seperti itu, dan itu ada, nyata. Perkara mau sama kamu atau enggak, itu perkara lain yah. Hehe. Untuk menuju ke pemenuhan kriteria tersebut, maka tentu kamu harus memantaskan diri dan berusaha menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Bahkan aku sempat ngegombalin istriku malam itu, aku bilang "dari 13 kriteria itu, 90% lebih (12 dari 13) kamu punya loh". Kemudian dia menahan malu tapi kelihatan banget kalo dia lagi ke-GR-an. Haha.

Ya mungkin 13 kriteria itu bagi emak-emak lain adalah probabilitas rendah. Tapi bagiku itu tidak. Sangat-sangat mungkin mendapatkan yang seperti itu. Hanya saja memang agak sedikit susah dan bersabar mencari. Bahkan yang model seperti itu tidak mungkin ditemui di jalanan. Aku yakin itu. Itu hanya akan kamu temui di cewek-cewek yang dipingit. Di zaman ini cari cewek yang dipingit itu susahnya minta ampun loh.

Oke, pembukaannya terlalu panjang yah. Hehe. Di postingan kali ini aku ingin bercerita tentang apa saja yang terjadi setelah 5 tahun menikah. Banyak hal yang terjadi di luar dugaanku dulu waktu masih belum nikah. Haha. Apa saja itu? Berikut ini detailnya.

Masih Saling Sungkan dan Menyimpan Rahasia

Ya mungkin jika baru nikah saling sungkan itu wajar. Apalagi sebelumnya ga pacaran. Pasti sungkan-sungkan lah sama pasangan. Aku pikir setelah pernikahan berjalan lama rasa sungkan dan menyimpan rahasia itu bakal hilang. Ternyata tidak.

Mungkin karena saking takutnya menyakiti pasangan, kita jadi menyepelekan keinginan pribadi dan mendahulukan kebutuhan pasangan terlebih dulu. Sebenarnya ini terjadi padaku sih, sampe akhirnya aku diinterogasi sama istri. Haha. Intinya istriku curiga denganku yang ga punya hobi. Nah loh, hobi aja ga punya. Sebenarnya sih punya. Cuma sering kali aku kesampingkan. Aku lebih sibuk memenuhi kebutuhan anak dan istri sampe lupa sama diri sendiri.

Sampe akhirnya istriku bilang kalo aku ga boleh nyimpen apa yang aku pengenin. Ya mungkin dia selama ini melihatku selalu mengalah. Hehe. Karena udah declare seperti ini, akhirnya aku utarakan semua yang aku inginkan; mulai dari beli ini itu, hingga pengen ini itu, banyak lah. Ya intinya uneg-uneg itu emang harus diutarakan sih sama pasangan. Jangan sampe nantinya jadi bom waktu.

Sedikit konyol sih, aku mengajarkan istriku biar dia ngomongnya ga terbalik (maksudnya bilang ya, tapi artinya tidak), eh malah aku sendiri yang sungkanan. Tapi itu sih kita berdua udah mulai belajar biar terbuka sih. Intinya, kalo saling terbuka kan enak, ga menebak-nebak. Main tebak-tebakan itu capek.

Gombal Tetap Ampuh

Aku pikir, setelah menikah 5 tahun, gombalanku tidak akan mampu membuat istriku tersipu. Ternyata tetap sama. Dia juga tetap tersipu dengan gombalan mautku. Aku juga bingung, ini akunya yang emang jago ngegombal atau emang istriku saja yang lemah. Haha.

Tapi secara alamiah, cewek itu emang suka dipuji dan digombalin. Makanya aku hati-hati banget bikin gombalan di blog lagi. Takutnya ada yang ke-GR-an. Kan gawat tuh! Kalo sakit gigi sih masih ada obatnya. Kalo rindu? Jangan! Rindu itu berat, biar aku saja. Eaaaa, Dilan mode on.

Masih Pengen Pacaran. Anaknya? Dititipin!

Ini sih kebiasaan buruk. Jangan ditiru yah. Kadang aku dan istri emang pengennya jalan cuma berdua aja. Bawa anak di tempat-tempat tertentu itu kadang susah mengkondisikannya. Apalagi anaknya 2 masih unyu-unyu dan potensial bikin ricuh. Hehe.

Untuk beberapa kasus, aku dan istri memang menitipkan anak ke ibuku. Ibuku sih senang-senang saja. Apalagi sekarang aku dan ibuku sudah beda rumah. Jadi sebagai nenek pasti kangen sama cucu-cucunya.

Kadang becanda sama istri kalo lagi jalan di mall, aku bilang ke istri kalo aku dan dia ini banyak orang yang ngira baru nikah. Padahal sudah beranak 3. Bahkan kadang kalo ketemu sama orang yang baru kenal, aku dikiranya belum nikah. Hehe. Ya mungkin karena mukaku yang baby face–semoga pembaca tidak muntah yah.

Sebenarnya sih bukan itu, karena memang aku tidak memakai atribut selayaknya orang yang sudah menikah. Biasanya orang yang sudah nikah pake cincin. Lah diriku? Tidak pake.

Dulu awal-awal sempat meributkan cincin sih, tapi setelah dipikir-pikir lagi, kenapa harus ribet. Ga pake juga gapapa kan. Toh di-declare di awal saja kalo sudah menikah. Jadi pupuslah harapan cewek-cewek buat deketin gue... –kepedean tingkat Kecamatan nih. Haha.

Masih Ketergantungan Sama Pasangan

Ya mungkin ini yang dibilang belahan duren hati. Di awal-awal nikah nih, aku iseng banget selalu ngebiasain istri selalu makan satu piring denganku. Sebenarnya awalnya sih tujuannya biar romantis, tapi tujuan besarnya adalah biar ga kebanyakan cucian piring. Hehe.

Nah, setelah 5 tahun, ternyata istriku masih sama. Dia paling ga bisa makan sendirian. Jadi kalo terpaksa makan sendirian–karena aku lagi di luar rumah–biasanya malah ga bisa ngabisin makanannya. Alhasil ini jadi diet alami buat istriku karena sebulan terakhir ini hampir setengahnya aku di luar rumah sehar-harinya.

Saya Masih Tetap Sama, Perusak Mood

Entah ini bawaan atau apa. Saya dianugerahi kemampuan untuk merusak mood istri saya. Hehe.

Mungkin ini karena kebiasaan model egaliter di rumah tangga saya yah. Jadi kita punya kedudukan yang sama. Saling terbuka. Namun, tetap kedudukanku sebagai suami sedikit lebih tinggi dari istri dalam beberapa hal, seperti pengambilan keputusan.

Karena saling terbuka ini, ya kadang aku main kritik saja padahal posisi istri lagi sedang tidak ingin dikritik. Jadinya dia bad mood, trus ga mau ngelanjutin tulisannya lagi.

Itu masih dalam hal tulis-menulis postingan blog. Belum lagi kalo dia lagi belanja, kadang aku bikin dia bad mood. Selera cowok dan cewek itu beda. Nah, pas dia tanya, aku jawab menurut seleraku. Jadilah dia galau antara beli atau tidak beli. Hehe.

Dan masih banyak lagi hal-hal remeh yang bikin istri saya bad mood gara-gara momennya tidak tepat.

Ngambek-ngambekan Tetap Tidak Bisa Dihindari

Pengen banget mengubah kebiasaan ngambek ini. Ini adalah kebiasaan yang tidak baik. Ya meski jarak antara ngambeknya itu tidak lama lalu baikan, tapi kan kalo bisa dihilangkan ngambeknya. Entah butuh berapa tahun lagi biar kita ga suka ngambekan gini.

Ngambek itu bikin drama dan mengurangi produktivitas loh. Kalo udah ngambek kan otak jadi sempit, kreativitas ga mungkin muncul di otak orang yang lagi ngambek. Dan ngambek ini menjadi cikal bakal kelakuan bodoh lainnya.

Kami masih belajar untuk meredam amarah akibat saling mementingkan ego masing-masing. Jika kamu nanti menikah, kamu akan mengalami hal ini ;)

Setidaknya itulah yang masih terjadi meski sudah 5 tahun menikah. Sebenarnya masih banyak hal lainnya sih, cuma aku udah capek nulisnya. Hehe.

Sampai jumpa di entri selanjutnya :)

10 Nov 2017

Raja Gombal yang Dirindukan

Waktu terus berputar dan sangat cepat. Sudah 5 tahu lamanya aku meninggalkan aktivitas berbau intikali dan berbagai turunannya. Salah satunya adalah gombalan. Aku masih ingat betapa dulu aku suka banget nulis gombalan di blog ini.

Setelah menikah, aku memang masih sering menggombali istri. Namun, beberapa bulan belakangan ini tidak pernah menggombal sama sekali. Bahkan tadi sore juga sempat ditegur istri mengenai gombal ini. Masalah terbesarnya menggombal itu butuh inspirasi. Butuh momen yang pas dan butuh objek untuk dibuat bahan gombal. Bagaimana bisa ngegombal, kalau di otak isinya codingan dan ide materi tulisan di blog? Haha.

Sepertinya aku butuh istirahat dari kesibukan mikir coding dan konco-konconya. Sepertinya ada yang sedang rindu profil raja gombal yang ada di dalam diriku. Atau mungkin perlu nulis gombalan lagi di blog ini? Nanti lah aku pikir-pikir dulu manfaat dan madhorot-nya. Hehe ;)

Karena gombalan itu seperti peluru. Jangan sampai salah sasaran. Bisa "mati" anak orang.

11 Okt 2017

Berhenti Karena Sadar Diri

Sadar diri itu penting.

A suka pada B.
Lalu B menikah dengan C.
Apakah A akan dinikahkan nanti di Surga dengan B?

Berhentilah berimajinasi!
Sadar dirilah!
Itu TIDAK BISA!

13 Agu 2017

Sudah Umur 8 Hari

Alhamdulillah. Minggu, 6 Agustus 2017 lalu istri saya tidak sengaja melahirkan di rumah sakit. Karena memang seharusnya menurut rencana melahirkan di bidan saja. Eh ternyata ditolak karena riwayat melahirkan sebelumnya dianggap super berat.

Sekarang udah hari ke-8 anak saya yang ke-3 (tapi jadi anak yang ke-2) keluar di dunia. Aku kasih nama Hamzah Iskandar. Cowok? Iya, cowok. Itu kan kelihatan dari namanya, Hamzah. Dari kelahiran yang kali ini, istri saya sepertinya bakal kapok hamil lagi. Prosesnya tidak semudah kedua anak saya sebelumnya. Yang kali ini benar sih normal. Cuma ada drama ari-ari nyangkut dan ga bisa lepas. Alhasil harus dikuret.

Tapi, apapun yang terjadi, tetaplah saya dan istri senang. Anak saya lahir dengan sehat.

Udah. Itu aja entri kali ini.

18 Des 2016

Keajaiban Takdir Nikah

Hari ini saya baru saja datang di acara walimah (syukuran pernikahan) teman SMA saya, yang sudah saya kenal sejak SD dulu gara-gara satu tempat les. Ada sedikit hal unik yang saya dapatkan dari kisah teman saya dan istrinya ini hingga dipertemukan di pernikahan. Baik, saya akan menceritakannya dari sisi teman saya dulu.


Tahun 2015 lalu, saya pernah bertanya ke teman saya ini saat perjalanan ke pernikahan teman kami yang lain.

"Kapan kamu nikah?"
"Akhir tahun depan insyaAlloh", jawabnya.
"Oh yah, wah 'sebentar lagi' dong?", tanyaku, "udah ada calonnya?"
"Belum," jawabnya sambil tertawa.
Aku pun juga ikut tertawa.

Dan ternyata akhir tahun ini (2016) dia benar-benar menikah. Padahal dia kenal dengan istrinya yang sekarang tidak lama, paling sekitar 6 bulan yang lalu. Jadi bisa disimpulkan dia sebelumnya memang benar-benar belum punya calon.

Tak berhenti di sana. Tadi dia bercerita pada kami (saya dan teman SMA-ku lainnya) bahwa istrinya juga melakukan hal yang aneh menurut orang lain. Awal tahun 2016 lalu istrinya tiba-tiba melihat kalender dan terinspirasi untuk mencari tanggal yang bagus. Dia menemukan tanggal 12 Desember 2016. Lalu melingkarinya. Dan ini membuat temannya dan keluarganya pun bertanya kepada dia, mengapa dia melingkari tanggal 12 tersebut. Dia menjawab, dia ingin menikah di tanggal itu.

Teman dan keluarganya pun terkejut, bertanya apakah dia sudah punya calon untuk menikah di tanggal itu. Dia menjawab dia belum punya calon. Tentu saja teman dan saudaranya pun tertawa. Kamu pun juga akan tertawa ketika melihat ada saudara atau temanmu yang seperti itu. Calon saja belum punya, sudah menentukan tanggal. Dalam peribahasa Madura dikenal "Mlampahi Manok Ngabeung" (artinya: Sudah bikin bumbu dulu, padahal burungnya masih terbang).

Tapi, yang namanya takdir memang cara kerjanya seperti itu. Orang yang akan menikah merasakan bahwa dia akan menikah dalam waktu dekat, entah itu dengan siapa. Namun, ada firasat yang berbeda. Dulu aku juga begitu. Ketika aku ngobrol dengan calon istriku dulu juga langsung "klik". Dan aku merasa dia adalah pilihan yang tepat untuk dijadikan istri.

Padahal kenal baru beberapa hari. Itupun cuma lewat tulisan. Sekalinya ngobrol guyonan malah bahas nikah. Trus akhirnya kejadian beneran aku nikahin dia kira-kira setahun kemudian. Kadang memang kalau dipikir ga masuk akal. Tapi begitulah. Apa sih di dunia ini yang ga mungkin? Otak kitalah yang kadang membatasi sebuah hal sehingga jadi terlihat tidak mungkin.

Perhatian!

Tapi yang paling penting dari semua itu adalah tidak membuat orang yang belum nikah semakin tersinggung. Ini penting loh, digarisbawahi trus dikasih stabilo kalo bisa. Berbeda dengan kebanyakan orang yang menanyakan kapan nikah dengan nada mengejek, kami (saya dan teman-teman sepermainan SMA) bertanya seperti itu karena kami peduli. Jika tidak punya calon, kami carikan. Ada teman kami yang emang ngurusi masalah perjodohan (padahal dia sendiri belum nikah loh). Kalo ada masalah lain, ya tinggal dibicarakan bersama.

Bagi kami, sudah nikah dan belum nikah itu sama saja, tetap saja kami bisa berkumpul bareng. Hanya saja yang nikah sudah punya tanggungan tambahan dan jamnya tidak sefleksibel dulu. Kami yakin pertemanan kami adalah pertemanan sejati. Tidak harus bertemu setiap saat. Namun, kami tetap berharap bisa bertemu di saat-saat tertentu di sela-sela kesibukan kami.

Jadi, tidak ada anggapan yang sudah menikah yang lebih keren dan yang jomblo tidak laku. Pernikahan adalah sebuah pilihan dan perkara takdir. Setiap orang tahu tentang keadaannya sendiri dan apa pilihan terbaik yang bisa dia pilih saat ini.

Menikah belum tentu bahagia, karena awal menikah saja sudah digempur dengan banyak masalah. Tidak semua orang bisa melaluinya. Yang membuatmu bahagia adalah ketika kamu mengingat masa-masa perjuangan keras menyelesaikan semua masalah yang dihadapi bersama istri tercinta.

23 Agu 2016

Cara Gokil Istri Minta Maaf pada Suami

Cara minta maaf pada suami ini bukanlah hal yang sulit, namun bagi seorang istri ini juga bukan hal yang mudah. Sebenarnya saya menulis artikel ini murni ingin menjawab kata kunci "cara minta maaf pada suami" yang masuk di blog saya ini. Sebagai suami, setidaknya saya mewakili dan tahu bagaimana sih saat saya sebagai suami lagi marah dengan istrinya dan tips agar kemarahan suami ini bisa cepat reda dengan meminta maaf. Namun, terkadang memang bawaannya cewek, pasti males minta maaf duluan. Kalo suami yang salah, suami harus minta maaf. Kalo istri yang salah, suami juga tetap harus minta maaf. Entah siapa yang bikin rumus seperti itu. Tapi memang faktnya rumus itu selalu berlaku di wanita mana pun, meskipun tidak setiap saat berlaku loh.

Nah, tapi kalo suami udah marahnya level dewa, alias marah banget, jangan harap suami bakal minta maaf. Haha, ini saya kug malah curhat yah. Wekeke. Tapi emang faktanya begitu, ada saat-saat saya tidak mau minta maaf ketika istri saya yang salah. Nah, kalo udah kayak gini, ada beberapa tips jitu yang bisa dilakukan seorang istri. Tidak seperti kebanyakan orang, saya lebih suka menggunakan cara gokil dibandingkan cara yang biasa. Tahu kenapa? Dari dulu kan saya emang agak OOTB, jadi jangan kaget.

Cara yang pertama adalah dengan mengeong (miaw miaw) layaknya suara kucing di dekat suami. Nah loh, cara minta maaf macam apa ini? Haha, jangan tertawa dulu. Kalo kamu seorang istri dan suamimu sedang marah, coba lakukan cara pertama yang gokil ini. Lalu lihat apa efeknya. Yang belum nikah, ga boleh dipraktekin ke cowoknya yang lagi marah yah. Ingat, ga boleh! Jangan coba-coba!

Setelah suami mengindahkan meonganmu, segera ucapkan minta maaf. Boleh dengan miaw miaw juga bahasa minta maafnya. Nanti kan suamimu bakal tanya, kamu ngomong apa. Nah, tinggal dibilang kalo itu artinya kamu minta maaf. Ini lebih enteng bagi cewek daripada harus bilang secara terang-terangan kalo dia mau minta maaf.

Cara kedua adalah dengan cara peluk suamimu dari belakang lalu jilat lehernya. Haha, ini lebih ngaco dari yang pertama. Apalagi kalo suaminya baru pulang kerja, keringetan, belum mandi, pasti asin banget. Tapi cara ini lumayan efektif (setidaknya dalam imajinasiku begitu). Setelah itu, kamu bisikkan kalo kamu ingin minta maaf.

Oke, oke, masih ada cara gokil lainnya? Ada. Cara yang ketiga lebih elegan dari dua cara di atas. Dan ini lebih bikin suami meleleh. Letakkan tanganmu di atas tangan suamimu sambil kamu berkata "Perbuatlah apa yang kamu inginkan. Ini tanganku di atas tanganmu. Aku tidak akan bisa tidur hingga kau rela dan memaafkanku". Harapannya sih suamimu bakal mengambil tanganmu lalu memelukmu dan berbisik bahwa dia memaafkanmu. Tapi, kadang suami punya beberapa Term and Condition agar dia mau memaafkanmu. Saya juga sering begitu. Haha.

Udah ah, sudah malam. Ikannya sudah pada mau bobo. Selamat malam, semoga kamu yang sedang bermasalah dengan suamimu, bisa cepat selesai.

5 Mei 2016

Kenapa Cowok Nafsuan sama Cewek?

Dulu, saat masih awal-awal nikah, istri saya pernah bertanya kepadaku, kenapa cowok nafsuan, lihat cewek aja langsung nafsu. Aku jawab, ya karena cowok adalah cowok. Yang diciptakan nafsu sama cewek. Bayangin kalo cowok ga nafsu sama cewek, cewek bakal nganggur dan akan kekurangan kasih sayang. Kalo cowok ga nafsu sama cewek, itu bisa jadi bencana. Ga bakal ada cowok yang nikahin cewek. Buat apa coba? Demi cinta? Sekali-kali tidak. Menikah itu keputusan yang agak gila bagi cowok. Kalo bukan karena ingin menyalurkan nafsunya pada jalur yang benar dan mendapat pahala, hampir saja banyak cowok yang ga bakal menikah.

Istri saya bertanya, jadi kamu nikah sama aku karena nafsu. Aku jawab, betul. Kemudian istriku meledek, dasar cowok nafsuan. Aku tertawa. Lanjutku, tapi tidak hanya sekedar nafsu. Kalo cuma masalah nafsu, aku bisa nikah dengan cewek mana saja. Lalu istriku tanya lagi, karena apa loh. Karena aku yakin hanya kamu yang mau nikah sama aku. Pipi istriku memerah. Dia tahu caraku merendah, tapi sebenarnya menggombal. Haha.

Ya itulah fakta di balik pernikahan. Menikah itu bukan sekedar karena cinta yang sering diagung-agungkan. Kadang menikah karena hanya ingin selamat dari zina. Masalah cinta itu akan muncul dengan sendirinya ketika kamu menjalani banyak hal bersama. Dan tidak sedikit orang yang menikah karena cinta lalu menyesal ketika menjalani pernikahan. Ternyata menikah tak seindah yang diangankan.

Menikah itu merepotkan. Seperti halnya kamu main game kartu Yu~Gi~Oh. Untuk summon monster dengan kekuatan yang besar, harus mengorbankan beberapa kartu di deck. Begitulah pernikahan, untuk menjalaninya ada beberapa hal dalam kehidupanmu yang harus dikorbankan. Bahkan, mungkin waktumu, hartamu, dan tubuhmu. Entahlah, kenapa membahas nafsu kug malah nyambungnya ke Yu~Gi~Oh. Haha.

13 Des 2015

Mangga Muda dan Ketiak Basah

Cewek hamil sangat identik dengan mangga muda. Dan itu terus terjadi saat istriku hamil. Selama ini, setelah menikah hampir 3 tahun, istriku berhasil aku hamili sebanyak 4 kali, polanya tetap sama, ngidam mangga muda. Jadi, bisa saya simpulkan cewek hamil itu memang butuh yang asem-asem.

Tapi, hal itu kadang tidak konsisten. Ketika stok mangga muda habis di pasaran, mau ga mau harus mencari sesuatu yang sama asemnya dengan mangga muda. Aku sesekali menawari istriku dengan ketiak basahku yang sama asemnya, hehe. Ini suami macam apa yah. Tapi istriku ga mau. Ya iya lah. Ketiak basah itu memang asem baunya, tapi kalau dijilat jadi asin. Ketiak basah memang ajaib. Antara bau dan rasa tidak konsisten. Jika kamu tidak percaya bahwa ketiak basah itu asin, kamu bisa cobain sendiri ketiak basahmu ;)

Selain rasanya yang tidak asem, ketiak basah juga tidak mempunyai tekstur yang sama dengan mangga muda. Mangga muda kalo digigit renyah. Sedangkan ketiak basah? Tentu saja tidak. Oleh karena itu, sampai saat ini aku belum menemukan alternatif dari mangga muda ketika mengalami kelangkaan. Jika kamu menemukan alternatifnya, kasih tahu aku yah :D

28 Nov 2015

Bagaimana Kencan Pasangan Blogger yang Sudah Menikah?

Pasangan blogger sekarang sudah tidak aneh lagi. Banyak sekali para blogger yang ujung-ujungnya nikah dengan blogger juga. Saya dan istri adalah salah satu contohnya. Pasti pengunjung berpikir bagaimana pasangan blogger yang sudah menikah ini kencan? Apa saja yang dibicarakan? Berikut ini adalah sedikit bocoran bagaimana saya kencan dengan istri saya, yang notabene sama-sama blogger.

Pertama, biasanya kami memutuskan untuk kencan di mall yang ada food court-nya. Kenapa? Jelas, seorang yang kencan itu pasti ujung-ujungnya makan. Sebagai seorang blogger, kencan di food court ini memberikan beberapa keuntungan. Yang pertama, kami bisa menulis apa yang kami makan di blog kami. Tentu saja tulisan tersebut bisa disulap menjadi uang dan bisa dibuat kencan lagi. Hehe. Yang kedua, karena kami memang suka makan jajanan setempat.

Kedua, apa yang saya bicarakan dengan istri ketika kencan? Biasanya sih tidak jauh-jauh dari mengomentari makanan yang sedang kami santap. Namun, sebelum menyantap hidangan, kami memotretnya terlebih dahulu. Hehe. Memang tidak langsung saya publikasikan di blog sih, hanya saja itu bisa jadi senjata ketika kami sedang buntu menulis.

Lantas, kapan romantis-romantisannya? Haha, pasti kalian menanyakan hal ini di dalam otak kalian ketika membaca entri ini. Saat romantis malah biasanya terjadi di banyak momen. Saya suka mencuri-curi momen dan menyulapnya menjadi hal yang romantis, meski itu hal yang remeh. Salah satunya adalah ketika naik eskalator. Selain itu, saat naik atau ketika turun dari sepeda motor. Tentang bagaimana caranya menyulapnya menjadi momen romantis, saya masih merahasiakannya. Kamu akan tahu sendiri kalau sudah menikah. Hehe.

Sebenarnya tidak ada waktu khusus bagi saya untuk romantis. Tiap saat, saya selalu berusaha mengubah momen biasa menjadi momen romantis, walau terkadang gagal karena istri saya tidak paham guyonan/maksud saya. Udah ah gitu aja, mata udah sepet kebanyakan menghadap laptop. Sampai jumpa di entri mendatang :)

20 Nov 2015

Memudahkan Pernikahan

Baru saja saya baca salah satu artikel teman blogger tentang sebuah pernikahan. Ternyata acara pernikahan yang dia ceritakan sangatlah membutuhkan proses yang panjang. Membacanya saja lalu membayangkan, saya sudah lelah duluan. Haha. Dasar lemah yah.

Ternyata memang trennya menikah itu susah. Mulai dari cari calonnya yang susah, bikin acara pernikahannya yang susah, masih ditambah lagi dengan menjalani kehidupan pernikahan yang susah. Ya, menjalani kehidupan pernikahan itu memang susah. Saya yang baru menjalaninya 2 tahun lebih saja bisa merasakan bagaimana susahnya menikah. Banyak sekali cobaan dan butuh kesabaran dalam menjalaninya. Butuh otak yang dingin untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang rumit.

Berbeda dengan keadaan seorang yang jomblo, yang dia setidaknya tidak dibebani dengan hal-hal yang wajib dikerjakan setelah pernikahan. Anehnya, banyak sekali jomblo yang galau ingin menikah, padahal menikah itu tidak seindah yang para jomblo bayangkan. Haha. Kug saya malah menakut-nakuti begini yah. Jika kamu cowok, ga perlu takut lah dengan pernyataan ini.

Oke, kembali ke judul artikel kali ini, memudahkan pernikahan. Ya, karena saya menyadari bahwa menikah itu susah, saya berkomitmen untuk mempermudah proses pernikahan. Saya tidak mau acara pernikahan saya malah membuat saya terbebani dan kelelahan dan tidak bisa menikmati malam pertama secara prima. Haha. Tapi setahuku sih, selelah-lelahnya pengantin cowok, tetap akan prima kug di malam pertama. Ga tahu lagi sih kalo pengantin ceweknya. Kan kasihan kalo kelelahan.

Semua proses pernikahan saya sangatlah mudah. Hal ini juga tentunya dengan dukungan pihak perempuan. Karena nikah itu kan dua pihak, jadi harus bekerja sama dalam memudahkan proses pernikahan. Kami berkomitmen untuk bikin acara pernikahan yang biasa-biasa saja, yang terpenting adalah sah secara hukum dan agama. Karena kami mencari kemudahan, kami mengabaikan upacara adat yang biasanya ada di pernikahan. Kalo pake acara adat, bisa susah. Mengapa susah? Saya dan istri saya beda provinsi. Untuk ke tempat istri saja saya harus menempuh 15 jam perjalanan dengan bus. Kalo dengan kereta sih cuma 10 jam. Kalo pake acara adat, tentu saya harus bolak-balik. Bayangkan berapa waktu yang dihabiskan di jalan. Sudah jangan dihitung. Haha.

Bahkan dalam mengurus perlengkapan pernikahan saja saya menggunakan email dan kurir JNE. Selain lebih mudah, juga lebih murah.

Bagaimana acara pernikahan saya berlangsung? Ijab qobul dijadwalkan jam 7 pagi. Karena bus yang saya dan keluarga tumpangi sempat tersesat, akhirnya ijab qobul pun molor hingga jam 8 pagi. Muka petugas KUA-nya udah kecut banget saat lihat saya datang. Haha. Untungnya saya masa bodoh dengan petugas KUA-nya. Setelah itu saya pun mengucapkan ijab qobul. Ga sampe 1 menit, ijab qobul selesai saya ucapkan, lalu terdengar kata "SAH SAH SAH". Adem banget rasanya.

Setelah itu tamu dipersilakan menyantap hidangan sepuas-puasnya. Bahkan masih banyak hidangan yang belum termakan. Karena memang yang datang lebih sedikit dari kuota hidangan yang disiapkan. Bahkan teman saya ada yang saya suruh makan sampe 3 kali. Untung aja perut mereka kuat. Haha. Kan sayang kalo makanan ga dimakan. Setelah makan-makan, ada acaranya ceramah dari ustadz setempat. Ceramah selesai sekitar jam 11 siang. Setelah ceramah, karena masih banyak makanan, tamu dipersilakan melanjutkan makan-makannya lagi. Itupun makanan ga habis-habis, sampe akhirnya harus diberikan ke panti. Setelah itu dilanjutkan dengan sholat dhuhur. Selesai. Udah gitu aja acara pernikahan saya. Ga ada prosesi panjang yang melelahkan.

Saya dan istri memang merencakan hal seperti itu dari awal. Agar semua tidak terlalu lelah dan saya punya banyak waktu berduaan dengan istri saya. Haha. Modus banget kan. Dan semua itu tidak dilakukan di gedung pernikahan. Sebenarnya sih sempat mau booking aula kelurahan dekat sana, cuma qodarulloh ga dapet. Banyak yang nikah di tanggal itu. Jadinya ijab qobul dilakukan di masjid depan rumah istri saya. Resepsinya di depan rumah. Simpel banget, ga pake repot. Itulah seklumit pengalaman pernikahan saya. Tidak ada yang istimewa.

Jika kebanyakan orang beranggapan menikah itu harus mewah karena satu kali seumur hidup, saya justru punya pandangan yang berbeda. Nikah itu ga hanya satu kali. Itu berlaku buat cowok dan cewek. Suatu saat jika pasanganmu meninggal, masih ada kemungkinan kamu akan nikah lagi. Kan ga mungkin yang meninggal bisa melarang pasangannya nikah lagi. Emang yang meninggal tahu rasanya kesepian di dunia? Tentu saja tidak. Selain itu, untuk cowok juga punya kemungkinan untuk berpoligami, itu bagi yang mampu.

Dan satu prinsip yang saya pegang. Nikah jangan sampe ngutang. Ga enak, malam pertama kepikiran utang. Bisa ga fokus. Haha. Ngaco banget yah saya. Udah gitu aja entri kali ini.

14 Agu 2015

Apakah Menikah Itu Enak?

Di blog ini ada sebuah kata kunci yang masuk, yang menurut saya unik, "apakah menikah itu enak". Kalo boleh saya jawab, menikah itu enak. Kalo pun saya jawab tidak enak, toh juga masih banyak orang yang ingin menikah. Jadi sebenarnya menikah itu enak apa enggak? :D


Kalo lagi enak sih ya enak. Kalo lagi ga enak, ya ga enak. Enak ga enaknya menikah itu tergantung dari dirimu sendiri. Jika kamu baik, setidaknya kamu akan dapat pasangan yang baik pula. Jika ternyata kamu merasa baik, namun ternyata mendapatkan pasangan yang tidak baik. Cobalah periksa dirimu, jangan-jangan kamu cuma merasa baik, bukan baik yang sebenarnya.

Mengapa saya bilang begitu? Karena jika kamu baik, maka kamu tidak akan dibutakan oleh cinta atau rasa kagum yang berlebihan pada calonmu. Setidaknya kamu lebih objektif dalam memilih. Karena orang yang sedang jatuh cinta, biasanya buta akan kejelekan pasangannya. Dia akan memandang semua yang ada pada orang yang dicintainya bagus seluruhnya.

Namun, ketika rasa itu hilang, kamu menjadi objektif dan menyesal, haha. Orang yang sedang cinta buta itu tidak baik, maka pantas mendapatkan pasangan yang tidak baik pula. Karena biasanya orang yang cinta buta tidak menghiraukan saran dari sekitarnya.

Maka baiknya, menikahlah dengan orang yang kamu tertarik dengannya tapi belum sampe level cinta, apalagi cinta buta. Cukup suka. Itu akan mempermudah dirimu untuk melepasnya jika kamu menemukan kejelekan yang tidak bisa ditoleransi pada calonmu.

Udah gitu aja. Jadi, intinya nikah itu tetep enak. Jika kamu mendengar orang lain yang udah menikah dan dia bilang nikah itu tidak enak, coba cek dia punya anak berapa. Kalo dia punya anak banyak, berarti dia telah berbohong. Kalo ga enak, kenapa punya anak banyak :D

4 Agu 2015

Rasanya Kencan

Ga kerasa udah sebulan lebih di Purwokerto. Dalam sebulan akhir ini saya sering sekali mengadakan kencan dengan istri saya. Alasannya karena istri saya mau melahirkan. Setidaknya dengan kencan ini, istri saya bisa refreshing. Maklum lah, kadang perempuan kalo lagi hamil, mood-nya tidak karuan. Apalagi kalo mendekati masa mau melahirkan, mood-nya lebih sering jelek. Jadi suami emang harus tahu fase mood jelek istri dan berusaha membuatnya senang.

Di kehamilan yang pertama, istri saya tidak terlihat ber-mood jelek. Mungkin karena saat ini saya dan istri hampir tiap hari jalan-jalan. Maklum di Surabaya kan enak mau ke mana-mana. Kalo di Purwokerto, kadang saya males. Apalagi waktu itu anak pertama, pasti banyak kebutuhan bayi yang belum beli. Bahkan sehari sebelum istri saya melahirkan, saya dan istri masih sempat ke Jembatan Merah Plaza (JMP) untuk membeli steril botol buat susu bayi.

Sangat berbeda dengan sekarang, semuanya sudah hampir ada semua. Tinggal melengkapi yang kurang saja. Apalagi sekarang ada banyak toko online. Tinggal klak-klik beli, bayar, lalu di kirim ke rumah. Untuk dua minggu ini saja, sudah hampir tujuh kali orang dari JNE, Wahana, maupun POS yang ke rumah ngirim paket. Adanya kemudahan ini memang membuat saya dan istri males ke mana-mana. Berbeda dengan dulu saat di Surabaya, saya dan istri ada toko langganan perlengkapan bayi di JMP. Kalo di Purwokerto belum ada langganan. Enaknya di langganan bisa minta diskon, haha.

Oh ya, balik lagi ke cerita kencan. Tadi siang saya dan istri memang sengaja keluar untuk menyenangkan hati istri saya yang lagi galau. Pasalnya, darah dan lendir udah keluar, tapi si bayi belum memberikan kontraksi yang intens. Waktu hamil Aisyah dulu, pagi-pagi tiba-tiba kontraksi intens, ga lama kemudian udah bukaan empat. Cepet banget prosesnya. Kayaknya adeknya Aisyah ini lebih kalem. Dan emang Aisyah sekarang aktif banget, sampe saya pun kualahan. Orang Jawa Tengah bilangnya "petakilan", kalo orang Surabaya bilangnya "begidakan". Nah beda lagi kalo orang Madura bilangnya "mossek". Kalo orang Cina bilangnya apa yah? Ada yang tahu?

Tujuan kencan kali ini adalah makan siomay yang ada di Cafe Moro. Selain itu, tujuannya adalah agar si bayi yang lagi dalam kandungan bisa memberikan kontraksi ketika di ajak jalan-jalan. Emang sih istri saya bilang saat jalan, bayinya langsung nendang-nendang gitu. Tapi pas duduk sambil makan siomay, bayinya diem. Padahal tadi waktu berangkat takut aja istri melahirkan di pusat perbelanjaan. Mungkin kalo pusat perbelanjaan ngadaain promo yang sama kayak kereta api enak. Kalo kereta api kan menggratiskan anak yang lahir di kereta api. Kan asyik kalo pusat perbelanjaan ngegratisin anak yang lahir di sana. Tapi bisa bangkrut kalo kayak gitu. Pasti semuanya menyengaja lahir di sana sambil bawa bidan, haha.

Rasanya kencan kali ini memang beda dari sebelumnya. Jika sebelumnya tanpa ada was-was, kali ini dengan sedikit was-was tahu-tahu lahiran di jalan, haha. Alhamdulillah ga sampe kejadian. Seenggaknya dengan kencan tadi bisa sedikit memperbaiki mood istri yang dari tadi pagi galau ga jelas. Saya senang istri saya mood-nya membaik. Semoga saja adeknya Aisyah cepat lahir dengan lancar dan sehat. Dan semoga saja besok ada duit transferan yang masuk, biar bisa bayar biaya persalinan, hehe. Biasanya sih gitu. Waktu Aisyah saya berangkat ke bidan tanpa membawa uang untuk biaya persalinan. Eh pas Aisyah lahir, ada yang SMS dan telepon, kalo bayaran dari job yang saya kerjakan sudah ditransfer. Indahnya rencana Alloh. Alhamdulillah 'ala kulli hal.

29 Jul 2015

Antara Lapar dan Nafsu

Jika saya lapar, saya akan makan. Lapar adalah manusiawi dan memang fitrahnya manusia emang harus lapar. Kalo ga lapar; nanti restoran, depot, dan yang jual makanan pada ga laku. Apakah saya disalahkan jika saya lapar? Apakah saya akan menghiraukan orang yang berteriak menentang saya ketika melihat saya makan karena lapar? Bodo amat!

Saya jadi inget dulu saat awal menikah. Seinget saya, ba'da maghrib istri saya nawari saya makan. Saya bilang, saya ga lapar. Kemudian, setelah sholat isya' saya minta makan ke istri. Istri saya tanya, "Loh bukannya tadi katanya ga laper?" Saya tersenyum dan bilang, "Itu kan tadi, kalo sekarang lapar."

Mungkin hal itu menyebalkan buat istri saya. Tapi kan memang faktanya lapar itu bisa datang kapan saja. Dan memang itu di luar kehendak kita. Kita tidak bisa satu hari tidak makan tanpa merasa lapar.

Begitu juga dengan nafsu, sama halnya dengan lapar. Manusia, khususnya cowok, sudah dianugerahi nafsu. Tepatnya nafsu ketika melihat wanita. Pria yang normal tidak bisa menghilangkan nafsu yang sudah tertanam dalam dirinya. Karena nafsu inilah pria punya alasan untuk menikahi wanita. Jika tidak ada nafsu, saya ragu pria akan menikahi wanita, mengingat beban pernikahan itu berat.

Sebelum menikah dengan istri, saya sudah membuat kesepakatan bahwa saya akan poligami. Jika keberatan, ya sudah ga saya lanjutin ke proses selanjutnya (khitbah, lalu nikah). Dan alhamdulillah, istri saya sepakat. Begitu juga dengan mertua saya, beliau tahu kalo saya dan istri punya kesepakatan seperti itu. Sebelum kenal dengan istri saya sekarang, saya juga pernah mengobrol dengan salah seorang wanita yang notabene tertarik dengan saya. Namun ya itu tadi, dia tidak bisa menerima syarat yang saya ajukan, dia tidak mau dipoligami.

Syarat yang saya ajukan memang terkesan egois. Namun, ini adalah cara yang paling jitu untuk mengetahui bagaimana dia memprioritaskan egonya di atas ego suaminya. Karena pernikahan itu pasti tidak akan berjalan lama jika masing-masing mempertahankan egonya sampe mati.

Saya juga tidak mau menjadi korban dominasi istri sampe mati. Karena laki-laki adalah pemimpin. Laki-laki lah yang seharusnya mendominasi, bukan sebaliknya. Mungkin tulisan ini terlihat kejam banget yah. Tidak kejam, jika kamu tahu sisi lain dari prinsip yang aku pakai.

Pernah terjadi perdebatan ringan dengan istri masalah poligami.

Aku: Iska mau poligami.
Istri: Boleh, asal poligaminya sama janda yang udah tua.
Aku: Yah (dengan nada kecewa), kalo kayak gitu sih Iska ga mau.
Istri: Yah, itu sih Iska aja yang nafsuan. Maunya poligami dengan yang masih muda.
Aku: Ya kalo ga nafsu, ga mungkin Iska mau nikah. Wong nikah itu bebannya berat. Lagian nafsu kan fitrah, jika diarahkan pada yang halal jadi pahala. Sebaliknya, kalo diarahkan pada yang haram jadi dosa. Toh asalnya pernikahan itu adalah poligami.
Istri: masa sih?
Aku: Coba aja perhatikan ayat Qur'an tentang poligami. Yang disebutin duluan kan: dua, tiga, atau empat. Jika tidak mampu, maka cukup satu. Maka asal hukum pernikahan adalah poligami. Jika tidak kuat poligami, maka satu aja.
Istri: Yaudah poligami sana (sambil cemberut).
Aku: (Tertawa kecil) Ya kalo sekarang belum bisa. Belum ada dana dan calonnya.

Ternyata wanita itu unik, walau sudah sepakat, tapi tetap aja sulit menerima. Apa lagi yang tidak sepakat, mungkin sudah lempar piring.

Bagaimana jika ada yang komentar kalo di luar sana banyak yang poligami tapi rumah tangganya makin kacau. Ya itu karena salah mereka sendiri. Mungkin mereka melakukan kesalahan-kesalahan sehingga gagal poligaminya. Namun, kegagalan beberapa orang yang melakukan poligami tidak lantas menjadikan poligami itu haram. Gagal ya gagal aja. Toh juga orang yang tidak poligami pun juga punya kemungkinan rumah tangganya kacau. Hal itu lebih disebabkan karena tingkat keilmuan dan kesabaran dalam berumah tangga.

Setiap hal punya risiko. Toh banyaknya kecelakaan yang terjadi di jalan raya, tidak menyurutkan orang untuk menggunakan sepeda motor dan mobil. Jika terjadi kecelakaan, apakah yang disalahkan mobil/sepeda motornya? Tentu saja tidak. Yang disalahkan adalah penggunanya yang lalai. Begitu juga dengan poligami.

Poligami halal dalam Islam. Jika ada seorang muslim yang mengharamkan poligami, sejatinya dia secara tidak langsung hendak menyamai hak Alloh dalam menentukan halal dan haram. Dan poligami tetaplah halal walaupun jumlah laki-laki sepuluh kali lebih banyak dari perempuan, karena memang poligami dihalalkan oleh Alloh. Jadi jika ada orang yang mengharamkan poligami karena melihat dari data statistik, coba tanyakan pada hatimu, sebenarnya kamu menentang poligami karena apa? Jangan-jangan karena egomu.

Terkadang apa yang keliatannya baik untuk kita, namun di sisi Alloh itu buruk. Begitu juga sebaliknya. Kadang sesuatu yang terliat buruk di mata kita, namun di sisi Alloh itu baik.

7 Apr 2015

Website Parenting Milik Istri Saya

Sebenarnya saya mau nulis ini sejak tahun lalu, tapi keburu lupa. Setelah menikah, istri saya sangat ingin bikin blog yang isinya tentang parenting. Hanya saja waktu itu belum lahiran, jadi ga bisa bikin karena belum terjun langsung. Setelah anak saya lahir, istri saya sering merengek minta dibeliin domain sendiri buat blog yang membahas tentang parenting. Emang sih, seru banget kalo membahas masalah parenting. Ga ada habisnya.

Nama domain yang dipilih akhirnya JuvMom. JuvMom ini adalah singkatan dari Juvenile Mom, alias emak-emak muda. Emang sih masih muda banget, untuk ukuran zaman sekarang, lah wong umur 21 tahun udah punya anak. Lalu, yang paling penting adalah isi dari blognya adalah mengenai curhatan mengurus anak saya yang nakal dan ngegemesin bukan main, hehe. Ga hanya itu sih, istri saya juga ngasih tip tentang memilih bra menyusui, barang-barang bayi, dan hal-hal lainnya. Cocok bangetlah buat kamu yang mau jadi istri. Penasaran? Kunjungi saja blognya di sini.

5 Apr 2015

Kadang Berpisah Itu Perlu

Pernikahan memang sarat dengan kebersamaan. Namun, terkadang ada rasa bosan itu muncul ketika umur sebuah pernikahan sudah lama. Kadang berpisah itu perlu untuk menghilangkan kebosanan. Ingat, berpisah di sini bukan berarti marahan atau apa loh yah. Cuma sekedar berpisah karena tugas atau karena memang takdir lainnya.

Seperti saya dan istri saya saat ini berpisah bukan karena saling marahan. Tapi, lebih karena saya harus menyelesaikan kuliah saya yang sudah lama saya tinggal dan istri saya mau lahiran di Purwokerto. Awal belajar berpisah ini memang berat. Tapi lama-kelamaan udah mulai terbiasa, apalagi jika posisi saya sedang sibuk. Walaupun kadang kalo lagi ga sibuk jadinya kangen berat.

29 Mar 2015

Tip Menemani Istri Belanja

Bagi yang sudah nikah, pasti dituntut untuk menemani istri belanja. Walau tidak selalu, tapi suatu saat pasti pernah dan harus menemani. Adakalanya dan memang kebanyakan wanita itu kalo belanja lama banget. Entah apa yang mereka cari. Namun pengalaman pribadiku, aku enjoy aja nemenin istriku belanja.

Kenapa bisa enjoy? Yang pertama agar bisa enjoy saat menemani istri belanja adalah posisikan dirimu sebagai orang yang juga ikut andil dalam perbelanjaan tersebut. Mungkin karena aku yang suka protes yah jadi aku enjoy nemenin istri belanja. Misal istriku tanya ke aku ini bagus apa enggak, aku kasih komentar. Kadang malah aku debat dengan istri kalo lagi milih barang.

6 Nov 2014

Rahasia Kehamilan

Banyak rahasia di alam semesta ini. Apalagi dalam masalah takdir. Kadang udah nikah 10 tahun tetep aja belum hamil. Kadang nikah baru beberapa bulan, udah hamil. Kadang sekarang nikah, besoknya hamil. Kadang belum nikah, udah hamil duluan (semoga saja ini tidak terjadi pada pembaca).

Hamil emang salah satu bentuk takdir. Dulu waktu awal nikah, saya juga ngerasain kayak gitu. Setelah dua bulan nikah, ternyata istri saya belum hamil. Gundah gulana sih. Pasalnya saya takut kalo saya mandul. Kug bisa berpikiran kayak gitu? Ya soalnya saya sering mangku laptop. Kan pernah baca tuh kalo keseringan mangku laptop bisa mengurangi kesuburan.

24 Okt 2014

Solusi Ketika Jomblo Ditanya “Kapan Nikah?”

Pertanyaan “kapan nikah?” ini sebenarnya sangat menyesakkan dada para jomblo. Ga hanya jomblo aja sih, bahkan orang yang lagi pacaran namun belum nikah juga akan merasa terganggu dengan pertanyaan “kapan nikah?”.

Mending kalo ga jomblo bisa ngeles bilang bentar lagi nikah atau apa lah. Karena emang udah punya calonnya. Nah kalo jomblo, harus bilang apa ketika ditanya “kapan nikah?”.

Sebagai seorang mantan jomblo, jujur saya belum pernah sampe ditanya “kapan nikah?”. Sempat orang tuaku dulu nanya umur berapa aku bakal nikah. Ya aku jawab umur 30 tahun aja.

23 Okt 2014

Ga Enaknya Menikah

Entri kali terinspirasi dari entri bikinan salah satu teman blogger. Emang sih jujur di internet ini kebanyakan yang terungkap adalah sisi enaknya doang dari sebuah pernikahan. Umm, tepatnya mungkin itu banyak yang di-share oleh orang-orang sekitar kita. Tapi emang menceritakan kebahagiaan ini lebih enak dan nyaman daripada menceritakan kesedihan. Ini normal, karena hidup sudah susah, mau cerita yang susah itu berasa tambah susah, hehe.

Tapi tidak menutup kemungkinan jika kamu menelusuri agak dalam, mungkin karena biasanya website-website yang bercerita tentang kesusahan pernikahan itu kurang SEO friendly. Jadinya, susah naik di halaman awal Google, apalagi di peringkat atas.